PASURUAN, Desapenari.id — Sebuah kabar gempar mendadak menghebohkan seluruh kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan, Jawa Timur. Pasalnya, tim gabungan bersenjata lengkap yang terdiri atas personel Polres Pasuruan Kota, anggota Koramil setempat, hingga tim penyidik dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan melancarkan aksi penggerebekan mendadak nan menegangkan pada Kamis (17/9/2026) malam. Sontak saja, pergerakan puluhan langkah kaki aparat yang mengepung area kurungan secara tiba-tiba ini langsung menyedot perhatian publik serta menciptakan suasana riuh dan sangat mencekam di area sekitar lokasi kejadian.
Langkah taktis dan sangat tegas tersebut sengaja para petugas gabungan laksanakan guna memastikan kondisi keamanan di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan benar-benar terjamin kondusif serta bebas dari ancaman ketertiban. Selain itu, penggerebekan kilat pada malam hari ini sekaligus menjadi bentuk pembuktian langsung untuk menindaklanjuti maraknya rumor panas serta tudingan tajam dari masyarakat terkait dugaan praktik jual beli barang haram narkotika yang ditengarai bebas beredar di balik jeruji besi tersebut.
Lantas, demi menyapu bersih kekhawatiran publik tersebut, sebanyak 15 personel gabungan pilihan melangkah masuk dan menyisir setiap sudut blok hunian para warga binaan secara intensif. Kemudian, aksi penggerebekan mendadak yang berlangsung cukup ketat sejak pukul 19.30 hingga 21.00 WIB ini secara teliti membidik target-target rahasia, mulai dari rantai peredaran gelap zat adiktif, keberadaan perangkat telepon seluler (HP) ilegal, berbagai jenis senjata tajam berbahaya, hingga bermacam barang terlarang lainnya yang tersimpan rapi di sel.
Di sisi lain, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Pasuruan, Fahmi Rezatya Suratman, memberikan pernyataan resmi yang menegaskan integritas penuh dari seluruh jajarannya tanpa ragu. Bahkan, sosok pimpinan lapas tersebut dengan suara mantap menyatakan, “Operasi gabungan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga Lapas Pasuruan tetap aman dan bebas dari peredaran narkoba.” Oleh sebab itu, kolaborasi erat lintas instansi penegak hukum ini menjadi bukti nyata keseriusan pihak berwenang dalam membersihkan lingkungan sel dari segala bentuk ancaman gangguan keamanan.
Tidak hanya berhenti di situ saja, para petugas gabungan secara cermat dan mendalam menyisir sebanyak 13 kamar hunian yang tersebar luas di empat blok utama lapas. Adapun rincian area yang menjadi sasaran penggeledahan ketat ini mencakup Blok A (khususnya pada kamar 4, 5, dan 6), Blok B (mulai dari kamar 3, 4, 5, hingga 6), Blok C (yang meliputi kamar 5, 6, 7, dan 8), serta Blok D (yang berfokus penuh pada kamar 3 dan 4). Bahkan, setiap celah sempit, tempat tidur, hingga sudut tersembunyi di dalam lorong dan kamar hunian tidak luput dari periksa mata tajam para aparat.
Akan tetapi, kendati tim penggeledah tidak menemukan satu paket pun barang haram narkoba ataupun seunit ponsel ilegal di lokasi, para petugas justru berhasil menyita belasan barang yang sangat berbahaya bagi keselamatan. Pasalnya, berbagai benda terlarang buatan sendiri yang mereka temukan tersebut berpotensi tinggi memicu kerusuhan mendadak serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas apabila dibiarkan tersimpan di tangan para warga binaan.
Mengenai deretan barang bukti yang berhasil aparat amankan, petugas menemukan tiga buah sikim atau senjata tajam rakitan berbahaya buatan penghuni sel, 17 buah paku berukuran tajam, satu buah gunting, empat buah sendok besi yang telah dimodifikasi, dua potongan besi keras, lima botol kaca tebal, hingga rangkaian instalasi kabel USB ilegal. Tentunya, penemuan susunan benda-benda tajam dan rakitan rahasia ini membuktikan betapa lihainya para penghuni sel dalam mengolah barang sehari-hari menjadi potensi ancaman bahaya yang tersembunyi.
Oleh karena itu, para aparat berwenang langsung mengambil tindakan tegas dengan menyita seluruh barang bukti temuan tersebut tanpa menyisakan sedikit pun di lokasi kejadian. Selanjutnya, seluruh material rakitan dan barang terlarang yang telah diamankan dari kamar warga binaan ini akan langsung dihancurkan secara total melalui mekanisme pemusnahan resmi agar tidak dapat dimanfaatkan kembali oleh siapa pun demi menjaga iklim kondusif.
Maka dari itu, Kalapas Pasuruan kembali memberikan penegasan amat keras terkait kedisiplinan dan integritas di lingkungan kerja yang dipimpinnya. Bahkan, Fahmi menekankan kembali dengan nada tegas, “Kami ingin memastikan seluruh petugas dan lingkungan di sini memiliki komitmen yang sama untuk menjaga integritas dan keamanan lapas.” Dengan demikian, tidak ada ruang maupun celah toleransi sekecil apa pun bagi siapa saja yang berani berniat merusak tata tertib lembaga pemasyarakatan.
Tidak berhenti sampai pada penggeledahan barang semata, aparat penegak hukum yang bertugas juga tidak sekadar melacak keberadaan benda fisiknya saja. Pasalnya, para petugas gabungan tersebut lantas menggelar tes sampel urine secara mendadak terhadap 30 orang warga binaan yang mereka pilih secara acak di tengah-tengah berlangsungnya aksi penggerebekan tersebut guna memastikan netralitas kondisi fisik mereka.
Menariknya, setelah melewati serangkaian pengujian medis yang amat terukur dan ketat oleh tim kesehatan, hasil tes urine terhadap puluhan orang warga binaan terpilih tersebut justru menunjukkan fakta yang sangat melegakan. Sebab, seluruh warga binaan yang menjalani pengujian sampel urine mendadak tersebut terbukti bersih total dan resmi dinyatakan negatif dari segala bentuk obat-obatan terlarang maupun zat adiktif narkotika.
Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan bahwasanya seluruh rangkaian kegiatan operasi mendadak ini bertumpu pada acuan serta arahan resmi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Sebab, agenda sidak ketat semacam ini merupakan bagian teramat penting dari langkah deteksi dini guna memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba sekaligus membendung peredaran barang-barang terlarang di dalam lingkungan pemasyarakatan secara berkelanjutan.
Pada akhirnya, penutup dari aksi penggerebekan malam hari ini menjadi penanda teramat kuat atas komitmen pencegahan yang senantiasa dijalankan oleh jajaran pimpinan lapas. Seraya menutup penjelasannya kepada rekan media, Fahmi kembali menuturkan, “Melalui operasi ini, kami juga melakukan tes urine sebagai bagian dari langkah pencegahan dan deteksi dini.” Alhasil, aksi penggerebekan mendadak ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar senantiasa menjaga kebersihan, ketertiban, serta keamanan di lingkungan Lapas Pasuruan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

