BENGKULU, Desapenari.id — Kabar duka yang amat mengejutkan kembali menggegerkan jagat maritim Tanah Air. Pasalnya, Kapal Motor (KM) Prima Sentosa mendadak mengalami musibah kebakaran hebat saat berlayar di kawasan Perairan Bengkulu pada hari Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Akibatnya, suasana malam yang tenang langsung berubah menjadi kepanikan luar biasa setelah sebanyak 11 orang anak buah kapal (ABK) dinyatakan hilang tenggelam dalam misteri lautan lepas.
Lantas, menanggapi situasi darurat yang teramat menggentarkan tersebut, pihak Humas Basarnas Bengkulu melalui perwakilannya, Mega Maysilva, secara resmi mengonfirmasi keberadaan tragedi mengerikan ini. Menurut penjelasannya, Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu telah mengambil langkah sigap dengan langsung meluncurkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berskala besar demi menyelamatkan para korban kecelakaan kapal kargo KM Prima Sentosa yang membara di lautan Bengkulu pada Jumat malam tersebut.
Lebih lanjut, Mega pun membeberkan kronologi awal bagaimana kabar mengerikan ini bisa sampai ke telinga pihak berwajib. Jadi, laporan darurat tersebut pertama kali masuk ke markas Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu tepat pada pukul 20.00 WIB setelah Bayu, yang bertindak sebagai agen resmi kapal KM Prima Sentosa, menghubungi petugas. Berdasarkan penuturan agen tersebut, percikan api yang sangat destruktif pertama kali mengamuk sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung menghancurkan ruangan vital di bagian kamar mesin kapal.
13 Nyawa Berhasil Lolos dari Kobaran Api, 11 ABK Lainnya Masih Terjebak Misteri!
Di samping itu, jika kita melihat rekam jejak pelayarannya, kapal kargo KM Prima Sentosa sebenarnya sedang menempuh perjalanan laut yang cukup jauh dari pelabuhan Muara Jawa menuju ke destinasi Nagan Raya. Tentu saja, pelayaran ini membawa banyak personel di dalamnya. Menurut perkiraan data manifes awal, kapal ini setidaknya mengangkut sekitar 24 orang penumpang beserta seluruh kru (person on board/POB) yang bertugas sepanjang pelayaran tersebut.
Nah, di tengah situasi kritis ketika si jago merah membakar habis area mesin, sebanyak 13 kru kapal bertindak sangat cepat dan pemberani demi menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman maut. Oleh karena itu, mereka langsung melemparkan liferaft atau rakit penolong ke atas permukaan air laut dan melompat keluar dari kapal yang membara. Namun sayangnya, di tengah kepungan asap pekat dan lautan luas, nasib 11 orang kru lainnya hingga kini masih belum diketahui keberadaannya karena terpisah dari rombongan utama.
Sejalan dengan pernyataan dramatis tersebut, Mega kembali menegaskan rasa prihatinnya atas nasib para pelaut yang belum ditemukan. “Sebelas orang kru memang masih belum kita ketahui keberadaannya sampai detik ini,” ungkap Mega dengan nada penuh kecemasan saat menyampaikan rilis resminya kepada awak media.
Untungnya, takdir baik masih memihak kepada 13 kru yang terapung-apung di atas rakit penolong tersebut. Pasalnya, Kapal Seroja 20 yang kebetulan sedang melintas di sekitar area kejadian langsung melihat keberadaan mereka di tengah lautan. Tanpa membuang waktu, Kapal Seroja 20 segera melakukan aksi penyelamatan pahlawan dengan menaikkan seluruh 13 kru kapal yang selamat tersebut ke atas geladak mereka dengan aman.
Akan tetapi, fokus penyelamatan tentu saja belum usai sampai di situ saja. Sementara itu, nasib 11 kru kapal lainnya hingga laporan awal ini dirilis resmi oleh pihak berwenang masih tetap menyisakan tanda tanya besar karena keberadaan mereka belum juga membuahkan titik terang dan masih terus dicari di tengah luasnya samudra.
Karena itulah, demi merespons kondisi krisis yang membutuhkan penanganan secepat kilat ini, Tim Rescue KN SAR 213 Bengkulu bersama dengan gabungan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu langsung bergerak cepat tepat pada pukul 20.15 WIB. Mereka menerjang gelombang malam dengan menggunakan armada utama kapal penyelamat KN SAR 213 Bengkulu guna menyisir lokasi koordinat kecelakaan.
Jika dikalkulasikan secara teknis navigasi laut, titik lokasi musibah kebakaran tersebut tepat berada pada koordinat astronomis 3°43’29.40″S 101°50’18.00″T. Oleh sebab itu, tim penyelamat harus mengarungi lautan sejauh kira-kira 29,92 nautical mile (mil laut) dari posisi awal pangkalan KN SAR 213 Bengkulu yang bertambat di Dermaga Pulau Baai, Bengkulu.
Selanjutnya, demi mengoptimalkan seluruh jangkauan penyisiran di wilayah perairan yang amat luas tersebut, Basarnas Bengkulu tidak bergerak sendirian secara terisolasi. Malahan, mereka langsung membangun kolaborasi taktis dengan menggandeng berbagai instansi maritim terdepan, seperti Pangkalan TNI AL (Lanal) Bengkulu, jajaran Polair Bengkulu, pihak Pelindo, serta memobilisasi berbagai elemen Potensi SAR Lainnya yang siaga di lapangan.
Bahkan, aksi kemanusiaan yang sangat masif ini juga merangkul kearifan lokal masyarakat pesisir pantai. Oleh karena itu, tim gabungan secara aktif melibatkan para nelayan tradisional dari Pulau Baai untuk ikut serta menyumbangkan tenaga dan pengetahuan navigasi lokal mereka guna mendukung penuh proses pencarian dan pertolongan para korban yang masih hilang.
Selain daripada itu, untuk menunjang pergerakan cepat para tim penyelamat di tengah ganasnya medan lautan, berbagai peralatan dan armada utama (alut) tempur SAR langsung dikerahkan secara menyeluruh. Adapun sarana utama yang dikirimkan ke lokasi mencakup Kapal Utama KN SAR 213 Bengkulu, unit Rigid Inflatable Boat (RBB) bertempo tinggi, serta dukungan kapal-kapal penunjang milik Pelindo yang siap siaga.
Oleh sebab itu, jika kita merangkum kembali seluruh data sementara hingga saat ini, dari total perkiraan 24 jiwa yang berada di atas kapal kargo tersebut, tercatat 13 orang sudah berhasil diselamatkan dengan selamat, sedangkan 11 orang kru lainnya masih dalam status pencarian intensif oleh tim gabungan.
Namun demikian, masyarakat dan pihak keluarga korban diharapkan tetap tenang dan terus memantau kabar resmi. Pasalnya, detail data identitas lengkap mengenai para korban kapal terbakar ini baru akan disampaikan secara rinci oleh pihak Basarnas setelah seluruh informasi lapangan terverifikasi secara valid dan akurat.
Sebagai penutup, Basarnas Bengkulu menegaskan bahwa mereka bakal terus memacu upaya penyisiran dan penyelamatan secara maksimal tanpa henti. Di samping itu, mereka juga terus mengencangkan ikatan koordinasi dengan seluruh elemen terkait demi memastikan kesebelas kru kapal yang belum diketahui nasibnya itu bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

