Desapenari.id – Sebuah ledakan hebat yang begitu mengejutkan tiba-tiba saja memutus kesunyian dan menggelegar sangat dahsyat di area operasional milik PT Superior Prima Sukses (SPS). Adapun lokasi fasilitas manufaktur bata ringan tersebut berada di Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Bahkan, kuatnya guncangan serta suara dentuman maut tersebut tidak hanya memicu kepanikan luar biasa di kalangan para pekerja shift malam yang sedang bertugas, tetapi juga langsung memicu kobaran api raksasa yang membakar habis ruang pengendapan di pabrik tersebu
Seketika itu pula, si jago merah merambat sangat agresif dan menghancurkan seluruh isi ruang pengendapan hingga memorak-porandakan fasilitas produksi. Akibat dari musibah maut yang sangat mengerikan ini, seorang pekerja bernasib naas karena terenggut nyawanya dan meninggal dunia secara mengenaskan seketika di lokasi kejadian. Selain itu, penderitaan tidak berhenti sampai di situ saja sebab ledakan dahsyat tersebut turut mengakibatkan trauma mendalam serta luka-luka fisik yang sangat parah pada enam orang pekerja lainnya yang berusaha keras menyelamatkan diri dari kepungan kobaran api.
Mengenai insiden tragis yang menghebohkan publik ini, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Lamongan, Rayin, segera memberikan pernyataan resminya secara tegas. Lebih lanjut, beliau membenarkan serta memverifikasi bahwasanya bencana kebakaran hebat akibat ledakan tersebut memang benar-benar melanda fasilitas pabrik bata ringan itu pada saat situasi dini hari ketika warga sekitar sedang terlelap tidur.
Selanjutnya, Rayin membeberkan kronologi detik-detik menegangkan saat pihaknya menerima panggilan darurat dari tempat kejadian. Berdasarkan catatan data resmi Damkar, dentuman awal yang memicu kebakaran sesungguhnya terjadi pada pukul 00.30 WIB. Namun demikian, pihak pemadam baru menerima laporan darurat dari masyarakat pada pukul 00.40 WIB, atau beberapa menit setelah ledakan dahsyat tersebut memicu api. Oleh karena itu, tanpa menunda waktu sedikit pun, tim pemadam langsung mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Babat menuju titik lokasi guna menjinakkan amukan api.
Kemudian, petugas pemadam kebakaran bersama armada tempurnya berhasil tiba di tempat kejadian perkara (TKP) tepat pada pukul 01.00 WIB. Tanpa membuang waktu berharga, para personel pemadam yang bertaruh nyawa ini langsung menggelar peralatan serta melancarkan aksi pemadaman air secara masif. Bahkan, mereka terus merangsek masuk dan bertempur melawan kepulan asap hitam tebal demi melokalisir titik api utama di dalam bangunan.
Beruntung, perjuangan keras dan kesigapan para petugas di lapangan segera membuahkan hasil yang sangat signifikan dalam waktu relatif singkat. Tepat pada pukul 01.30 WIB, amukan si jago merah yang menghanguskan ruang pengendapan seluas 20 x 25 meter tersebut berhasil dipadamkan secara total. Alhasil, potensi bahaya ledakan susulan yang dapat mengancam keselamatan warga di sekitar area pabrik pun dapat dicegah sepenuhnya sebelum situasi bertambah buruk.
Lagipula, proses pemadaman cepat yang sangat krusial ini berhasil terwujud berkat kolaborasi dan sinergi tangguh antarinstansi di lapangan. Pasalnya, personel Damkar Korwil Babat tidak berjuang sendirian, melainkan mendapatkan sokongan penuh dari tiga tenaga medis siaga yang diterjunkan langsung dari Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Di samping itu, empat personel kepolisian dari Polsek Pucuk juga turut bersiap di lokasi untuk mengamankan area serta membentengi proses evakuasi para korban runtuhan.
“Meskipun ruang pengendapan hancur terbakar, berkat aksi cepat seluruh tim gabungan, gedung operasional utama dan gedung produksi berhasil diselamatkan dari kobaran api,” ujar Rayin saat menegaskan bahwa aset-aset vital milik perusahaan berhasil dipertahankan dari kehancuran total.
Sementara itu, di sisi penegakan hukum, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Hamzaid, ikut membenarkan penanganan kasus kecelakaan kerja berdarah ini. Lebih jauh lagi, beliau menegaskan bahwasanya jajaran kepolisian Polres Lamongan telah menerima laporan resmi mengenai peristiwa tragis yang menimpa perusahaan pembuat bata ringan PT SPS di wilayah Kecamatan Pucuk tersebut.
“Benar, Polres Lamongan telah menerima laporan kejadian kecelakaan kerja di sebuah Perusahaan PT SPS di wilayah Kecamatan Pucuk. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan enam mengalami luka,” tegas Ipda Hamzaid saat menyampaikan rincian korban secara transparan kepada awak media pada hari Kamis.
Oleh sebab itu, seluruh korban luka-luka yang selamat langsung dilarikan oleh tim medis menuju rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis secara amat intensif. Di samping itu, jajaran kepolisian juga tidak tinggal diam dan langsung menerjunkan tim ahli guna mendalami secara menyeluruh penyebab pasti serta faktor penyulut yang memicu munculnya ledakan dahsyat tersebut.
“Penyidik kami dari Satreskrim Polres Lamongan saat ini sedang giat melaksanakan olah TKP secara mendalam. Oleh karena itu, perkembangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan kecelakaan kerja ini akan segera kami sampaikan kembali kepada publik,” tutur Ipda Hamzaid guna meyakinkan masyarakat bahwa kepolisian menangani kasus ini secara serius.
Sampai detik ini, pihak kepolisian masih terus menyegel lokasi dan memasang garis polisi demi mengamankan area kejadian perkara selama proses penyelidikan berlangsung. Sementara itu, meskipun musibah mengerikan ini telah merenggut nyawa serta menimbulkan korban luka berat, estimasi kerugian materiil akibat kehancuran fisik bangunan dan peralatan pabrik diperkirakan telah menembus angka fantastis, yakni mencapai Rp 1 miliar.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

