Desapenari.id – Suasana tenang di pelosok Kulon Progo mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika si jago merah tanpa ampun mengamuk hebat. Akibat musibah gawat ini, lebih dari seratus orang warga secara spontan langsung berbondong-bondong merapatkan barisan demi memadamkan kobaran api membara yang membumihanguskan area perbukitan di Padukuhan Duren Sawit, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melihat situasi yang kian menggentingkan tersebut, Lurah Banjaroyo, Yoanes Pius Cahyo Nugrohojati, secara sigap langsung mengambil langkah tegas dengan memobilisasi seluruh potensi masyarakat setempat. Pihaknya menggerakkan ratusan warga dari tiga padukuhan sekaligus untuk bahu-membahu menaklukkan si jago merah secara manual melalui pembuatan sekat pembatas atau sekat bakar agar laju api tidak meluas ke pemukiman.
Dalam wawancara khusus saat media hubungi pada hari Minggu (4/10/2026), Pius menegaskan bahwa langkah cepat memindahkan seluruh sisa dedaunan kering menjadi strategi paling krusial bagi warga di lapangan. “Semua material yang sudah kering itu langsung kami singkirkan bersama-sama agar api tidak menemukan bahan bakar baru, sehingga kobaran api yang sangat ganas itu bisa kami cegah agar tidak terus merembet ke mana-mana,” papar Pius menjelaskan detail teknis di lokasi kejadian.
Selanjutnya, peristiwa mencekam ini awalnya dipicu oleh munculnya titik api secara mendadak di tepi jalan kabupaten yang melintasi kawasan Padukuhan Dlingseng. Lokasi awal kemunculan api ini memang tergolong sangat strategis sekaligus berbahaya karena berada persis di sekitar perbatasan antara Padukuhan Duren Sawit dan Padukuhan Plengan.
Tanpa membutuhkan waktu lama, gumpalan api tersebut langsung merembet dengan sangat cepat menuju ke arah atas lereng perbukitan. Di samping itu, melimpahnya hamparan rumput serta guguran daun kering yang gampang terbakar, ditambah lagi dengan hembusan angin yang bertiup sangat kencang, membuat kobaran api kian liar menyebar ke segala penjuru.
Dampak kehancuran akibat amukan si jago merah ini benar-benar tidak main-main karena luas lahan yang habis terbakar tercatat mencapai sekitar 40.000 meter persegi atau setara dengan 4 hektare. Lebih lanjut, kawasan perbukitan yang hangus dilalap si jago merah tersebut ternyata merupakan aset berharga milik lima warga lokal yang sebagian besarnya ditumbuhi berbagai komoditas pohon jati, kayu sengon, hingga deretan pohon durian unggulan.
Bencana kebakaran yang mengejutkan ini tentu saja langsung berimbas fatal terhadap kelangsungan hidup berbagai tanaman budidaya milik warga sekitar. “Bahkan sebagian besar bibit pohon durian yang ukurannya masih sangat kecil-kecil kini kondisinya sudah langsung layu parah dan terancam mati akibat terpapar hawa panas yang sangat menyengat,” tutur Pius dengan nada prihatin.
Kendati demikian, armada petugas pemadam kebakaran sebenarnya sudah secara sigap tiba di lokasi musibah demi melokalisir amukan api. Namun sayang sekali, medan area perbukitan yang didominasi oleh tebing-tebing curam yang sangat terjal membuat armada pemadam menghadapi kendala luar biasa, sehingga beberapa titik api utama di atas jurang tetap sangat sulit dijangkau oleh semprotan selang air.
Berdasarkan pengamatan mendalam di lapangan, titik awal mula kemunculan api diperkirakan berada pada jarak sekitar satu meter saja dari bibir jalan kabupaten yang menghubungkan Padukuhan Dlingseng dengan Durensawit. Dari titik awal yang sangat dekat dengan jalur lalu lintas kendaraan tersebut, lidah api kemudian merambat merayap naik ke atas hingga akhirnya menghanguskan bagian-bagian lahan lainnya di puncak bukit.
Oleh karena petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan besar untuk mengakses medan terjal tersebut, warga lokal tanpa ragu-ragu langsung mengambil keputusan berani untuk melompat membantu pasukan Damkar. Mereka bergerak cepat membersihkan semua area rerumputan kering yang berpotensi menjadi penyambung api, sehingga terbentuklah sekat bakar buatan yang terbukti ampuh menahan laju kebakaran agar tidak semakin membahayakan area pemukiman warga.
“Oleh sebab itu, kami memang sengaja mengarahkan dan memobilisasi bantuan penuh dari seluruh warga yang tersebar di tiga padukuhan secara bergotong royong,” tegas Pius kembali untuk memperjelas kekompakan luar biasa dari warganya tersebut.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, secara resmi juga telah membenarkan adanya insiden kebakaran lahan yang sangat menggegerkan masyarakat perbukitan tersebut. Menurut keterangan resminya, percikan api awal terpantau pertama kali muncul sekitar pukul 12.00 WIB siang tepat di atas lahan milik warga Padukuhan Dlingseng.
“Memang benar telah terjadi musibah kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB yang mana titik apinya bermula dari area lahan kering di Padukuhan Dlingseng, Banjaroyo, Kalibawang,” ungkap Iptu Sarjoko saat memberikan konfirmasi resminya melalui pesan singkat kepada wartawan. Selanjutnya, api dari lokasi awal tersebut dengan cepat menjalar menuju lahan warga di Padukuhan Duren Sawit yang terletak tepat di tepi lintasan jalan Dlingseng-Durensawit, hingga akhirnya proses pemadaman terpaksa dilakukan secara gabungan oleh warga, personil Damkar, tim BPBD Kulon Progo, beserta jajaran kepolisian.
Di samping menggunakan peralatan pemadam modern, seluruh gabungan tim bersama warga masyarakat, personil Damkar, dan tim BPBD Kulon Progo nekat menundukkan kepungan api dengan cara-cara manual yang terbilang ekstrem. Mereka secara bersama-sama terus memukuli setiap titik api yang menyala menggunakan dahan-dahan pohon serta peralatan seadanya demi memastikan api benar-benar padam total.
Beruntung sekali, berkat aksi cepat dan kekompakan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat tersebut, amukan si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan dan benar-benar padam total pada sekitar pukul 13.00 WIB. Selain itu, pihak kepolisian juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran yang sempat membuat panik warga desa ini.
Menanggapi musibah ini, Pius tak lupa memberikan peringatan keras dan imbauan yang sangat serius kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya kebakaran lahan. Terlebih lagi, fenomena cuaca yang terjadi belakangan ini memang ditandai dengan lonjakan suhu udara yang sangat tinggi di kawasan perbukitan.
“Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan agar seluruh warga masyarakat senantiasa berhati-hati dan menjaga lingkungan, pasalnya wilayah kita saat ini memang sedang dilanda oleh gelombang musim panas yang tergolong sangat ekstrem,” tutur Pius menutup perbincangannya sekaligus memberikan pengingat penting bagi semua orang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.


Adjusting text contrast and line spacing has completely changed how I read long essays. Using tools for free adhd reading ADHD Reading (adhdreading.org) keeps me engaged, which is why ADHD Reading (adhdreading.org) stays in my toolbox.
Помощь может включать консультацию, детоксикацию, стационар и дальнейшее сопровождение по показаниям.
Изучить вопрос подробнее – запой наркологическая клиника Красноярск