Desapenari.id – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur! Setelah melalui proses panjang dan penantian yang tak sebentar, pembangunan 2.100 unit rumah khusus atau yang akrab disebut rusus bagi para eks pejuang Timor Timur akhirnya resmi rampung. Proyek ambisius yang digarap secara multiyears selama periode 2022 hingga 2024 ini kini telah mencapai progres sempurna 100 persen. Seluruh unit hunian pun dinyatakan telah siap untuk segera ditempati oleh penerima manfaat yang sudah tak sabar menikmati rumah baru mereka.
Bukan sekadar menyediakan atap dan dinding, proyek besar ini juga dilengkapi dengan beragam infrastruktur permukiman yang pastinya akan sangat mendukung aktivitas keseharian masyarakat. Di kawasan tersebut, pemerintah telah membangun jalan-jalan yang mulus, sistem drainase yang tertata rapi, beragam fasilitas umum dan sosial, jaringan air minum yang memadai, hingga prasarana pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Semua itu dirancang untuk menciptakan lingkungan hunian yang nyaman, sehat, dan tentunya layak bagi penghuninya.
Proses serah terima unit hunian sendiri telah berlangsung secara bertahap sejak September 2025 lalu. Rangkaian kegiatan yang cukup panjang ini akhirnya resmi ditutup dengan pelaksanaan serah terima tahap kelima sebanyak 645 unit yang berlokasi di kawasan perumahan Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, pada Rabu (19/8/2026). Dengan selesainya seluruh tahapan penyerahan kunci tersebut, kawasan hunian rusus kini benar-benar siap dimanfaatkan secara penuh oleh seluruh penerima manfaat.
Mewakili pemerintah pusat, Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Pembangunan Kawasan Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, M Bayu Moelyanto, menyampaikan bahwa proyek pembangunan ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi yang tulus dari negara atas pengabdian serta kontribusi besar yang telah diberikan oleh para pejuang eks Timor Timur. Mereka adalah sosok-sosok pilihan yang dengan teguh memilih untuk tetap setia berada di pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Pembangunan ini kami hadirkan sebagai bukti nyata bahwa jasa dan perjuangan mereka tidak pernah dilupakan,” tegas Bayu saat ditemui pada Kamis (20/8/2026).
Kehadiran rusus beserta seluruh infrastruktur pendukungnya ini diharapkan mampu menjadi katalis positif dalam meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal. Lebih dari itu, pemerintah juga berharap agar hunian baru ini dapat mendukung kehidupan masyarakat yang lebih layak, produktif, dan berkelanjutan ke depannya. Dengan fasilitas yang lengkap dan lingkungan yang tertata, diharapkan kesejahteraan penghuni pun ikut meningkat.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede turut angkat bicara menyikapi rampungnya proyek monumental ini. Menurutnya, selesainya pembangunan 2.100 rumah tersebut menjadi bukti otentik kehadiran negara di tengah masyarakat setelah sekian lama dinanti oleh warga eks Pejuang Timor Timur. “Jika selama ini masyarakat bertanya kapan negara benar-benar hadir, maka hari ini kita bisa menjawab dengan lantang bahwa negara hadir! Memang masih ada banyak persoalan yang tertinggal selama 27 tahun ini dan belum semuanya terselesaikan. Namun, pemerintah telah menunjukkan langkah nyata dan komitmen kuat untuk terus menyelesaikannya sedikit demi sedikit,” ujar Yosef dengan penuh keyakinan.
Warga Syukur Tak Terkira, Rumah Layak dan Nyaman!
Salah satu penerima manfaat yang beruntung, Dince A Boys (41), warga asal Desa Camplong II, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Setelah menerima kunci rumah di Blok C216, perempuan ini mengaku sangat bersyukur dan merasa seperti mimpi menjadi kenyataan. Dengan mata berbinar, ia menceritakan bahwa rumah yang diterimanya berada dalam kondisi yang sangat baik dan benar-benar layak huni. Sebelum mendapatkan rumah mulus ini, Dince mengaku tinggal di rumah peninggalan orangtuanya yang sudah tua dan kurang layak. “Alhamdulillah, kondisi rumah ini sangat bagus, bersih, rapi, dan benar-benar memuaskan hati. Saya sangat senang karena sekarang memiliki rumah sendiri dengan hak milik yang jelas,” tuturnya dengan penuh haru.
Dengan kepemilikan rumah baru ini, Dince langsung memutar otak untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Ia berencana untuk membuka usaha kecil-kecilan yang bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarganya. Salah satu ide yang menggelayut di pikirannya adalah membuka bengkel atau kios sembako di sekitar area rumahnya. Selain itu, Dince juga menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan lingkungan. Ia berharap agar pos keamanan segera disediakan di kawasan perumahan agar para penghuni merasa lebih aman dan tenteram.
Tak hanya Dince, penerima manfaat lainnya, Manuel Henriques (65), juga turut meluapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam terhadap pemerintah. Pria berusia senja ini mengaku sangat terkesan dengan kualitas bangunan yang disediakan. “Rumah ini sudah luar biasa bagus dan sangat layak untuk kami tempati bersama keluarga. Kami semua sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan nasib kami,” ungkap Manuel dengan suara lantang. Baginya, rumah ini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan juga simbol pengakuan dan penghargaan negara atas perjuangan yang pernah ia dan kawan-kawannya lakukan.
Dengan telah rampungnya seluruh proses pembangunan dan serah terima ini, diharapkan kehidupan para eks pejuang Timor Timur beserta keluarganya akan semakin baik dan sejahtera. Kini, mereka bisa menatap masa depan dengan lebih optimis dan penuh semangat di hunian baru yang representatif. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan bahwa kawasan ini berkembang menjadi permukiman yang benar-benar ideal dan membawa berkah bagi seluruh penghuninya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

