Desapenari.id – Warga Jogja dan para wisatawan mendadak dibuat terkejut oleh keputusan mendadak pengelola jalan nasional. Pasalnya, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan kawasan Kretek dan Girijati mendadak harus ditutup kembali usai sempat menjalani masa uji coba trial open traffic selama sepekan penuh, tepatnya pada 14 sampai 20 September 2026. Padahal, antusiasme masyarakat begitu membuncah ketika melintasi jalur eksotis dengan pemandangan menakjubkan tersebut.
Kendati demikian, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Provinsi DIY langsung melancarkan evaluasi menyeluruh untuk memantau pergerakan arus lalu lintas serta menguji kelayakan jalur secara mendalam. Alhasil, para otoritas resmi menetapkan keputusan tegas bahwa lintasan indah Kelok 23 ini wajib ditutup sementara waktu bagi publik. Keputusan ketat tersebut diambil demi menuntaskan seluruh sisa pengerjaan fisik pada Paket Lot 17A. Di samping itu, proyek vital ini mencakup agenda penting seperti menurunkan tingkat kecuraman tanjakan, membangun sarana rest area yang megah, hingga memperlebar badan jalan utama menjadi empat lajur penuh.
Sementara itu, selama sepekan masa uji coba berlangsung, tim Satker PJN Wilayah DIY mencatat gelombang antusiasme warga yang luar biasa tinggi untuk menjajaki rute baru nan memesona ini. Akibatnya, deretan kendaraan tampak memadati rute strategis yang mengaitkan Kapanewon Kretek di Kabupaten Bantul dengan Girijati di Kabupaten Gunungkidul tersebut. Bahkan, peningkatan volume kendaraan melonjak sangat signifikan terutama saat memasuki libur akhir pekan. Menariknya, meskipun lonjakan arus kendaraan berlangsung sangat padat, secara umum pelaksanaan trial open traffic ini dapat berjalan dengan amat lancar dan aman. Lebih hebatnya lagi, pihak pengelola tidak menemukan satu pun insiden kecelakaan di lapangan, alias sukses mencetak rekor zero accident. Namun demikian, aspek keselamatan jiwa serta kesiapan fisik infrastruktur tetap memegang peranan paling krusial sebelum jalan ini akhirnya resmi diluncurkan secara penuh. Sebagaimana dijelaskan secara gamblang oleh Kepala Satker PJN Wilayah Provinsi DIY, Tisara Sita, pada Selasa (22/9/2026), pemerintah selalu menaruh perhatian paling tinggi pada keselamatan publik.
Sehubungan dengan hal tersebut, timbul pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai alasan teknis mengapa JJLS Kelok 23 belum juga dibuka secara permanen. Mengenai hal ini, Tisara mengungkapkan bahwa jajarannya masih memerlukan rentetan evaluasi mendalam melalui kegiatan survei bersama guna menyusun skema mitigasi dari berbagai macam sudut pandang teknis maupun operasional. Oleh sebab itu, pemerintah akan merealisasikan sejumlah pembenahan mendasar dalam waktu dekat ini. Pertama-tama, petugas akan menambah ketersediaan rambu lalu lintas serta papan imbauan keselamatan, baik yang bersifat permanen maupun nonpermanen. Selanjutnya, para teknisi siap merekayasa area persimpangan dengan memasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di kawasan Simpang Kretek.
Tak hanya itu saja, instansi terkait juga bakal menertibkan aktivitas masyarakat sekitar yang berpotensi memicu kemacetan. Dalam hal ini, para pedagang kaki lima serta pemilik kendaraan yang nekat parkir sembarangan di badan maupun bahu jalan akan ditata secara rapi. Di sisi lain, tim ahli turut memantau sistem drainase serta aliran air guna memastikan daya tahan jalan setelah nanti diterjang musim hujan. Di samping itu, tingkat kebersihan lingkungan serta edukasi perilaku berkendara yang tertib menjadi fokus perhatian utama. Alhasil, para pengguna jalan nantinya diimbau keras agar tidak nekat berhenti atau melangkah turun di area struktur jalan yang berbahaya dan tidak ditujukan bagi aktivitas publik.
Lebih lanjut lagi, Satker PJN Wilayah Provinsi DIY berikhtiar keras melangsungkan analisis mendalam agar dapat merumuskan skema pengoperasian jalan yang paling efektif. Maka dari itu, demi menjamin kepastian keselamatan secara mutlak, pemerintah berencana menyelenggarakan Audit Keselamatan Jalan (AKJ) secara komprehensif setelah tahap uji coba usai. Selain itu, jajaran pejabat akan terus menggalang koordinasi ketat lintas instansi demi memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi secara sempurna sebelum pintu jalur resmi dibuka penuh. Tisara menegaskan kembali bahwa faktor keselamatan nyawa pengguna jalan selalu menduduki posisi prioritas tertinggi dalam setiap fase pengoperasian infrastruktur publik. Oleh karena itu, langkah penundaan pembukaan penuh ini sama sekali tidak mengurangi nilai manfaat dari kemegahan ruas jalan tersebut. Malahan, strategi penutupan sementara ini merupakan wujud nyata prinsip kehati-hatian agar seluruh jaminan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran arus lalu lintas dapat berdiri kokoh terlebih dahulu.
Lagipula, penutupan kembali jalur indah Kelok 23 ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan penyelesaian pengerjaan fisik Paket Lot 17A. Pasalnya, tim kontraktor masih harus memacu penuntasan pekerjaan penurunan kelandaian tanjakan, merampungkan pembangunan kawasan rest area, serta menuntaskan pelebaran jalan hingga genap menjadi empat lajur kendaraan. Oleh sebab itu, selama proses evaluasi dan penyelesaian fisik ini berlangsung, ruas jalan tersebut akan dikunci kembali secara terukur dan disiplin. Untuk mendukung langkah sterilisasi tersebut, Satker PJN Wilayah Provinsi DIY memasang berbagai perangkat pengamanan ketat seperti Mobile Concrete Barrier (MCB), portal penutup, hingga pagar pembatas di titik-titik krusial. Kendati demikian, Tisara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme masif yang ditunjukkan oleh warga masyarakat selama sepekan masa uji coba lalu. Menurut pandangannya, sambutan hangat tersebut membuktikan bahwa kehadiran jalur Kretek–Girijati memang sudah sangat dirindukan oleh publik luas.
Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum turut mendorong seluruh pihak untuk aktif menyebarkan edukasi positif melalui kanal media sosial milik instansi masing-masing. Melalui edukasi berkelanjutan tersebut, kesadaran masyarakat diharapkan dapat terangkat sehingga publik terbiasa menggunakan fasilitas jalan secara tertib, selamat, dan penuh rasa tanggung jawab. Akhir kata, pihak otoritas mengajak seluruh elemen warga untuk bahu-membahu merawat infrastruktur bernilai tinggi ini. Sebab, jalan ini merupakan aset publik bersama yang manfaatnya akan dirasakan hingga generasi mendatang, sehingga kolaborasi harmonis antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama keberhasilannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

