Jakarta, Desapenari.id – Bayangkan adegan paling mencekam di lintasan balap! Setelah insiden mengerikan di MotoGP Catalunya 2026, Direktur olahraga MotoGP, Carlo Ezpeleta, akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan sejumlah rencana peningkatan keselamatan yang bakal mengubah dunia balap motor.
Ketika sesi siaran langsung berlangsung di sela-sela MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Ezpeleta dengan terus terang mengatakan bahwa kecelakaan dahsyat yang melibatkan Alex Marquez dan Johann Zarco menjadi perhatian serius penyelenggara. Ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
Insiden tersebut dengan gamblang memperlihatkan betapa besarnya risiko yang dihadapi para pebalap MotoGP di lintasan. Syukurlah, kedua pebalap bisa selamat tanpa mengalami cedera yang mengancam nyawa. Namun, semua orang masih bergidik mengingat kejadian itu.
“Kami sangat lega karena Alex dan Johann berada dalam kondisi baik sesuai situasi yang terjadi,” ujar Ezpeleta ketika dikutip dari Speedweek pada Sabtu (30/5/2026). Ia menghela napas lega sambil tersenyum tipis.
Sorotan Utama Jatuh pada Kecelakaan Zarco yang Mengerikan
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Sorotan utama langsung tertuju pada kecelakaan yang dialami Zarco. Pebalap Castrol Honda LCR itu terjatuh sesaat setelah start kedua ketika memasuki area pengereman dan berada di slipstream pebalap lain. Kejadiannya begitu cepat!
Motor Zarco kemudian menghantam Ducati Desmosedici milik Francesco Bagnaia dengan keras. Yang lebih mengerikan lagi, dalam tayangan ulang, kaki kiri Zarco terlihat sempat tersangkut di antara swingarm dan bagian belakang motor Ducati. Bayangkan betapa ngerinya situasi itu! Semua penonton langsung berteriak histeris.
Aturan Baru Mulai Digodok Panas-panasan
Setelah insiden tersebut, MotoGP kini menyiapkan sejumlah evaluasi menyeluruh terkait keselamatan. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah format grid start. Mengapa ini penting? Karena start menjadi fase paling krusial dan rawan kecelakaan.
MotoGP pun mempertimbangkan kemungkinan mengatur ulang posisi pebalap demi menciptakan ruang lebih besar pada fase awal start hingga menuju tikungan pertama. Dengan begitu, para pebalap bisa lebih leluasa bermanuver tanpa harus berdesakan seperti sarden kaleng.
Selain itu, penggunaan launch device atau holeshot device juga masuk dalam pembahasan serius. MotoGP akan berdiskusi secara intensif dengan para pebalap terkait kemungkinan pelarangan perangkat tersebut demi meningkatkan aspek keselamatan. “Kami tidak mau ambil risiko,” tegas Ezpeleta.
Modifikasi Motor Juga Masuk Daftar Prioritas
Tak hanya itu saja! Penyelenggara juga mempertimbangkan modifikasi pada motor. Salah satu usulan yang paling menarik ialah penambahan pelindung di area antara swingarm dan spakbor belakang. Tujuannya jelas: agar insiden mengerikan seperti yang dialami Zarco tidak kembali terjadi di masa depan. Ini langkah preventif yang sangat cerdas!
Evaluasi lain muncul setelah insiden yang melibatkan Pedro Acosta dan Alex Marquez. MotoGP tengah mengkaji kemungkinan penggunaan perangkat peringatan pada motor ketika terjadi gangguan teknis. Dengan fitur ini, pebalap akan langsung mendapat alarm jika ada masalah pada motornya. Bukankah itu sangat membantu?
Perubahan Baru Paling Cepat Terjadi di 2027
Meski demikian, Ezpeleta dengan jujur mengakui bahwa sebagian besar perubahan tersebut baru bisa diterapkan paling cepat mulai musim 2027. “Kami butuh waktu untuk mematangkan regulasi,” ujarnya dengan nada penuh pertimbangan.
Khusus untuk holeshot device, perangkat tersebut memang sudah dipastikan akan dilarang mulai MotoGP 2027. Oleh karena itu, pembahasan terkait regulasi keselamatan dinilai perlu segera dirampungkan. Jangan sampai ada korban lagi!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

