Desapenari.id – Siapa sangka, di tengah ketatnya seleksi prajurit TNI, muncul kabar mengejutkan dari Maluku! Seorang oknum anggota TNI yang bertugas di wilayah tersebut, Sertu LM, kini terancam hukuman berat setelah dilaporkan ke Pomdam XV Pattimura. Dugaan kuat menyebutkan bahwa ia bermain di balik layar proses penerimaan prajurit dengan bertindak sebagai calo. Yang lebih bikin geregetan, aksinya ini diduga melibatkan uang puluhan juta rupiah dari orang tua calon siswa yang putus asa ingin anaknya lolos menjadi bagian dari kebanggaan bangsa, yaitu TNI AD. Kabar ini sontak menggegerkan publik dan mencoreng citra institusi militer yang selama ini dijaga ketat integritasnya.
Janji Manis Berakhir Pahit, Keluarga Calon Siswa Gigit Jari
Laporan ini ternyata langsung dilayangkan oleh orang tua dari seorang calon siswa berinisial RR. Mereka dengan tegas melaporkan Sertu LM setelah merasa ditipu habis-habisan oleh oknum tersebut. Menurut pengakuan keluarga RR, Sertu LM dengan pedenya menjanjikan bahwa RR bakal tembus menjadi prajurit TNI AD, asalkan mereka rela merogoh kocek cukup dalam. Wah, janji manis ini ternyata berhasil membujuk keluarga RR yang sangat berharap putranya bisa mengabdi pada negara. Mereka pun akhirnya percaya dan mengikuti arahan Sertu LM, meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Yang membuat kasus ini makin panas adalah jumlah uang yang sudah diserahkan keluarga RR kepada Sertu LM. Mereka mengaku telah memberikan uang sebesar Rp 18.350.000 dengan penuh keyakinan bahwa RR akan lolos seleksi. Bayangkan, uang sebesar itu mereka kumpulkan dengan susah payah, tapi apa daya, janji tinggal janji. Sertu LM terang-terangan meminta imbalan atas “jasa” nya yang katanya bisa meloloskan RR melewati proses seleksi yang super ketat. Namun, keluarga RR tidak menyangka bahwa semua itu hanya akal-akalan belaka untuk menguras dompet mereka.
Pomdam dan Pimpinan Satuan Bergerak Cepat, Oknum TNI Kabur Tanpa Izin
Sementara itu, Kapendam XV Pattimura, Letkol Inf Adi Swastika, sudah membenarkan adanya laporan mengejutkan ini. Ia pun langsung bergerak cepat setelah mengetahui kasus tersebut dilaporkan ke Pomdam XV Pattimura. Dalam keterangan resminya, Adi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh oknum anggotanya. “Benar, kami sudah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan pimpinan langsung Sertu LM,” ungkapnya dengan nada serius.
Setelah laporan itu masuk, Adi mengaku langsung menghubungi atasan langsung Sertu LM guna mendalami kasus ini. Ia juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mencoba merusak nama baik institusi TNI. “Kami sudah koordinasi dengan Dansat-nya, dan kasus ini sekarang sudah berada di tangan Pomdam untuk diproses lebih lanjut,” tegasnya. Koordinasi internal ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan TNI dalam membersihkan barisan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Yang lebih mencengangkan lagi, Adi mengungkapkan fakta bahwa Sertu LM ternyata sudah tidak masuk kerja dalam dua pekan terakhir. Ia diduga mangkir dan tidak hadir tanpa izin, alias THTI. “Anggota tersebut sudah THTI sekitar dua minggu,” ucap Adi dengan nada prihatin. Dugaan sementara, aksi calo ini justru dilakukan saat Sertu LM tidak lagi menjalankan tugas dinasnya. Hal ini makin memperkuat indikasi bahwa ia sengaja memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan pribadi di luar tanggung jawabnya sebagai aparat negara.
Meski Sertu LM kini hilang dari pantauan, atasan langsungnya tidak tinggal diam. Mereka langsung mengerahkan tim untuk mencari keberadaan anggota yang kabur itu. Langkah pertama yang diambil adalah mendatangi orang-orang terdekat Sertu LM guna menggali informasi tentang di mana ia bersembunyi. “Pimpinan satuan bergerak cepat. Kami sudah mencari ke keluarga dan kerabat dekatnya agar bisa segera ditemukan,” tegas Adi. Upaya pencarian ini terus dilakukan tanpa henti demi mengungkap kasus ini sampai tuntas.
Bukti Transfer Jadi Senjata Utama, Keluarga RR Menuntut Keadilan
Dari sisi keluarga RR, mereka mengaku sudah memberikan uang lebih dari Rp 18 juta dengan penuh kepercayaan pada Sertu LM. Uang itu mereka transfer sebagai bentuk jaminan bahwa RR pasti lulus seleksi. Namun, saat pengumuman resmi keluar, RR justru dinyatakan gagal. “Kami sangat kecewa dan merasa dikhianati. Makanya kami lapor ke Pomdam agar ada keadilan,” ungkap orang tua RR dengan nada getir. Mereka bahkan memiliki bukti transfer yang kuat untuk mendukung laporan mereka.
Keluarga RR berharap kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapat hukuman setimpal. Mereka tidak mau lagi ada korban lain yang tertipu dengan modus serupa. “Kami ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai oknum seperti ini merusak citra TNI yang sudah baik,” tegas orang tua RR. Dengan bukti transfer yang mereka pegang, mereka yakin kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan.
Di sisi lain, Adi meminta kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan agar tetap bersabar selama proses pencarian masih berlangsung. Ia menjamin bahwa Pomdam akan bekerja profesional untuk mengusut kasus ini. “Kami mohon kesabarannya. Proses sedang berjalan dan kami pasti akan memanggil yang bersangkutan segera setelah ditemukan,” pintanya. Pomdam XV Pattimura berkomitmen untuk memberikan keadilan bagi keluarga RR dan membersihkan institusi dari oknum calo seperti Sertu LM.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa praktik calo dalam penerimaan prajurit TNI tidak akan ditoleransi. Publik pun diimbau untuk tidak mudah percaya pada janji-janji manis yang mengatasnamakan oknum tertentu. TNI sebagai benteng pertahanan negara harus tetap bersih dan berwibawa. Semoga kasus ini cepat terungkap dan menjadi pelajaran berharga bagi semua. Pantau terus perkembangan selanjutnya hanya di sini!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

