PADANG, Desapenari.id – Kota Padang mencatatkan rekor fantastis sebagai daerah dengan target pembangunan hunian tetap (huntap) terbesar se-Sumatera Barat dalam upaya pemulihan pascabencana banjir bandang atau galodo yang melanda beberapa waktu lalu. Bayangkan, lebih dari 500 unit huntap kini tengah dibangun secara massif untuk merelokasi warga terdampak yang hingga detik ini masih bertahan di hunian sementara (huntara). Angka ini benar-benar mencengangkan dan menjadi perhatian serius pemerintah pusat!
Hal mengejutkan ini diungkapkan langsung oleh Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, ketika meninjau langsung progres pembangunan huntap di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (20/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, Kastorius menyampaikan data yang tak terbantahkan bahwa Kota Padang memikul beban terbesar dengan target pembangunan yang mencapai lebih dari seperempat total keseluruhan huntap di Sumatera Barat.
“Kota Padang memikul target pembangunan huntap tertinggi di Sumatera Barat, lebih dari 500 unit atau sekitar seperempat dari total target provinsi,” tegas Kastorius dengan nada optimis di hadapan awak media.
Progres Cepat, Pemerintah Pusat Beri Apresiasi!
Yang lebih menggembirakan, berdasarkan pemantauan ketat pemerintah pusat, progres penanganan pascabencana di Kota Padang tergolong sangat cepat dan melampaui ekspektasi. Penilaian ini tentu tidak dibuat main-main karena mengacu pada dasbor monitoring Satgas Pusat yang mengukur 38 indikator penanganan pascabencana secara komprehensif. Mulai dari pembangunan huntap dan huntara, penyaluran dana tunggu hunian, bantuan sosial yang tersalurkan, pemulihan lahan pertanian yang terdampak, hingga rehabilitasi sungai yang menjadi urat nadi kota ini.
Kastorius pun tak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap kerja keras semua pihak yang terlibat. Menurutnya, pembangunan huntap di Padang berjalan dengan mulus berkat penyediaan lahan yang menggunakan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) serta kolaborasi luar biasa dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi yang turut serta dalam program kemanusiaan ini.
340 Unit di Balai Gadang, 39 Unit Hampir Rampung!
Di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka sendiri, sebanyak 340 unit huntap sedang dalam tahap pembangunan yang sangat progresif. Kabar baiknya, dari jumlah tersebut, 39 unit telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan tuntas pada akhir Juli ini. Dapat dibayangkan, dalam waktu dekat, puluhan keluarga akan segera menempati rumah baru mereka yang lebih layak dan aman.
“Melihat paparan dan kondisi di lapangan, perencanaan dan realisasi fisiknya berjalan cukup baik,” ujar Kastorius dengan nada puas usai berkeliling melihat langsung proses pembangunan yang berlangsung.
Dalam kunjungan penting ini, Kastorius didampingi oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, yang turut memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan anggaran. Horas dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah pusat akan terus mengawasi ketat penggunaan tambahan TKD sebesar Rp 371,85 miliar yang telah diterima Pemerintah Kota Padang untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
“Kami melihat progres dan persiapannya cukup baik, termasuk pengadaan lahan huntap. Kami akan terus memantau agar realisasinya tepat sasaran karena fasilitas ini sangat ditunggu masyarakat,” kata Horas dengan penuh tanggung jawab.
Target Akhir 2026, Awal Tahun Depan Warga Pindah!
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, memberikan target yang jelas dan terukur bahwa pembangunan huntap ini ditargetkan selesai seluruhnya pada akhir 2026. Dengan rincian, sebanyak 340 unit dibangun megah di kawasan Balai Gadang, sedangkan sisanya akan dibangun di kawasan Sungkai yang tak kalah strategis.
Menurut Raju, seluruh huntap megah ini disiapkan khusus untuk merelokasi 523 keluarga yang hingga kini masih bertahan di huntara dengan kondisi yang kurang layak. “Target kami seluruh pembangunan selesai akhir tahun ini sehingga awal tahun depan warga sudah bisa direlokasi ke huntap,” ujar Raju dengan penuh keyakinan.
Rumah Tipe 36 Lengkap dengan Fasilitas Dasar!
Yang membuat program ini semakin menarik adalah spesifikasi rumah yang disiapkan. Perwakilan teknis pembangunan huntap, Kahar, menjelaskan dengan detail bahwa setiap rumah dibangun dengan tipe 36 berukuran 6 x 6 meter yang cukup luas untuk keluarga. Setiap unit dilengkapi dengan dua kamar tidur yang nyaman, satu kamar mandi yang bersih, dan satu dapur fungsional sebagai fasilitas dasar bagi keluarga penerima manfaat. Sungguh sebuah hunian yang layak dan membanggakan!
Program pembangunan huntap masif ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana galodo yang melanda Sumatera Barat. Dengan jumlah terbanyak di provinsi ini, Kota Padang menunjukkan komitmen luar biasa dalam memulihkan kehidupan warganya yang terdampak musibah.
Masyarakat pun menyambut antusias program ini, mengingat selama ini mereka harus bertahan di huntara dengan segala keterbatasannya. Kini, dengan adanya huntap yang representatif, harapan untuk hidup normal kembali terbuka lebar. Pemerintah pun berjanji akan terus memantau dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Yang tak kalah penting, pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran dilakukan secara berlapis untuk mencegah penyimpangan. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, program ini diyakini akan sukses besar dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan pascabencana.
Ke depan, diharapkan pembangunan huntap ini tidak hanya menyelesaikan masalah tempat tinggal, tetapi juga menjadi awal kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendampingi warga agar kehidupan baru mereka di huntap benar-benar membawa perubahan positif yang signifikan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

