SIDOARJO, Desapenari.id – Sungguh pagi yang berubah menjadi tragedi duka! Sebuah kecelakaan beruntun dahsyat yang melibatkan tidak kurang dari lima kendaraan sekaligus, plus satu rumah warga yang porak-poranda, baru saja mengguncang Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu (10/6/2026) pagi yang kelam. Yang paling memilukan, insiden brutal ini langsung merenggut dua nyawa pengendara sepeda motor di tempat kejadian tanpa sempat mendapat pertolongan.
Berdasarkan kesaksian langsung seorang warga bernama Rohmat, mimpi buruk itu mulai bergulir ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S 1865 PM yang disetir Bashori Alwi tengah melaju kencang dari arah Mojokerto menuju Surabaya. Rohmat dengan mata kepalanya sendiri melihat bagaimana mobil mungil itu tiba-tiba mengambil ancang-ancang fatal. “Honda Brio itu melaju terlalu ke kanan sampai keluar dari marka jalan! Akibatnya, kendaraan yang datang dari arah berlawanan langsung menabraknya, jadilah adu banteng sengit di tengah jalan,” ujar Rohmat dengan nada masih tergetar, Rabu.
Tak lama setelah kejadian, Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono langsung turun tangan dan membenarkan kronologi mencekam tersebut. Menurut penjelasannya, kecelakaan berantai ini dipicu oleh Honda Brio yang diduga nekat melewati marka jalan hingga masuk ke jalur berlawanan saat melintas di lokasi kejadian. Polisi pun menjelaskan runtutan peristiwanya secara gamblang. “Pada saat mobil Honda Brio melaju dari arah Mojokerto menuju Surabaya, nah, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mobil Brio ini tiba-tiba terlalu ke kanan. Akhirnya, ia bertabrakan frontal dengan sebuah truk trailer besar yang datang dari arah sebaliknya,” ungkap Sugeng kepada awak media.
Benturannya bukan main keras! Bayangkan, sebuah mobil kecil melawan truk trailer bermuatan peti kemas bernomor polisi L 8249 UZ yang dikemudikan Anang Sudiebyo. Dampak hantaman itu sontak membuat Honda Brio kehilangan kendali dan berputar liar di aspal.
Begitu truk trailer menghajar Honda Brio, rangkaian malapetaka belum juga berhenti. Setelah adu banteng dengan truk raksasa, Honda Brio yang oleng itu kemudian berputar liar dan menghantam mobil Daihatsu Luxio bernomor polisi S 1198 NA yang dikemudikan Nur Cahyono. Di sisi lain, truk trailer yang berusaha menghindar justru oleng ke kanan dan secara mengerikan menabrak dua sepeda motor yang sedang melintas dengan tenang. Kedua motor malang itu adalah Honda Scoopy bernomor polisi W 2553 NFK dan Honda Beat bernomor polisi L 6083 BAA. “Setelah tabrakan dengan truk, mobil Brio terus menabrak mobil Luxio. Sementara itu, di saat yang sama, truknya malah menabrak dua sepeda motor hingga akhirnya baru berhenti total setelah merobohkan pagar rumah warga milik Isnora Andini Maretania,” terang Sugeng lagi, merinci betapa kacau dan mencekamnya lokasi kejadian.
Tentu saja, amukan kecelakaan ini meninggalkan pemandangan yang sangat memilukan. Pagar rumah warga yang kokoh kini roboh rata dengan tanah, bahkan sebagian bangunan rumah ikut rusak parah akibat diserempet kendaraan berat. Tak hanya itu, seluruh kendaraan yang terlibat dalam insiden maut ini juga ringsek berat, memperjelas betapa dahsyatnya benturan yang terjadi pagi itu.
Yang paling mematahkan hati, dua jiwa harus melayang sia-sia di lokasi kejadian. Kedua korban yang meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai Sugito, pengendara Honda Scoopy yang merupakan warga Balongbendo, Sidoarjo, dan Rizal Afifudin, pengendara Honda Beat asal Mojowarno, Jombang. Keduanya tidak sempat selamat. Mereka menghembuskan napas terakhir di tempat karena luka-luka berat yang tidak tertahankan akibat terlindas kendaraan besar. “Kedua korban sudah segera kami evakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika. Jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga yang berduka,” jelas Sugeng dengan nada penuh simpati.
Setelah kejadian ini, jajaran petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung bertindak cepat. Mereka menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) secara detail, mengevakuasi semua kendaraan yang ringsek, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat macet panjang hingga berjam-jam. Semua dilakukan demi menyelidiki akar masalah dari tragedi ini.
Hasil penyelidikan awal pun mulai mengerucut. Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian tunggal. Sang pengemudi Honda Brio disebut-sebut kehilangan konsentrasi saat menyetir, sehingga kendaraannya secara membahayakan keluar dari lajur sendiri dan masuk ke jalur berlawanan. “Faktor utama yang memengaruhi kecelakaan maut ini, sementara kami duga karena pengemudi mobil Honda Brio kurang konsentrasi saat berkendara,” ungkap Sugeng.
Proses penyelidikan masih terus berjalan hingga detik ini. Pihak kepolisian belum berhenti menggali penyebab pasti di balik hilangnya konsentrasi pengemudi. Penanganan kasus ini pun sudah dilimpahkan ke Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Sidoarjo untuk proses penyidikan yang lebih mendalam. Jangan ke mana-mana, nantikan perkembangan terbaru dari kasus yang merenggut dua nyawa ini!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

