JAYAPURA, Desapenari.id – Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Satuan Reskrim Polres Jayawijaya langsung bergerak cepat menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) usai aksi penembakan mengerikan yang menimpa personil Polsek Asologaima di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa (18/8/2026).
Begitu tiba di lokasi, petugas langsung menyisir setiap sudut area yang diduga menjadi sarang pelaku. Tak butuh waktu lama, tim gabungan berhasil menemukan puluhan selongsong peluru berkaliber 5,56 milimeter yang berserakan di sekitar lokasi. Dari hasil pengamatan awal, petugas menduga titik tersebut merupakan posisi pelaku melepaskan tembakan ke arah pos jaga Polsek Asologaima.
“Hasil olah TKP kami cukup signifikan, anggota kami menemukan jejak kaki mencurigakan serta 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di sekitar lokasi yang kami duga menjadi titik asal tembakan,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, saat memberikan keterangan pers pada Rabu (19/8/2026).
Dengan sigap, seluruh barang bukti yang ditemukan langsung diamankan oleh personel di lapangan. Tak main-main, setiap selongsong dan jejak kaki tersebut akan menjalani proses identifikasi forensik secara intensif. Semua ini dilakukan demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut yang kini menjadi fokus utama Satreskrim Polres Jayawijaya.
“Seluruh temuan kami amankan dengan prosedur ketat. Semua barang bukti ini akan kami bawa ke laboratorium forensik untuk diuji lebih lanjut. Kami tidak akan membiarkan satu pun petunjuk terlewat,” tegas Faizal Ramadhani dengan nada penuh keyakinan.
Nah, yang menarik perhatian publik, ketika tim melakukan pemeriksaan mendetail di area Kantor Polsek Asologaima, mereka sama sekali tidak menemukan bekas tembakan, baik pada dinding bangunan maupun lingkungan sekitar kantor. Hal ini justru memunculkan teka-teki baru bagi para penyidik.
“Meski tembakan terdengar cukup ramai, dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada bekas tembakan yang menempel pada bangunan. Ini tentu menjadi catatan penting bagi kami dalam menyusun rekonstruksi kejadian,” tambahnya.
Lebih mencengangkan lagi, dari peristiwa penembakan yang mengguncang tersebut, tidak ada satu pun korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan. Begitu pula dengan kerugian material, bangunan Polsek Asologaima dinyatakan aman dan tidak mengalami kerusakan berarti.
“Syukurlah tidak ada korban maupun kerugian material pada bangunan Polsek Asologaima. Namun, ini tetap menjadi peringatan serius bagi kami,” ujarnya dengan ekspresi tegas.
Meski belum ada korban, Faizal Ramadhani menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Justru sebaliknya, tim penyidik akan terus melakukan pendalaman secara masif untuk mengungkap siapa dalang di balik aksi penembakan biadab ke arah Polsek Asologaima.
“Kami pastikan penyelidikan ini tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus bergerak untuk memastikan fakta-fakta di lapangan sekaligus mengidentifikasi pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Jangan harap pelaku bisa lolos dari jeratan hukum!” tegasnya dengan lantang.
Sekadar mengingatkan, peristiwa nahas ini bermula pada Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 06.00 WIT. Saat itu, personil Polsek Asologaima bersama BKO Brimob yang tengah berjaga mendadak dikejutkan oleh tembakan bertubi-tubi yang datang dari arah yang tidak terduga. Kurang lebih 10 kali suara letusan senjata api menggema di sekitar pos jaga.
Mendengar tembakan tersebut, seluruh personel yang sedang bertugas langsung meningkatkan kewaspadaan ke level maksimum. Tanpa membuang waktu, mereka segera mengambil posisi dan melakukan respons cepat terhadap setiap bunyi tembakan yang terdengar. Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan tersebut.
Tak berhenti di situ, setelah insiden penembakan berakhir, pihak kepolisian langsung mengambil langkah strategis dengan melakukan penambahan kekuatan personel dari Satgas Operasi Damai Cartenz. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan pemantauan ketat serta penyisiran di seluruh wilayah sekitar.
Penambahan kekuatan ini juga bertujuan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan kondusif. Lebih dari itu, langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap kemungkinan adanya gangguan keamanan lanjutan yang bisa terjadi kapan saja.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Dengan tambahan personel, kami yakin bisa menekan potensi ancaman dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkas Faizal Ramadhani.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Pihak kepolisian berkomitmen akan mengungkap kasus ini secara tuntas dan membawa para pelaku ke meja hijau.
Pantau terus update terbaru seputar kasus ini hanya di Desapenari.id. Jangan sampai ketinggalan informasi penting lainnya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

