SUMENEP, Desapenari.id – Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan perbukitan Pulau Kangean, Madura, pada Kamis (20/8/2026) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Tak kurang dari 35 unit sepeda motor milik warga hangus terbakar dalam insiden yang menggemparkan masyarakat setempat. Lokasi kejadian berada di Gunung Eteng, tepatnya di perbatasan Desa Tembayangan dan Desa Jukong-Jukong, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Adi Susanto, salah seorang warga Desa Tembayangan yang pertama kali mengetahui kejadian ini, langsung membenarkan kabar mengerikan tersebut. Sambil masih tampak terkejut, ia menjelaskan bahwa sepeda motor yang menjadi korban kebakaran itu sebenarnya bukanlah kendaraan yang dititipkan kepada siapa pun. “Itu bukan penitipan. Itu tempat parkir, tempat parkir bebas,” ujar Adi dengan tegas saat ditemui di Sumenep, Kamis malam.
Dengan santai namun serius, Adi kemudian menguraikan kebiasaan warga di sana. Menurutnya, lokasi tersebut selama ini memang menjadi andalan warga dari berbagai desa untuk memarkir sepeda motornya. “Warga biasa meninggalkan kendaraan di sini karena harus berjalan kaki menuju lahan pertanian yang terletak di daerah yang tidak bisa dijangkau motor. Bahkan, banyak dari mereka yang menginap berhari-hari di kebun,” terangnya. Situasi ini membuat area parkir itu selalu dipenuhi puluhan motor setiap harinya, terutama saat musim tanam atau panen tiba.
Warga Syok: Ini Kejadian Pertama, Area Parkir Selama Ini Terbilang Aman
Ketika ditanya mengenai penyebab kebakaran, Adi mengungkapkan bahwa warga setempat kerap membakar daun-daun kering di sekitar area tersebut. Namun, ia dengan cepat menambahkan bahwa musabab pasti dari peristiwa nahas ini masih belum bisa dipastikan. “Biasanya memang kadang ada warga yang bakar daun kering, tapi musababnya belum jelas,” katanya sambil menggelengkan kepala.
Yang membuat peristiwa ini semakin menarik perhatian adalah fakta bahwa kebakaran massal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di Gunung Eteng. Adi menegaskan bahwa ini merupakan pengalaman pahit pertama bagi warga. “Kalau kebakaran ini baru pertama kali,” ucapnya dengan nada heran. Selama bertahun-tahun, area parkir tersebut dianggap relatif aman dan terhindar dari berbagai insiden serius.
Menariknya, Adi juga menyampaikan bahwa selama ini kawasan parkir tersebut tergolong cukup aman dari aksi pencurian. Meskipun motor-motor itu dibiarkan begitu saja dalam waktu yang cukup lama, warga tidak pernah mengeluhkan kehilangan kendaraan. “Sejauh ini aman. Sekalipun kehilangan bensin, hanya itu tidak sampai motor,” ungkapnya dengan nada setengah bercanda. Namun, kini rasa aman itu sirna seketika setelah puluhan motor justru hangus dilalap si jago merah.
Tak hanya itu, Adi melontarkan dugaan yang lebih serius. Ia mencurigai bahwa kebakaran tersebut mungkin bukan murni kecelakaan. “Takut ada permasalahan pribadi. Niatnya satu sepeda, tapi karena sepedanya ngumpul, kena semua,” ujarnya dengan nada was-was. Pernyataan ini sontak memicu spekulasi di kalangan warga bahwa bisa jadi ada oknum yang sengaja membakar satu motor tertentu, namun apinya justru merambat ke puluhan motor lain yang terparkir berdekatan.
Meski begitu, Adi dengan bijak mengingatkan bahwa semua dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan yang lebih mendalam di lokasi kejadian. Ia berharap pihak berwenang segera mengungkap fakta sebenarnya agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Motor Korban Berasal dari Lima Desa, Polisi Masih Selidiki Misteri Api
Sementara itu, Muhlis Rawi, warga Desa Jukong-Jukong yang juga turut menyaksikan dampak kebakaran, memberikan keterangan tambahan. Ia menyebutkan bahwa sepeda motor yang hangus terbakar tersebut ternyata berasal dari berbagai desa di sekitar Pulau Kangean. “Ada dari Cangkarama’an, Tembayangan, Jukong-Jukong, Timur Jangjang, hingga Daandung,” jelas Muhlis.
Muhlis kemudian menjelaskan alasan mengapa warga memilih meninggalkan kendaraannya di Gunung Eteng. Menurutnya, kondisi geografis yang berat membuat warga tidak mungkin membawa motor hingga ke pekarangan rumah mereka. “Sepeda itu ada milik warga, yang memang tidak memungkinkan dibawa ke rumahnya. Ada juga warga yang menuju lahan pertaniannya, yang kalau ke lahan pertanian menginap, jadi sepedanya di sana ditaruhnya,” ungkap Muhlis dengan logis.
Hingga Kamis malam, api pun berhasil dipadamkan, namun misteri penyebab kebakaran masih menyisakan tanda tanya besar. Petugas Kepolisian dari Polsek Kangayan pun bergerak cepat dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan bukti-bukti awal. “Sudah ada anggota Polsek Kangayan ke lokasi kejadian,” pungkas Muhlis mengakhiri keterangannya.
Meski hingga kini penyebab pasti kebakaran belum juga terungkap, kehadiran aparat kepolisian diharapkan mampu menenangkan warga yang mulai resah. Sementara itu, warga sekitar berharap agar pelaku, jika memang ada unsur kesengajaan, segera ditangkap dan diproses hukum. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga keamanan bersama dan tidak menyimpan dendam pribadi yang bisa merugikan banyak orang.
Meskipun belum ada perhitungan resmi, kerugian akibat kebakaran 35 unit sepeda motor ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sebagian besar korban adalah petani kecil yang menggantungkan hidupnya pada kendaraan roda dua tersebut untuk mengangkut hasil pertanian. Kini, mereka harus kehilangan aset berharga dalam sekejap mata.
Peristiwa kebakaran ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar tidak terjadi lagi di masa mendatang. Apakah ini murni kelalaian atau ada tangan jahil yang bermain? Semua mata kini tertuju pada hasil penyelidikan polisi. Satu hal yang pasti, Gunung Eteng yang biasanya tenang kini berubah menjadi pusat perhatian karena peristiwa nahas yang menimpa puluhan motor warga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

