Bekasi, Desapenari.id – Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ketika ledakan mengerikan dari tabung gas LPG 3 kilogram merenggut dua nyawa sekaligus pada Jumat (28/8/2026) dini hari. Peristiwa tragis yang menggetarkan warga sekitar ini tidak hanya menewaskan seorang ayah dan anak kesayangannya, namun juga melukai empat anggota keluarga lainnya dengan luka bakar yang cukup parah.
Keduanya sempat berjuang, namun takdir berkata lain
Dua jiwa yang harus pergi untuk selama-lamanya dalam peristiwa nahas ini adalah Deni Setiawan (36), seorang ayah yang berjuang mencari nafkah untuk keluarganya, dan putra tercintanya, Raihan Alfarizky (7), bocah polos yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sungguh memilukan, keduanya menghembuskan nafas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif selama satu hari penuh di RSUD Kabupaten Bekasi. Tim medis yang merawat mereka kabarnya telah berupaya maksimal, namun luka bakar yang diderita begitu parah hingga nyawa mereka tidak tertolong lagi.
Pagi yang mengerikan: anak perempuan berlari mencari pertolongan
Suta (41), yang menjabat sebagai Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, menjadi salah satu orang pertama yang mengetahui kejadian mengerikan ini. Dengan nada terkejut, pria yang sehari-hari aktif dalam urusan kesehatan desa tersebut menceritakan bagaimana dirinya dikejutkan oleh kedatangan seorang anak perempuan yang hampir tak percaya diri karena panik.
“Saya dapat informasi kejadian sekitar jam 04.00 WIB pagi. Anak korban (Aisyah) ke rumah saya. Katanya ada kebakaran, dan ibu saya sudah luka,” ujar Suta saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/8/2026). Bayangkan betapa kagetnya Suta ketika mendengar teriakan histeris Aisyah yang masih berusia 15 tahun itu di tengah gelapnya pagi. Dengan napas tersengal dan mata yang masih terlihat ketakutan, gadis remaja itu meminta tolong secepat mungkin karena keluarganya sedang dalam bahaya besar.
Bukan hanya dua korban, empat lainnya juga terbakar!
Sungguh mengenaskan, peristiwa naas ini tidak hanya menelan dua korban jiwa. Empat anggota keluarga Deni lainnya juga turut menjadi korban dan harus merasakan pedihnya sengatan api. Mereka adalah Enah, mertua Deni yang sudah lanjut usia, serta tiga anak lainnya yaitu Amelya Putri, Buyin, dan tentu saja Aisyah (15) yang menjadi pahlawan kecil dengan berlari mencari pertolongan. Enam orang dalam satu rumah harus berjuang melawan rasa sakit akibat luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa.
Detik-detik malapetaka: ketika memperbaiki tabung gas jadi bencana
Menurut penuturan Suta yang mendapat informasi dari para saksi di lokasi kejadian, ledakan dahsyat ini dipicu oleh kebocoran gas yang terjadi saat Enah sedang memasak nasi untuk keluarga. Situasi pagi itu yang seharusnya berlangsung normal justru berubah menjadi mimpi buruk ketika Enah mencium bau gas yang menyengat di dapur.
Dengan sigap, Enah kemudian meminta bantuan menantunya, Deni, untuk memperbaiki tabung gas yang diduga bocor tersebut. Deni yang merupakan kepala keluarga yang bertanggung jawab tentu tidak mau menolak permintaan mertuanya. Namun naas, saat Deni berusaha memperbaiki tabung gas tersebut, api tiba-tiba muncul entah dari mana dan langsung menyambar seluruh orang yang berada di dalam ruangan. Tragisnya, ledakan terjadi begitu cepat sehingga tidak ada seorang pun di antara mereka yang sempat menyelamatkan diri.
“Katanya ada gas yang bocor. Mertuanya ini minta tolong korban untuk mengganti, tapi ternyata sudah ada api. Sudah kena semua langsung satu ruangan,” tutur Suta dengan nada prihatin saat menceritakan kronologi kejadian yang memilukan ini. Betapa momen kebersamaan keluarga yang seharusnya hangat justru berubah menjadi tragedi kelam yang merenggut kebahagiaan mereka selamanya.
Evakuasi korban: darurat merah dan perjuangan di rumah sakit
Setelah ledakan maut tersebut, keenam korban yang terdiri dari dua orang meninggal dan empat orang luka bakar langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Tim medis pun bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Korban luka bakar terlebih dahulu dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi dan Rumah Sakit Sentra Medika untuk penanganan awal.
Namun, karena empat korban luka bakar lainnya mengalami luka yang cukup serius, tim medis kemudian memutuskan untuk memindahkan mereka ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, yang dikenal memiliki fasilitas lebih lengkap untuk perawatan luka bakar berat. Di sana, mereka saat ini masih menjalani perawatan intensif dengan harapan bisa segera pulih dari trauma fisik dan psikis yang mereka alami. Keluarga dan kerabat pun terus mendampingi dan mendoakan kesembuhan mereka.
Polisi turun tangan, penyelidikan masih terus berlanjut!
Saat ini, kasus ledakan tabung gas yang menyebabkan dua orang tewas dan empat orang luka bakar tersebut masih dalam penanganan intensif oleh Polsek Cikarang Utara bersama Polres Metro Bekasi. Petugas kepolisian dikabarkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti dari ledakan yang tragis ini.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh tim jurnalis Desapenari.id untuk menggali informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. Kami mencoba menghubungi Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Noach Hendrik Daud Dwaa, Kanit Reskrim Polsek Cikarang Utara, Iptu Ahmad Surbakti, serta Kasi Humas Polres Metro Bekasi untuk meminta klarifikasi dan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada satu pun informasi resmi yang dapat kami peroleh dari pihak kepolisian. Masyarakat pun menantikan hasil penyelidikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Pembelajaran berharga: keamanan gas LPG 3 kg jangan diabaikan!
Peristiwa tragis ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebocoran gas LPG 3 kilogram yang sering digunakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Jangan menganggap remeh tanda-tanda kebocoran gas seperti bau menyengat atau suara desisan dari tabung. Segera tutup regulator gas dan jangan sekali-kali menyalakan api di sekitar area yang diduga terjadi kebocoran gas. Panggil tenaga ahli untuk memeriksanya daripada mengambil risiko fatal dengan memperbaikinya sendiri.
Ingatlah keluarga tercinta di rumah yang sangat bergantung pada kita. Jangan biarkan kelengahan sesaat mengorbankan nyawa orang-orang yang kita sayangi. Semoga kejadian ini menjadi cambuk bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap keselamatan dan keamanan di lingkungan tempat tinggal kita.
Duka mendalam dan solidaritas warga
Warga Kampung Pulo Kapuk tampak masih diliputi duka dan keterkejutan atas peristiwa yang menimpa keluarga Deni ini. Tetangga dan kerabat silih berganti mendatangi rumah duka untuk memberikan penghiburan dan bantuan tenaga serta moril bagi keluarga yang ditinggalkan. Solidaritas sosial pun terlihat jelas ketika warga bahu-membahu membantu evakuasi korban dan membersihkan sisa-sisa ledakan yang masih berserakan di lokasi kejadian.
Semoga kejadian tragis ini dapat segera terungkap dan menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak. Mari kita doakan semoga keempat korban luka bakar lainnya dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas normal mereka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah besar ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

