SOLO, Desapenari.id – Kabar baik menyelimuti perjuangan panjang pemadaman kebakaran di TPA Putri Cempo Solo. Upaya heroik para petugas pemadam kebakaran kini membuahkan hasil signifikan, di mana proses pendinginan dan pemadaman dilaporkan sudah mencapai angka 50 persen. Meskipun begitu, perjuangan berat masih belum usai. Pada Senin (7/9/2026) pagi, warga masih bisa menyaksikan gumpalan asap tebal yang terus membubung tinggi dari tumpukan sampah di area Blok B, menandakan bahwa titik api di sana masih cukup sulit untuk dipadamkan sepenuhnya.
Berdasarkan pengamatan langsung di lokasi kejadian, suasana masih cukup mencekam. Para petugas pemadam kebakaran (damkar) tampak masih berjibaku dengan penuh tenaga, mengarahkan semburan air dan mengatur strategi untuk menjinakkan si jago merah yang masih mengintai di balik gunungan sampah tersebut. Mereka sama sekali tidak kenal lelah, berusaha memadamkan setiap percikan api yang tersisa agar kebakaran ini tidak kembali meluas ke area lainnya. Cuaca panas yang menyengat justru menjadi tantangan tambahan yang membuat pekerjaan mereka kian berat.
Peristiwa nahas ini pertama kali terjadi pada Rabu (2/9/2026) petang lalu. Api dengan cepat merambat dan membakar tiga blok utama penampungan sampah secara bersamaan, yaitu Blok B, Blok C, dan Blok D. Dari ketiga titik tersebut, Blok B ternyata menjadi lokasi yang paling ekstrem dan menyulitkan bagi regu pemadam. Mengapa demikian? Karena tebing curam di gunungan sampah Blok B membuat armada pemadam kebakaran kesulitan untuk melakukan manuver dan menjangkau titik api yang berada di puncak maupun di lereng. Kondisi geografis yang ekstrem ini menjadi momok tersendiri bagi tim di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Ari Dwi Dariyatmo, menjelaskan bahwa para petugas tidak pernah menyerah dan terus bekerja secara maksimal. Mereka tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari unit-unit damkar yang dikerahkan dari berbagai wilayah di sekitar Solo. Kolaborasi dan bahu-membahu antar daerah ini menjadi kunci utama untuk mengatasi bencana yang cukup besar ini. Ari pun menyampaikan optimisme dan apresiasinya terhadap kerja keras semua pihak yang terlibat.
“Kalau kita lihat dari peta perkembangan penanganan yang kami buat, progres pemadaman saat ini sudah mencapai 50 persen,” ungkap Ari dengan nada penuh semangat saat ditemui di lokasi TPA Putri Cempo Solo, Jawa Tengah, pada Senin pagi. Angka ini tentu menjadi angin segar bagi semua pihak yang menantikan padamnya kebakaran ini secepat mungkin. Meski begitu, Ari mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang dan fokus utama tetap tertuju pada tiga blok yang terbakar.
Terobosan Baru: Membuka Jalan Menuju ‘Neraka’ Blok B
Lebih lanjut, Ari Dwi Dariyatmo mengungkapkan strategi pemadaman yang akan dilakukan pada hari ini. Tim gabungan akan tetap memprioritaskan pemadaman di tiga blok yang terdampak. Petugas telah berhasil mengurangi intensitas api di Blok C secara drastis, sehingga mereka bisa mengalihkan sebagian kekuatan untuk menangani Blok B dan Blok D. Kondisi api di Blok C saat ini sudah mulai berkurang secara signifikan, memberikan ruang bagi petugas untuk berkonsentrasi di titik yang lebih sulit.
“Fokus utama kami hari ini masih tetap sama. Kami terus menyisir blok C, kemudian kami juga memfokuskan penggunaan alat berat di blok D,” ujar Ari saat memberikan keterangan pers. Alat berat seperti eskavator ini sangat krusial karena mampu mengaduk dan membalik tumpukan sampah. Cara ini efektif untuk memastikan tidak ada api yang masih membara di kedalaman tumpukan sampah, sehingga potensi penyalaan ulang bisa dicegah.
Ari menambahkan sebuah strategi baru yang sangat dinantikan. Pihaknya akan segera membuka akses jalan tembus yang menghubungkan area Blok D menuju Blok B. Ini adalah upaya paling konkret untuk memecah kebuntuan selama ini. Kami akan membuka jalur dari blok D untuk akhirnya bisa menjangkau titik api di blok B yang sangat sulit dijangkau,” jelas Ari. “Blok D masih kami sisiri dengan alat berat untuk meratakan jalan. Harapan kami, dengan melewati blok D ini, kami bisa mengarahkan armada dan sumber daya ke blok B yang selama ini tidak bisa kami akses dengan leluasa,” tegasnya.
Kami berencana membuka jalan secara perlahan dan bertahap melewati blok D. Kami akan menyusuri tumpukan sampah dengan hati-hati dan menginjeksinya (memadatkan) menggunakan alat berat. Proses ini dilakukan pelan-pelan untuk menjaga keamanan dan kestabilan struktur gunungan sampah. Kami berharap, dengan langkah terencana ini, kami bisa segera masuk ke area inti Blok B dan memadamkan apinya dari sumbernya,” pungkas Ari. Masyarakat pun berharap strategi jitu ini mampu mempercepat proses pemadaman dan mengakhiri penderitaan warga sekitar yang terdampak asap dan bau menyengat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

