PANGKALPINANG, Desapenari.id – Peredaran kendaraan nakal yang mengincar BBM subsidi kini benar-benar meresahkan. Buktinya, PT Pertamina Patra Niaga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) baru saja mengambil langkah berani dengan memblokir ribuan barcode kendaraan. Totalnya mencengangkan, mencapai 2.000 unit yang terindikasi kuat menggunakan pelat nomor polisi (nopol) palsu saat membeli bahan bakar minyak bersubsidi.
Tindakan tegas ini menjadi sinyal keras bahwa pengawasan penyaluran BBM subsidi tidak bisa lagi ditawar-tawar. Apalagi, modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong makin canggih dan sulit dideteksi secara kasat mata. Namun, Pertamina bersama aparat kepolisian jelas tidak tinggal diam menghadapi praktik curang yang merugikan negara dan masyarakat banyak ini.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, dengan gamblang mengungkapkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut terdeteksi memanfaatkan data manipulatif untuk mengakses BBM subsidi di berbagai SPBU. Menurutnya, modus ini sudah berjalan cukup lama dan baru kini terendus setelah sistem verifikasi digital Pertamina semakin diperkuat.
“Kita sudah secara tegas memblokir barcode terhadap kendaraan yang terindikasi kuat berpelat nomor polisi palsu dan terbukti melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang-ulang kali,” ujar Satriyo Wibowo Wicaksono saat ditemui di Pangkalpinang, Jumat (4/9/2026).
Pernyataan ini sontak mengejutkan banyak pihak, mengingat selama ini masyarakat awam mungkin tidak menyadari adanya oknum yang dengan sengaja merekayasa identitas kendaraan demi menikmati BBM murah. Namun, berkat sistem deteksi yang makin akurat, praktik licik tersebut akhirnya terbongkar juga.
Setelah pemblokiran resmi dilakukan, Pertamina memastikan bahwa kendaraan-kendaraan bermasalah itu tidak lagi memiliki akses sedikit pun untuk mengisi BBM bersubsidi di seluruh SPBU yang tersebar di wilayah Babel. Dengan kata lain, mereka benar-benar kehilangan kesempatan untuk terus mengeruk untung dari subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Lantas, apakah benar pelat nomor kendaraan tersebut palsu? Pertanyaan ini tentu langsung muncul di benak publik. Menurut penjelasan resmi dari Pertamina, sejumlah kendaraan yang terdeteksi ternyata tidak memiliki identitas resmi sama sekali. Data pelat nomor yang mereka gunakan diduga kuat telah dimodifikasi menggunakan teknologi digital mutakhir, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bayangkan, teknologi AI yang seharusnya digunakan untuk kemajuan, justru dipakai untuk memanipulasi dokumen penting seperti STNK dan pelat nomor kendaraan. Dengan kecanggihan ini, pelaku mampu membuat tiruan yang nyaris sempurna, sehingga petugas SPBU pun sempat terkecoh. Namun, sistem verifikasi Pertamina terbukti lebih tangguh dan mampu membongkar kebohongan digital tersebut.
“Sebenarnya nomor polisi kendaraan ini tidak ada sama sekali di database resmi, karena nopol tersebut sudah diedit menggunakan artificial intelligence (AI), baik pada STNK maupun pelat nomor polisinya, dengan tujuan agar bisa mengisi BBM bersubsidi di SPBU,” jelas Satriyo dengan tegas.
Pengakuan ini sekaligus membuka mata kita bahwa kejahatan di sektor energi kini bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Para pelaku tidak lagi sekadar menggunakan pelat palsu cetakan konvensional, melainkan sudah merambah ke ranah digital yang lebih rumit. Namun, Pertamina dan aparat kepolisian terus memperbarui strategi pengawasan agar tidak ketinggalan langkah.
Untuk memastikan penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga Babel jelas tidak bekerja sendirian. Mereka membangun sinergi yang solid dengan Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung. Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan aksi nyata di lapangan yang difokuskan pada pengawasan ketat di setiap SPBU, terutama pada jam-jam sibuk ketika antrean kendaraan membludak.
Pengawasan terpadu ini bertujuan mencegah berbagai praktik curang, mulai dari pengisian berulang oleh kendaraan yang sama, pengeritan, hingga penimbunan BBM subsidi yang selama ini merugikan negara. Dengan patroli rutin dan pemeriksaan mendadak, aparat berharap bisa menekan angka pelanggaran secara signifikan.
“Kita bersama kepolisian terus bahu-membahu menjaga dan mengawasi setiap proses pengisian BBM di SPBU, terutama pada jam-jam sibuk, guna mencegah pengeritan dan penimbunan BBM bersubsidi ini,” tambah Satriyo dengan nada optimistis.
Kerja sama ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, karena menunjukkan keseriusan pemerintah dan BUMN dalam melindungi hak masyarakat atas BBM subsidi. Namun, peran serta masyarakat juga dinilai sangat krusial untuk menunjang keberhasilan pengawasan ini.
Oleh karena itu, Pertamina secara aktif mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi kendaraan yang mencurigakan, terutama yang melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang dalam waktu singkat. Laporan dari warga dianggap sebagai mata dan telinga tambahan yang sangat berharga bagi petugas di lapangan.
“Kami sangat mengimbau masyarakat yang mengetahui praktik pengeritan dan penimbunan BBM bersubsidi ini untuk segera melapor ke call center 135, sehingga kami bisa langsung melakukan pengecekan lebih lanjut dan menindaklanjuti temuan tersebut,” pungkas Satriyo.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif bahwa BBM subsidi adalah hak rakyat yang harus dijaga bersama. Jangan sampai oknum-oknum tidak bertanggung jawab terus bermain-main dengan ketersediaan energi nasional demi keuntungan sesaat.
Dengan pemblokiran 2.000 barcode ini, Pertamina Babel telah menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan BBM subsidi. Tentu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tapi setidaknya ini menjadi awal yang baik untuk menuju penyaluran yang lebih adil dan transparan. Ke depan, diharapkan tidak ada lagi celah bagi pelaku kecurangan untuk merusak sistem yang sudah dirancang untuk melindungi kepentingan masyarakat banyak.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

