Desapenari.id – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 secara luar biasa berhasil mengendus serta membongkar sebuah gubuk tradisional honai rahasia yang tersembunyi sangat rapat di tengah lebatnya belantara Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu (17/10/2026). Bangunan kayu berskala strategis ini disinyalir kuat menjadi markas persembunyian rahasia sekaligus tempat penyusunan strategi bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) jaringan Kodap VIII Soanggama yang selama ini kerap melancarkan aksi teror mencekam terhadap warga sipil.
Keberhasilan operasi taktis militer dan kepolisian ini bermula ketika para personel Satgas Damai Cartenz sedang gencar melakukan patroli penyisiran wilayah di kawasan hutan perawan yang membentang di antara Kampung Kulindigi dan Kampung Bulage, Distrik Sugapa. Dalam pelaksanaan patroli pengamanan berkadar risiko tinggi tersebut, para petugas bergerak secara senyap menyusuri medan ekstrem yang dikenal sebagai jalur lalu lintas pergerakan kelompok separatis. Langkah penuh kewaspadaan tinggi yang diterapkan oleh personel lapangan akhirnya membuahkan hasil besar tatkala mata jeli petugas mencurigai keberadaan struktur bangunan tidak biasa yang berdiri terisolasi di tengah keheningan vegetasi belantara Papua.
Selanjutnya, begitu berhasil menembus barikade alam dan mengamankan seluruh perimeter di sekitar honai rahasia tersebut, tim Satgas langsung menggelar penggeledahan secara amat mendalam di setiap sudut ruangan. Hasil pemeriksaan awal benar-benar mengejutkan aparat, lantaran petugas menemukan sebanyak 559 selongsong peluru aktif berkaliber 5,56 milimeter yang berserakan di dalam bangunan. Tak hanya tumpukan amunisi mematikan tersebut, aparat keamanan gabungan juga berhasil menyita bermacam-macam komponen senapan serbu, senjata tajam jenis pisau karambit yang sangat membahayakan, bendera Bintang Kejora sebagai lambang gerakan separatis, sejumlah dokumen identitas diri para anggota, serta beberapa perangkat elektronik penting yang digunakan untuk menunjang jalur komunikasi internal kelompok.
Bahkan, proses penyisiran lanjutan yang dikembangkan oleh aparat kepolisian berhasil menguak lembaran bukti lain yang jauh lebih krusial bagi kepentingan penyelidikan intelijen nasional. Petugas menemukan berkas resmi berupa dokumen laporan internal TPNPB Kodap XIX Kemabu Intan Jaya yang disusun secara rinci dan ditujukan langsung kepada pimpinan Batalyon Uwia. Selain berkas laporan berkategori rahasia tersebut, tim lapangan turut mengamankan sebuah buku catatan khusus yang dibubuhi cap stempel resmi TPNPB Batalyon Bula Kompi Senapan A Tanah Merah Kodap VIII Intan Jaya, beserta buku catatan berharga yang memuat rekam jejak transaksi gelap jual beli amunisi senjata api di wilayah tersebut.
Honai Persembunyian KKB Akhirnya Dimusnahkan Petugas
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, memberikan keterangan resmi mengenai posisi geografis serta kondisi fisik dari bangunan terisolasi tersebut. Ia menegaskan bahwasanya honai persembunyian ini berdiri persis di tengah kawasan hutan lebat dengan arsitektur yang sengaja dirancang menyatu sempurna dengan lingkungan alam sekitarnya. Strategi kamuflase yang dipraktikkan oleh kelompok bersenjata tersebut membuat markas rahasia mereka sangat sulit diendus oleh pandangan mata dari jarak dekat maupun lewat pengamatan udara.
Lebih lanjut, kombinasi rapatnya pepohonan rimba, rindangnya semak belukar, serta gundukan tanah di sekeliling dinding honai membuat keberadaan fasilitas tersebut tersamarkan secara sempurna hingga menyerupai struktur bungker pertahanan militer modern. Keadaan lingkungan yang sangat tersembunyi ini memang sengaja dimanfaatkan oleh para anggota KKB untuk merencanakan aksi kejahatan, menyimpan pasokan amunisi pertempuran, sekaligus melarikan diri sewaktu penyergapan aparat keamanan berlangsung di kawasan Intan Jaya.
Oleh karena itu, Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa seluruh barang bukti yang berhasil diamankan kini sedang menjalani proses analisis mendalam oleh tim penyidik. “Dalam pemeriksaan intensif di lokasi, personel menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk 559 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, yang saat ini menjadi bagian utama dari pendalaman lebih lanjut untuk memastikan asal-usul pasokan amunisi serta keterkaitannya dengan dugaan tindak pidana kejahatan bersenjata,” ungkap Yusuf dalam rilis resminya pada Minggu (18/10/2026).
Alhasil, begitu seluruh tahapan pemeriksaan olah TKP, pendataan inventarisasi, dan pengamanan barang bukti dinyatakan selesai secara menyeluruh, para personel Satgas Damai Cartenz segera mengambil tindakan tegas dengan meratakan serta memusnahkan honai rahasia tersebut di tempat. Pemusnahan sarang persembunyian KKB di tengah belantara ini menegaskan komitmen kuat bahwasanya aparat keamanan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi keberadaan markas separatis di tanah Papua.
Sesuai dengan penjelasan Yusuf, langkah taktis pemusnahan bangunan ini sengaja diambil oleh petugas demi menjamin stabilitas keamanan wilayah secara berkelanjutan. Keputusan tegas tersebut terbukti sangat efektif untuk merusak infrastruktur pergerakan KKB sekaligus mencegah kelompok bersenjata itu kembali memanfaatkan tempat yang sama sebagai lokasi persinggahan, markas perencanaan aksi teror, atau tempat penyimpanan amunisi ilegal di masa mendatang.
Akhirnya, seluruh rangkaian operasi taktis penyerbuan di kawasan Distrik Sugapa ini ditutup dengan tingkat kedisiplinan dan kewaspadaan yang amat tinggi dari pasukan di lapangan. “Seluruh tindakan di lapangan kami laksanakan dengan selalu mempertimbangkan dinamika situasi keamanan wilayah secara cermat serta tetap mengacu penuh pada prosedur operasional standar yang berlaku,” tegas Yusuf saat mengakhiri rilis persnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

