PADANG, Desapenari.id – Geger! Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Selasa (14/7/2026). Tim gabungan dari Polda Sumatra Barat dan Polresta Padang pun langsung bergerak cepat bagaikan kilat, melakukan investigasi mendalam usai peristiwa bom eksplosif yang menghebohkan warga sekitar itu.
Bayangkan, suasana sekolah yang biasanya tenang tiba-tiba berubah menjadi mencekam! Kabid Humas Polda Sumbar menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan seluruh kekuatan untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh dan komprehensif. Mereka tidak main-main, berbagai satuan khusus pun dikerahkan untuk membongkar misteri di balik ledakan ini.
Langkah cepat ini melibatkan tim Inafis Polda Sumbar yang keahliannya sudah teruji, Polresta Padang yang sigap, serta satuan Penjinak Bom atau Jibom Brimob Polda Sumbar yang bertindak dengan penuh keberanian. Bahkan, mereka juga mendapat asistensi langsung dari Satgas Wilayah Sumatra Barat Densus 88 Antiteror Polri, menunjukkan betapa seriusnya penanganan kasus ini.
19 Barang Bukti Diamankan, Ternyata Ada 3 Bom Aktif!
Setelah melakukan olah TKP yang intensif, petugas gabungan berhasil mengamankan total 19 item barang bukti yang sangat erat kaitannya dengan peristiwa ledakan tersebut. Jumlah ini sungguh mencengangkan dan menunjukkan betapa kompleksnya kasus ini.
Yang lebih mengejutkan lagi, setelah berkoordinasi secara intensif dengan tim Jibom, terungkap fakta bahwa di lokasi kejadian ternyata terdapat total empat bom rakitan! Satu di antaranya sudah meledak dan menyebabkan kepanikan massal, namun tiga bom lainnya ditemukan dalam kondisi aktif dan siap meledak kapan saja!
Bayangkan betapa gentingnya situasi saat itu! Namun, tim Jibom dengan sigap bertindak cepat. “Ada kemarin koordinasi dengan Jibom itu satu yang sudah meledak, dan ada kalau tidak salah tiga lagi itu yang masih belum meledak. Pada sore hari jam 18.00 WIB kemarin, tim Jibom langsung melakukan tindakan pembuangan atau disposal untuk mematikan bahan-bahan yang berbahaya tersebut,” papar Kabid Humas dengan nada tegas. Mereka langsung melakukan disposal atau peledakan terkendali demi menjamin keselamatan warga sekitar.
7 Saksi Diperiksa Maraton, Orang Tua dan Satpam Ikut Dipanggil!
Proses penyelidikan pun berjalan dengan sangat cepat dan intensif. Hingga saat ini, pihak kepolisian sudah memeriksa secara maraton tujuh orang saksi guna mendalami kronologi kejadian yang sebenarnya. Mereka tidak memberi celah sedikit pun bagi pelaku!
Saksi-saksi tersebut meliputi terlapor sendiri, petugas keamanan atau satpam yang berada di lokasi kejadian saat ledakan terjadi, hingga kedua orang tua terlapor yang sejak malam kemarin sudah dihadirkan dan dimintai keterangan secara detail.
Selain itu, polisi juga berencana memanggil beberapa guru sekolah dari terlapor guna melengkapi berkas perkara agar tidak ada satupun informasi yang terlewatkan.
Fakta Mencengangkan! Pelaku R (17) Belajar Merakit Bom dari Internet!
Diberitakan sebelumnya, penyelidikan mendalam yang dilakukan Polresta Padang justru mengungkap fakta baru yang semakin mengejutkan! Ternyata di balik aksi nekat R (17), siswa MAN 3 Kota Padang ini, ada persiapan yang dilakukan secara matang dan terencana!
Rupanya, R telah mempersiapkan bom rakitan tersebut dengan sangat detail sejak beberapa bulan lalu. Betapa mirisnya, seorang pelajar SMA ternyata mampu merakit bom mematikan!
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, membeberkan dengan gamblang bahwa remaja berusia 17 tahun ini merakit senjata berbahaya tersebut secara mandiri tanpa bantuan siapa pun dan dilakukan sembunyi-sembunyi di dalam kamarnya sendiri. Bayangkan, kamar yang seharusnya menjadi tempat istirahat justru dijadikan laboratorium bom!
Belajar Formula Bom Secara Otodidak Lewat Internet!
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang berlangsung alot, proses persiapan keji ini ternyata sudah dimulai sekitar empat bulan yang lalu. R secara otodidak dengan tekad bulat mencari tahu formula, komposisi bahan kimia, hingga panduan teknis pembuatan bom melalui jaringan internet.
“Proses belajar otodidak melalui internet berlangsung sejak empat bulan terakhir. Setelah memahami cara (merakit), R mulai membeli alat dan bahan baku secara mandiri melalui toko daring atau e-commerce,” ujar Yasin dengan ekspresi serius, Selasa (14/7/2026) malam.
Dirakit Sembunyi-sembunyi di Kamar, Tanpa Sepengetahuan Orang Tua!
Setelah seluruh komponen yang dipesan secara online tiba di rumahnya, R segera memanfaatkan ruang kamarnya sebagai “laboratorium” mini untuk merakit bom. Di sanalah ia merangkai komponen-komponen tersebut menjadi sebuah bom siap ledak tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun dari pihak keluarga.
“Barulah R secara sembunyi-sembunyi merakit bom di rumah tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarga,” kata Yasin menegaskan.
Bom yang sudah rampung dirakit itu sempat disimpan oleh R di dalam kamarnya selama beberapa waktu. Namun, pada Selasa pagi yang naas itu, R memberanikan diri memasukkan bom tersebut ke dalam tasnya dan membawanya ke lingkungan sekolah dengan niat yang sudah bulat.
Target Utama: Pelaku Perundungan yang Sudah Bertahun-tahun!
Polisi mengungkapkan bahwa persiapan matang ini bukan tanpa alasan. R ternyata didorong oleh dendam akibat perundungan atau bullying panjang yang dialaminya sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga kelas XII MAN. Bom rakitan tersebut sengaja dipersiapkan dan dibawa ke sekolah dengan target yang sudah ditentukan, yaitu teman-teman sekelasnya yang diduga selama ini menjadi pelaku perundungan terhadap dirinya. R pun meledakkan bom itu sebagai bentuk perlawanan ekstrem atas penderitaan yang ia alami bertahun-tahun.
Meski ledakan sempat merusak sejumlah fasilitas di dalam kelas dan memicu kepanikan yang luar biasa di kalangan pelajar dan guru, polisi memastikan tidak ada korban jiwa atau luka serius dalam insiden ini.
Densus 88 Antiteror Polri Dilibatkan!
Mengingat tindakan R melibatkan pembuatan dan kepemilikan bahan peledak secara ilegal, Polresta Padang kini memberikan perhatian khusus pada kasus ini dengan melibatkan satuan khusus antiteror. Saat ini, R masih diamankan di Mapolresta Padang dengan didampingi orang tuanya untuk proses pendalaman lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga langsung menggandeng Densus 88 Antiteror untuk meneliti lebih lanjut mengenai jenis bom dan tingkat daya ledak dari bom yang dirakit oleh remaja tersebut.
“Sembari melakukan pemeriksaan awal, kami juga menunggu petunjuk serta koordinasi dengan Mabes Polri dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk penanganan lebih lanjut,” pungkas Yasin mengakhiri pernyataannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

