SEMARANG, Desapenari.id — Kasus banjir yang melanda Kota Atlas tiap tahun emang bikin panik, tapi Pemkot Semarang nggak mau tinggal diam dan sekarang lagi tancap gas pol menyiapkan benteng infrastruktur demi menangkis serbuan musim hujan. Lebih lanjut, pergerakan masif ini terlihat di seluruh penjuru kota karena tim lapangan terus menggenjot pengerjaan proyek saluran air biar masyarakat bisa tidur tenang pas hujan deras mengguyur.
Bahkan, masyarakat sendiri udah hapal betul kalau air hujan mulai turun tajam, kawasan pesisir kaya Kecamatan Genuk sama Muktiharjo pasti langsung berubah jadi lautan genangan yang menghambat aktivitas harian. Akibatnya, ancaman musiman ini nggak cuma merusak tatanan ekonomi warga lokal, tapi juga bikin akses jalan protokol lumpuh total selama berhari-hari.
Oleh sebab itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng langsung mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan seluruh jajaran instansi terkait untuk menyapu bersih endapan sungai serta menyiagakan ratusan armada penanggulangan banjir di titik-titik rawan. Tentu saja, langkah taktis sang wali kota ini bertujuan buat memastikan seluruh aliran air mengalir lancar tanpa hambatan sedikit pun.
“Sebenarnya, pemeliharaan rutin pada sungai dan saluran drainase ini jadi langkah krusial kita buat memutus rantai bencana pas musim hujan melanda,” cetus Agustina pas memberikan keterangan pers pada Rabu (14/10/2026). Tak hanya itu, beliau menekankan kalau kesiapan infrastruktur sejak dini bakal menentukan keselamatan ribuan tempat tinggal warga dari ancaman luapan air.
Menariknya, hasil kerja keras tim di lapangan ternyata membuahkan progres yang sangat fantastis karena dari total 38 titik sungai dan saluran yang ditargetkan buat dikeruk, sebanyak 33 lokasi di antaranya sudah berhasil diselesaikan dengan sempurna. Dengan demikian, sebagian besar titik vital banjir di kawasan perkotaan kini udah siap menampung debit air yang melonjak.
5 Titik Rawan Masih Digempur Pekerjaan!
Sementara itu, pasukan DPU masih terus menggempur pengerjaan di lima lokasi sisa agar selesai sebelum puncak musim hujan tiba. Di samping pengerukan fisik, strategi normalisasi ini dipersenjatai oleh 119 unit pompa air raksasa yang sanggup menyedot dan membuang air hingga kapasitas luar biasa mencapai 92.190 liter tiap detiknya.
“Maka dari itu, kita fokus melakukan pengerukan lumpur tebal ini biar arus sungai makin deras mengalir ke laut, sekaligus ampuh menekan risiko genangan di sudut-sudut Kota Semarang,” tambah Agustina dengan nada optimis. Lebih jauh lagi, beliau meyakini kalau pengoptimalan alur sungai ini bisa mengurangi potensi bencana air tergenang secara signifikan.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, membocorkan bahwa pemeliharaan besar-besaran ini sengaja menyasar seluruh wilayah krusial, mulai dari sektor timur, utara, barat, hingga wilayah tengah dan selatan kota. Alhasil, pemetaan yang matang ini membuktikan komitmen pemerintah dalam meratakan perlindungan banjir bagi seluruh warga tanpa ada wilayah yang terabaikan.
Secara rinci, beberapa area strategis yang pengerukannya udah kelar 100 persen meliputi Saluran Jalan Gajah sepanjang 600 meter, Kali Bunggel Pedurungan Tengah sejauh 1,5 kilometer, Sungai Karanganyar sepanjang 1,4 kilometer, serta Sungai Jumbleng Jerakah sejauh 1,2 kilometer. Tentu saja, pengerukan jalur air utama ini langsung berdampak positif pada kelancaran buangan air di pemukiman sekitar.
Tak berhenti di situ, ratusan petugas di lapangan juga sukses menyapu bersih endapan sampah dan lumpur di Saluran Padi Raya, Sungai Tapak Tugurejo, serta Sungai Silandak di ruas Purwoyoso. Bahkan, beberapa saluran vital di wilayah dataran tinggi seperti kawasan Tembalang dan pusat Semarang Tengah juga sudah dibersihkan secara menyeluruh dari sumbatan.
“Selain pengerjaan internal kita, saat ini pihak BBWS juga udah bergerak cepat mengeruk sungai dari sektor hilir terlebih dahulu, contohnya di area strategis depan mal The Park,” sambung Suwarto menjelaskan koordinasi lintas lembaga tersebut. Karena itu, pengerukan dari hilir ini diharapkan dapat mempercepat pembuangan air secara massal saat curah hujan berada pada level tertinggi.
Sementara untuk lima lokasi yang lagi digenjot pengerjaannya saat ini mencakup Kali Sodor, Kali Sier, serta aliran Kali Semarang khususnya pada ruas Kuningan dan ruas Lodan Raya, plus Saluran Buludrain. Oleh sebab itu, tim lapangan terus bekerja ekstra siang dan malam biar seluruh proyek pembersihan ini kelar tepat waktu sebelum cuaca ekstrem datang.
Armada Tempur 66 Dump Truck dan 57 Alat Berat Dikerahkan!
Demi mempercepat pergerakan dan pengangkutan sedimen di lapangan, DPU Kota Semarang mengerahkan kekuatan penuh berupa 66 unit dump truck jumbo dan 57 unit alat berat berkapasitas besar. Maka dari itu, kolaborasi alat-alat berat ini mampu mengeruk puluhan ton endapan tanah dan sampah setiap hari tanpa henti.
Hebatnya lagi, armada darat tersebut dipadukan secara canggih dengan 119 unit pompa stasioner berdaya sembur tinggi mencapai 92,19 meter kubik per detik, ditambah 101 unit pompa portabel fleksibel yang siap diterjunkan langsung ke titik genangan air terparah. Akibatnya, kombinasi mesin penyedot ini diprediksi sanggup menguras banjir dalam waktu singkat jika air mulai meluap.
Mengenai isu gawat soal menumpuknya sedimen parah di Banjir Kanal Barat (BKB), Suwarto menegaskan kalau Pemkot Semarang udah melakukan koordinasi intensif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai otoritas resmi yang memegang wewenang penuh. Tentu saja, sinergi ini dibangun biar penanganan sungai raksasa penampung air utama kota tidak mengalami kendala birokrasi.
“Proses pengerukan di Banjir Kanal Barat memang masih berjalan terus secara bertahap karena memang kewenangan teknisnya ada di tangan BBWS,” pungkas Suwarto mengakhiri penjelasannya. Langkah cepat dan terukur dari gabungan instansi ini dinilai bakal jadi penentu utama apakah Kota Semarang berhasil lolos dari jebakan banjir tahunan kali ini.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

