JAKARTA, Desapenari.id – Kementerian Pertahanan RI akhirnya membuka tabir isi perjanjian penting yang baru saja dibubuhi tanda tangan oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama mitranya dari Jepang, Koizumi Shinjiro, pada Senin (5/5/2026) lalu. Simak selengkapnya!
Isi Perjanjian Mengguncang: Dari Latihan Gabungan hingga Bantuan Bencana
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dengan gamblang menjelaskan bahwa secara garis besar, Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang disepakati ini bukan sekadar dokumen biasa. Menurutnya, DCA menjadi kerangka kerja strategis untuk mengokohkan kolaborasi pertahanan kedua negara secara menyeluruh dan tentunya saling menguntungkan.
“Perjanjian DCA ini dengan tegas mencakup berbagai sektor vital,” ungkap Rico saat ditemui pada Selasa (5/5/2026). “Pertama, kami akan menggenjot pertukaran personel. Kedua, kami memperkuat bidang pendidikan dan penelitian. Ketiga, kami mengagendakan latihan bersama secara reguler. Keempat, kerja sama keamanan maritim menjadi prioritas, dan terakhir, kami bersinergi dalam urusan penanggulangan bencana,” tambahnya sembari merinci poin-poin penting.
Peluang Alutsista Masih Hangat Dibahas! Simak Kelanjutannya…
Lebih lanjut, Rico juga menambahkan kabar menggembirakan bahwa DCA ini dengan berani membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama di bidang peralatan dan teknologi pertahanan. Pemerintah secara bertahap akan mengembangkan kerja sama ini melalui dialog intensif dan kajian teknis yang mendalam. Sudah pasti, semua itu pihaknya lakukan dengan berpegang teguh pada kebutuhan dan kepentingan masing-masing negara, serta mengedepankan prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan.
Dengan nada hati-hati, Rico menjelaskan terkait isu hangat alutsista. “Saat ini, kedua negara masih setia berada pada tahap pembahasan di tingkat Working Group. Fokusnya terutama pada kerangka kerja sama teknologi dan peningkatan kapabilitas, termasuk penguatan kemampuan maritim kita,” jelasnya dengan lugas.
Oleh karena itu, masyarakat jangan dulu bertanya tentang kesepakatan spesifik pengadaan alat utama. Sebab, hingga kini belum ada keputusan mengikat. Rico pun menegaskan bahwa seluruh potensi kerja sama ini dengan patuh tetap mengacu pada amanah konstitusi, menjaga kepentingan nasional, serta secara nyata berkontribusi terhadap stabilitas kawasan.
Kedatangan Menteri Jepang: Dari Makan Malam Mewah hingga Penandatanganan Bersejarah!
Seperti yang sempat diberitakan sebelumnya, rombongan Shinjiro bersama delegasi telah lebih dulu mendarat di tanah air. Mereka tiba melalui VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu (3/5/2026). Begitu kaki mendarat, Shinjiro dan delegasi langsung disambut dengan jamuan makan malam resmi yang megah. Sjafrie sendiri yang bertindak sebagai tuan rumah dalam acara hangat tersebut.
Keesokan harinya, atmosfer semakin terasa elektrik. Kedua petinggi negara itu bertolak dari Bali menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Mereka menggunakan pesawat berwarna abu-abu milik TNI Angkatan Udara. Kemudian, pada siang harinya, di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, momen puncak pun tiba. Sjafrie dan Shinjiro dengan resmi meneken kerja sama pertahanan yang telah dinanti-nantikan.
Shinjiro Terkesima: “Hubungan Kami Super Cepat dan Terbuka!”
Dalam pernyataannya seusai penandatanganan, Shinjiro melontarkan pujian yang mengejutkan. Menurutnya, hubungan kerja sama dengan Indonesia terjalin dengan sangat cepat dan penuh keterbukaan.
“Tidak banyak mitra kerja yang dapat membangun komunikasi seerat dan seterbuka ini dalam kurun waktu sesingkat itu,” ujar Shinjiro dengan penuh kekaguman di hadapan awak media. Ia bahkan dengan tegas menyebutkan bahwa hanya sedikit mitra Jepang yang memiliki intensitas komunikasi setinggi ini dalam waktu yang singkat.
“Sejak pertemuan pertama kami di Malaysia pada bulan November tahun lalu, Menteri Sjafrie dan saya sudah sering bertemu lagi. Kami mengadakan pertemuan di Tokyo, kami berbicara lewat telepon, dan bahkan secara tidak sengaja bertemu di Bandara Narita sebulan yang lalu,” kenang Shinjiro dengan antusias. Dalam pertemuan di bulan November itulah, Shinjiro pertama kali menyampaikan hasrat besarnya untuk membawa hubungan kedua negara ke jenjang yang lebih tinggi.
Sjafrie Tepis Keraguan: “Kami Saling Hormat dan Saling Untung!”
Sementara itu, dengan tegas Sjafrie menekankan bahwa seluruh pertemuannya dengan Shinjiro dilandasi prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan. Kedua pihak secara konstruktif telah saling bertukar pandangan. Mereka membahas habis-habisan isu pembangunan pertahanan, sembari berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Hari ini, kami dengan bangga menandatangani Defense Cooperation Agreement antara Kementerian Pertahanan RI dan Kementerian Pertahanan Jepang. Dokumen ini menjadi salah satu instrumen kunci untuk memperkokoh kerangka kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara,” tegas Sjafrie di hadapan publik.
Sjafrie juga menambahkan kabar segar bahwa kedua negara sudah bulat sepakat. Mereka akan sama-sama mendorong kerja sama yang lebih konkret. Fokus utamanya tertuju pada sektor industri pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Bahkan, sejak pertemuan di Bali hingga Jakarta, keduanya secara intensif telah berdiskusi mengenai perkembangan strategis di kawasan. Dalam setiap pembahasan tersebut, Indonesia dan Jepang dengan lantang menegaskan pentingnya sikap saling menghormati kepentingan nasional serta konstitusi masing-masing negara.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

