SAMPANG, Desapenari.id – Sebuah peristiwa mencekam mengguncang Dusun Solong Timur, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Pasalnya, sumur bor yang sedianya digali untuk mengatasi krisis air bersih di musim kemarau justru menyemburkan api dari perut bumi! Lubang sedalam 42 meter itu diduga kuat mengandung gas alam yang keluar dari dalam tanah, membuat warga sekitar bergidik ketakutan.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengungkapkan awal mula munculnya kobaran api yang menghebohkan itu. Menurutnya, kejadian bermula ketika warga setempat nekat melakukan pengeboran untuk mencari titik sumber air di tengah teriknya musim kemarau yang melanda wilayah tersebut. Mereka berharap sumur bor ini dapat menjadi solusi bagi kebutuhan sehari-hari.
Proses pengeboran sendiri dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026 lalu. Dengan penuh semangat dan kerja keras, warga melakukan pengeboran secara bertahap selama enam hari berturut-turut. Hari demi hari mereka lewati dengan harapan besar, hingga akhirnya pada hari keenam, tepatnya hari ini, pengeboran mencapai kedalaman yang sangat signifikan. “Setelah melewati proses panjang, akhirnya kedalaman sumur bor itu mencapai 42 meter,” jelas Hozin saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (8/7/2026).
Di pagi hari, sebelum peristiwa dramatis terjadi, suasana masih terbilang normal dan tidak ada yang mencurigakan. Hozin menceritakan bahwa pada awal pagi itu, sumur bor justru mengeluarkan air dengan debit yang cukup deras dan jernih. Semua warga yang hadir merasa lega dan bahagia karena usaha mereka membuahkan hasil. Mereka bahkan sudah mulai membayangkan bagaimana air melimpah itu bisa mengairi ladang dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama dan berubah menjadi ketakutan saat menjelang waktu siang tiba. Tiba-tiba, debit air dari lubang sumur mulai menyusut drastis dan perlahan-lahan menurun. Tidak hanya itu, suasana yang tadinya normal kini berubah mencekam ketika aroma menyengat mulai tercium kuat dari dalam lubang. Bau yang mirip dengan gas bumi itu langsung membuat warga yang berada di sekitar lokasi mulai gelisah dan waswas.
“Setelah bau gas yang menyengat itu muncul, tidak butuh waktu lama bagi kami untuk melihat sesuatu yang sangat menakutkan,” kenang Hozin dengan nada khawatir. Dari dalam lubang sumur yang gelap, tiba-tiba menyembur nyala api yang membuat semua orang yang menyaksikan terperanjat. Kobaran api itu tidak hanya kecil, melainkan cukup besar dan menjulang setinggi satu meter di atas permukaan tanah!
Bayangkan, sumur bor yang tadinya diharapkan menjadi sumber kehidupan malah berubah menjadi sumber bahaya yang mengancam keselamatan. Api yang membara itu terus menyala dan membuat warga sekitar panik setengah mati. Kekhawatiran terbesar mereka adalah kemungkinan api tersebut membesar dan menjalar ke pemukiman warga yang tidak jauh dari lokasi pengeboran.
Tanpa membuang waktu, warga segera bertindak cepat dengan melaporkan kejadian fantastis ini kepada pihak desa. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berjenjang hingga akhirnya sampai ke meja BPBD Kabupaten Sampang. Begitu menerima kabar tersebut, Hozin dan timnya langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Sesampainya di lokasi, Hozin dan timnya langsung melakukan koordinasi intensif dengan aparat keamanan dari TNI dan Polri. Mereka bahu-membahu melakukan pengamanan di sekitar area sumur bor untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi mengingat potensi bahaya yang sangat besar dari semburan gas dan api tersebut.
Untuk meminimalisir potensi risiko yang lebih besar, BPBD Kabupaten Sampang segera mengambil tindakan strategis. Mereka memasang pipa paralon sepanjang 2 meter di mulut lubang sumur bor yang menjadi titik keluarnya api. Pemasangan pipa ini bertujuan untuk mengarahkan gas yang keluar dan mencegah kobaran api menyebar ke area yang lebih luas yang dapat membahayakan warga dan lingkungan sekitar.
Meskipun saat ini sumur tersebut sudah tidak lagi mengeluarkan api, Hozin menegaskan bahwa langkah antisipasi tetap harus dilakukan. Pipa paralon yang telah dipasang akan tetap berada di lokasi sebagai bentuk kewaspadaan jangka panjang. “Kami tidak mau mengambil risiko, meskipun api sudah padam, potensi bahaya masih ada,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hozin juga memberikan imbauan keras kepada seluruh warga di Dusun Solong Timur dan sekitarnya untuk tidak mendekati area sumur bor tersebut. Bahkan, ia dengan tegas melarang warga menyalakan api di sekitar titik sumur bor karena dapat memicu ledakan besar. “Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Kami mohon dengan sangat agar semua orang menjauhi area ini,” pungkasnya dengan nada serius.
Peristiwa sumur bor mengeluarkan api ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dan pengetahuan tentang potensi bahaya di dalam bumi, terutama saat melakukan pengeboran di wilayah yang belum terpetakan dengan baik. Pihak berwenang pun akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap situasi ini untuk memastikan keamanan warga tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, suasana di Dusun Solong Timur masih dalam keadaan siaga. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan jika terjadi hal-hal yang mencurigakan di sekitar lokasi. BPBD bersama aparat keamanan akan terus bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Ini adalah peringatan keras bahwa alam memiliki misteri yang tidak selalu bisa kita duga. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

