PEMALANG, Desapenari.id – Bencana besar melanda Pasar Belik, Pemalang! Ratusan kios dan lapak pedagang hangus terbakar dalam peristiwa dahsyat yang mengguncang Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, sekitar 120 kios dan 500 lapak ikut menjadi korban dalam kebakaran hebat ini!
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran. Para ahli forensik kini bekerja keras mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian demi mengungkap apa sebenarnya yang memicu si jago merah melahap pasar rakyat tersebut.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, saat para pedagang bersiap pulang setelah seharian berjualan. Api tiba-tiba muncul dan dengan cepat merambat ke seluruh sudut pasar, membuat suasana yang semula tenang berubah menjadi hiruk-pikuk kepanikan.
Hingga kini, Minggu (30/8/2026), polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Masyarakat pun dibuat penasaran dan bertanya-tanya, apakah kebakaran ini murni kecelakaan atau ada unsur kesengajaan?
Polisi siaga, garis polisi terpasang di lokasi misteri
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana dengan tegas menyatakan bahwa lokasi kejadian kini telah dipasang garis polisi. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pemeriksaan yang berlangsung secara intensif.
“Lokasi kejadian telah kami pasang garis polisi. Adapun penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Jateng,” ujar Rendy dalam keterangannya kepada awak media.
Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Seluruh personel dikerahkan untuk memastikan tidak ada pihak yang mengganggu proses investigasi di tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan bekerja profesional,” tegas Kapolres dengan nada penuh keyakinan.
Puluhan personel dikerahkan, evakuasi berlangsung dramatis
Tak main-main, puluhan personel Polres Pemalang dan jajaran Polsek langsung dikerahkan untuk mengamankan TKP. Mereka bergerak cepat begitu menerima laporan kebakaran, menunjukkan kesigapan aparat dalam menghadapi situasi darurat.
“Setibanya di lokasi, personel Polres dan jajaran Polsek langsung mengamankan lokasi, serta membantu para pedagang mengevakuasi barang dagangan,” jelas Rendy mengenang momen-momen kritis saat kebakaran berlangsung.
Pedagang pun panik dan berupaya menyelamatkan barang dagangan saat kobaran api semakin membesar. Mereka berteriak saling memanggil, mengangkut barang-barang berharga, sementara petugas polisi bahu-membahu mengevakuasi warga yang masih berada di dalam pasar.
“Situasi saat itu sangat mencekam. Api merambat dengan cepat, tapi kami tetap berusaha menyelamatkan sebanyak mungkin barang dagangan,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Data mengejutkan, 120 kios dan 500 lapak ludes terbakar!
Berdasarkan data sementara kepolisian, Pasar Belik memiliki total 187 kios dan 635 lapak. Kebakaran kali ini berdampak pada sekitar 120 kios dan 500 lapak, artinya lebih dari separuh area pasar hangus dilahap api!
Angka ini menunjukkan betapa besarnya kerugian yang dialami para pedagang. Banyak dari mereka kehilangan mata pencaharian dalam sekejap, dan kini harus memulai dari nol setelah barang dagangan mereka ludes terbakar.
“Ini musibah terbesar yang pernah kami alami selama bertahun-tahun berdagang di Pasar Belik,” keluh seorang pedagang sembari menahan tangis.
Polisi pun terus berjaga di sekitar lokasi untuk mendukung pemeriksaan serta mencegah warga maupun pedagang memasuki area yang masih berpotensi membahayakan. Reruntuhan bangunan masih menyisakan risiko yang tidak boleh diabaikan.
Imbauan menyentuh, Kapolres minta pedagang tetap tenang
Dengan nada penuh empati, Kapolres Pemalang mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tetap tenang. “Kami mengimbau masyarakat dan pedagang untuk tetap tenang, serta tidak memasuki area terdampak demi keamanan dan keselamatan,” pesan Rendy dengan tegas namun lembut.
Beliau juga memastikan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal proses evakuasi dan penyelidikan hingga tuntas. “Keselamatan adalah yang utama. Kami tidak ingin ada korban jiwa akibat insiden ini,” tambahnya.
Pedagang yang kehilangan tempat berjualan pun diharapkan bersabar sambil menunggu proses lebih lanjut. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga dikabarkan akan segera turun tangan membantu para korban kebakaran.
Macet parah, arus lalu lintas dialihkan di jalur utama
Tak hanya merugikan pedagang, kebakaran ini juga mengganggu arus lalu lintas di sekitar Pasar Belik. Pasar tersebut berada di jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga, sehingga dampaknya terasa hingga ke pengguna jalan.
Satlantas Polres Pemalang pun bergerak cepat dengan mengalihkan arus kendaraan di simpang tiga Rumah Makan Setiasih. Kendaraan diarahkan melalui jalur alternatif untuk menghindari kawasan pasar yang masih dipenuhi asap dan reruntuhan.
“Kami mengimbau pengendara untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan,” ujar salah satu petugas Satlantas yang bertugas.
Pengalihan arus ini menyebabkan kemacetan di sejumlah titik, namun langkah ini terpaksa dilakukan demi keselamatan bersama dan kelancaran proses evakuasi.
Api melahap cepat, kepanikan merebak di tengah pedagang
Kobaran api sebelumnya dengan cepat membakar kawasan kios dan bangunan utama Pasar Belik. Api menjalar dengan kecepatan yang mencengangkan, membuat puluhan pedagang panik dan berupaya menyelamatkan barang dagangan saat kebakaran terjadi.
“Saya melihat api sudah membesar dalam hitungan menit. Semua langsung berteriak dan berlari menyelamatkan diri,” kenang seorang saksi mata yang berhasil selamat.
Kondisi pasar yang padat dengan barang-barang mudah terbakar membuat api semakin cepat meluas. Angin yang bertiup kencang saat itu juga memperparah situasi, membawa percikan api ke area lain yang belum tersentuh.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Tim Labfor bekerja, proses investigasi masih berlangsung
Saat ini, Tim Laboratorium Forensik Polda Jateng masih melakukan serangkaian pemeriksaan mendalam di lokasi kejadian. Mereka mengumpulkan sampel-sampel penting dan menganalisis jejak-jejak yang ditinggalkan oleh si jago merah.
“Proses investigasi membutuhkan waktu dan ketelitian. Kami tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kesimpulan,” ungkap salah satu anggota tim Labfor.
Hasil pemeriksaan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan para pedagang. Mereka berharap dapat segera mengetahui apa penyebab sebenarnya dari musibah yang menimpa Pasar Belik.
Apakah ini akibat korsleting listrik, kelalaian manusia, atau bahkan tindakan kriminal? Pertanyaan ini masih menggantung dan menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga hasil Labfor keluar.
Kebakaran Pasar Belik menyisakan duka dan kerugian yang mendalam. Namun, semangat para pedagang dan kesigapan aparat kepolisian menjadi secercah harapan di tengah musibah ini. Masyarakat pun berdoa agar para korban diberikan ketabahan dan kecepatan dalam proses pemulihan. Tunggu kabar selanjutnya hanya di Desapenari.id!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

