Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Bank BUMD di Lampung Rugikan Negara Rp 6,7 Miliar, 173 Data Dicatut

Desapenari.id – Salah satu lembaga perbankan milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Lampung mendadak tersandung skandal dugaan korupsi bernilai sangat fantastis. Bahkan, praktik lancang ini memanfaatkan fasilitas program pinjaman keuangan yang sejatinya dirancang khusus oleh pemerintah untuk membantu permodalan para aparatur desa di wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Namun, bukannya memberikan dampak positif bagi peningkatan kinerja maupun kesejahteraan para abdi masyarakat, program strategis tersebut justru menjadi bancakan empuk bagi oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Akibatnya, alokasi dana segar yang berasal dari fasilitas keuangan daerah tersebut menguap begitu saja tanpa jejak akuntabilitas yang jelas.

Di balik kemilau fasilitas pinjaman modal tersebut, penyidik membongkar sebuah skema manipulasi yang tergolong sangat rapi dan terstruktur. Bahkan, skema pencairan dana tersebut dapat berjalan mulus karena para pelaku nekat memalsukan identitas ratusan pemohon kredit sekaligus dalam sistem perbankan. Alhasil, permohonan kredit yang pada hakikatnya wajib diberikan kepada para aparatur desa tersebut berubah total menjadi sekumpulan transaksi fiktif yang tidak memiliki dasar legalitas sama sekali. Di samping itu, kejahatan ini sengaja dirancang secara tertutup agar seluruh berkas pengajuan bisa lolos dengan mudah dari sistem verifikasi serta pengawasan internal perbankan daerah.

Menanggapi kejahatan keuangan yang sangat meresahkan ini, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Donny Hendridunand, secara terbuka membeberkan temuan awal jajarannya kepada awak media. Bahkan, perwira menengah kepolisian tersebut menegaskan bahwa program kredit khusus aparatur desa ini telah dibelokkan tujuannya secara sengaja melalui pembuatan berkas-berkas rekayasa. Oleh karena itu, pihak kepolisian langsung mengambil tindakan tegas untuk mengusut tuntas skema pemalsuan pinjaman yang tidak hanya merugikan keuangan bank BUMD, tetapi juga merusak tatanan tata kelola keuangan daerah di Provinsi Lampung.

Selanjutnya, dalam proses penyidikan maraton yang digelar oleh aparat Ditreskrimsus Polda Lampung, tim penyidik berhasil mengungkap tabir misteri di balik daftar pemohon pinjaman tersebut. Pasalnya, polisi menemukan fakta mencengangkan bahwa sejumlah nama yang terdaftar resmi sebagai debitur sama sekali bukan merupakan seorang peratin—sebutan lokal untuk kepala desa di Kabupaten Pesisir Barat—maupun aparatur desa yang sah. Bahkan, nama-nama warga biasa yang dicantumkan dalam lembar pencairan tersebut sengaja disusupkan demi meloloskan dana kredit secara ilegal. Oleh sebab itu, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa terdapat total 173 entitas debitur yang murni merupakan hasil rekayasa data.

Tidak butuh waktu lama bagi aparat penegak hukum untuk menyeret para aktor utama di balik manipulasi besar ini ke dalam tahanan. Sebaliknya, penyidik kepolisian langsung menetapkan dua orang tersangka kunci yang dinilai paling bertanggung jawab atas pembobolan dana bank BUMD tersebut. Adapun kedua sosok tersangka tersebut yakni Agung, seorang pejabat Account Officer (AO) yang memegang kewenangan teknis verifikasi kredit di bank BUMD Lampung, serta Edward, seorang peratin aktif yang menjabat di salah satu desa di Kabupaten Pesisir Barat. Tentu saja, penetapan status hukum ini diambil setelah tim penyidik menemukan bukti otentik mengenai konspirasi licik keduanya dalam memanipulasi seluruh berkas pengajuan kredit dari tahap awal hingga pencairan.

Di sisi lain, dampak finansial yang ditimbulkan akibat tindakan kriminal kedua tersangka terbukti sangat masif dan merugikan daerah secara signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan audit resmi yang dirilis oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung, kasus korupsi ini telah menyebabkan kerugian negara yang mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp 6,7 miliar. Bahkan, angka kerugian yang sangat besar ini mengindikasikan betapa masifnya penggerogotan dana publik yang dilakukan oleh para tersangka secara berulang. Oleh karena itu, demi memperkuat pembuktian hukum di meja hijau nanti, tim penyidik kepolisian sampai saat ini sudah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 39 orang saksi dari berbagai instansi perbankan dan pemerintahan.

Selanjutnya, guna mempercepat proses penanganan perkara serta mencegah para tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, pihak kepolisian mengambil keputusan tegas untuk langsung menahan kedua pelaku secara terpisah. Pihak kepolisian lebih dahulu menjebloskan Edward ke dalam sel tahanan pada Rabu (16/9/2026), lalu disusul oleh penahanan Agung pada Kamis (17/9/2026). Sementara itu, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Lampung saat ini terus bekerja keras melengkapi seluruh berkas perkara agar siap dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Alhasil, setelah seluruh kelengkapan administrasi penyidikan terpenuhi, kepolisian bakal segera melaksanakan pelimpahan tahap II berupa penyerahan para tersangka beserta barang bukti ke pihak kejaksaan.

Pada akhirnya, kasus korupsi kredit fiktif yang melilit bank BUMD di Lampung ini kini resmi memasuki fase krusial dalam koridor hukum pidana. Kendati demikian, proses penetapan tersangka dan tindakan penahanan ini baru menjadi langkah awal dalam merangkai fakta hukum yang sebenarnya. Oleh sebab itu, masyarakat luas kini menanti bergulirnya proses persidangan terbuka di Pengadilan Tipikor yang akan membongkar seluruh detail perbuatan para pelaku sekaligus menentukan sanksi hukuman pidana yang adil atas kerugian negara bernilai miliaran rupiah tersebut.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

More From Author

Polres Jakpus Bongkar Peredaran Obat Keras di Tanah Abang, 74 Ribu Pil Disita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

slot gacor interents-expents Wild West Gold Dalam Genre Adventure Arcade Sweet Bonanza Sebagai Game Match Berbasis Simbol Gates of Olympus Membawa Konsep Game Arcade Starlight Princess Menggabungkan Nuansa Fantasi dan Mekanisme Mahjong Wins 3 Menjadi Game Puzzle Populer Lucky Neko Menghadirkan Game Arcade Bertema Kucing Wild Bounty Showdown Mengusung Game Adventure Bertema Sugar Rush 1000 Menawarkan Game Match Bertema Sweet Bonanza x1000 Menjadi Perbincangan di Kalangan Analisis Mahjong Ways Mengungkap Cara Game Puzzle Perkembangan PG Soft Mendorong Evolusi Game Arcade Pragmatic Play Memperluas Pilihan Game Online Dengan Baccarat Online Sebagai Game Kartu Digital Memperlihatkan RTP Live Menjadi Referensi Data pada Mahjong Ways dan Mahjong Wins 3 Dibandingkan Dinamika Sweet Bonanza dan Starlight Princess Menunjukkan Wild West Gold dan Wild Bounty Showdown Menghadirkan Teknologi Machine Learning Mulai Membentuk Analisis Game Perubahan Tren Game Online 2026 Terlihat dari Slot PGSoft Tidak Pernah Gacor Ini Alasan Ilmiah di Balik RNG RTP 97 Bukan Berarti Untung 97 Miskonsepsi Umum Pemain Slot PGSoft Pola Spin Jam Hoki dan Ritual Sebelum Main Mengapa Semuanya Tidak Mengubah Peluang House Edge Tidak Pernah Tidur Kenapa Kasino Tetap Unggul dalam Jangka Panjang Volatilitas Tinggi vs Rendah Memilih Slot PGSoft Sesuai Risiko Bukan Harapan Buy Feature Autoplay dan Turbo Spin Fitur Praktis atau Jebakan Kehilangan Kendali Efek Hampir Menang Bagaimana Otak Dibuat Merasa Sedikit Lagi Jackpot Chase Loss Semakin Dikejar Semakin Dalam Lubang Keuangannya Paytable Adalah Peta Risiko Bukan Ramalan Kemenangan Kapan Harus Stop Tanda Judi Slot Sudah Tidak Lagi Sehat RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE RTP LIVE Mahjong Ways Sebagai Game Puzzle Online Wild West Gold Game Bertema Petualangan Gates Of Olympus Dalam Genre Game Sweet Bonanza Game Puzzle Berbasis Starlight Princess Sebagai Game Arcade Mahjong Wins 3 Game Puzzle Lucky Neko Game Petualangan Bertema Baccarat Online Game Kartu Digital Wild Bounty Showdown Game Bertema Sugar Rush 1000 Game Puzzle Mahjong Ways 2 Game Puzzle Sweet Bonanza X1000 Game Arcade PG Soft Game Digital Berbasis Mahjong Ways Dalam Kategori Game Gates Of Olympus Game Arcade] Lucky Neko Game Bertema Petualangan Wild West Gold Game Petualangan Mahjong Wins 3 Game Puzzle Interaktif Starlight Princess Game Arcade Online Sweet Bonanza Game Puzzle Digital