Desapenari.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak kini secara resmi menargetkan proses pengapungan atau salvage terhadap KMP Batumandi yang baru saja mengalami musibah di laut. Langkah cepat ini bakal mereka mulai secara serentak pada pekan depan untuk menyelamatkan aset penting angkutan penyeberangan tersebut. Selain itu, tim penanganan darurat juga terus memantau kondisi cuaca di lapangan guna memastikan seluruh proses pengangkatan bangkai kapal ini dapat berjalan tanpa kendala berarti. Oleh sebab itu, masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut kini sedang menanti kelanjutan dari proses evakuasi besar-besaran yang siap mendongkrak kembali kelancaran alur pelayaran di kawasan pelabuhan tersebut.
Menanggapi krisis yang menyita perhatian publik ini, General Manager ASDP Cabang Merak, Umar Imran Batubara, angkat bicara secara langsung mengenai persiapan matang timnya. Pihaknya mengaku saat ini sedang gencar bergerak cepat untuk mencari pihak ketiga atau pelaksana profesional yang benar-benar memiliki kapasitas mumpuni serta rekam jejak teruji dalam mengoperasikan proses pengapungan kapal berukuran besar. Selain itu, manajemen ASDP tentu tidak ingin gegabah dalam memilih mitra kerja karena keselamatan tim evakuasi dan perlindungan lingkungan perairan menjadi prioritas utama mereka. Oleh karena itu, penyeleksian kontraktor penyelamatan ini harus melalui pertimbangan teknis yang sangat ketat dan cermat demi meminimalkan segala risiko bahaya di lokasi kejadian.
Saat memberikan keterangan resminya di Cilegon pada Jumat, 23 Oktober 2026, Umar menegaskan bahwa tim ASDP kini terus menyaring sejumlah kandidat pelaksana salvage potensial dari berbagai kawasan. Langkah maraton ini sengaja mereka lakukan agar rencana teknis pengangkatan badan kapal dapat segera mengkristal dalam waktu dekat. Tak hanya itu, ASDP juga sangat menaruh harapan besar agar dalam kurun waktu dua hingga tiga hari mendatang, gambaran detail mengenai strategi evakuasi sudah bisa mereka kantongi secara utuh. Alhasil, seluruh jajaran operasional dapat langsung menyusun eksekusi lapangan secara presisi tanpa harus membuang waktu lebih lama lagi.
Lebih lanjut lagi, proses perundingan mendalam serta penjajakan intensif dengan para calon eksekutor salvage memang masih terus berjalan hingga detik ini. Setelah sebelumnya ada satu perusahaan ahli yang sukses merampungkan survei awal di lokasi kejadian, dua tim ahli tambahan justru langsung menyusul untuk memantau kondisi fisik kapal pada hari Jumat tersebut. Langkah cepat para ahli ini bertujuan untuk mengumpulkan data riil terkait tingkat kerusakan, kedalaman air, serta arus laut sekitar demi menyempurnakan kalkulasi teknis pengapungan. Oleh sebab itu, hasil peninjauan langsung dari tiga tim profesional ini bakal menjadi fondasi utama dalam menentukan skenario evakuasi yang paling aman dan efisien.
Selanjutnya, Umar menjelaskan secara terperinci bahwa proses pengapungan ini memegang peranan yang sangat vital dan menjadi tahapan paling krusial dalam seluruh rangkaian penyelamatan KMP Batumandi. Dengan berhasil mengapungkan kembali lambung kapal ke permukaan air, tim evakuasi tentu dapat menjalankan proses penanganan susulan secara jauh lebih terukur, sistematis, dan aman. Di samping itu, seluruh prosedur keselamatan kerja di lokasi kecelakaan juga dapat tetap terjaga dengan maksimal tanpa mengancam alur pelayaran kapal-kapal lain yang melintas di sekitarnya. Oleh karena itu, ASDP sangat memprioritaskan ketepatan teknik evakuasi ini agar tidak menimbulkan dampak buruk yang lebih luas bagi ekosistem laut lokal.
Begitu badan kapal yang megah itu berhasil mengapung kembali dengan stabil di atas permukaan laut, pekerjaan raksasa ini tentu tidak berhenti sampai di situ saja. Selanjutnya, tim teknis akan segera melanjutkan misi mendesak ke tahap berikutnya, yaitu melakukan proses penarikan atau towing kapal menuju galangan khusus yang siap menampungnya. Langkah pergerakan laut ini membutuhkan armada kapal tunda bertenaga tinggi serta perhitungan navigasi yang sangat presisi agar perjalanan menuju tempat perbaikan berlangsung tanpa kendala. Oleh sebab itu, tahapan penarikan ini menjadi kunci penting yang menyambungkan keberhasilan proses evakuasi laut dengan perbaikan komprehensif di darat.
Pertanyaan besar yang kini menghantui publik tentu saja adalah ke mana KMP Batumandi bakal ditarik setelah berhasil mengapung kembali di laut? Menjawab rasa penasaran tersebut, pihak ASDP ternyata sudah membeberkan dua lokasi galangan raksasa yang masuk dalam radar pertimbangan utama mereka. Kedua opsi strategis yang siap menjadi tempat berlabuhnya kapal tersebut meliputi:
- Galangan kapal modern yang berlokasi di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten.
- Galangan pembuatan dan perbaikan kapal besar yang membentang di wilayah pesisir Lampung.
Kedua tempat ini sengaja mereka pertimbangkan karena memiliki fasilitas dok kering serta peralatan teknis yang sangat lengkap untuk memperbaiki kerusakan struktur kapal penyeberangan.
Namun demikian, penentuan lokasi perbaikan ini tidak bisa ASDP putuskan secara sepihak begitu saja di lapangan. Umar menekankan bahwa pihaknya bakal berkoordinasi secara intensif dengan berbagai instansi berwenang, terutama Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta jajaran Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud). Proses diskusi lintas sektoral ini akan menyelaraskan kebutuhan teknis kapal dengan pertimbangan kondisi riil lambung KMP Batumandi setelah berhasil mengapung nanti. Oleh karena itu, kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum dan otoritas pelabuhan ini memastikan bahwa seluruh tahapan pemindahan kapal tetap mematuhi regulasi keselamatan pelayaran yang berlaku.
Di tengah persiapan evakuasi yang serba cepat ini, perhatian masyarakat juga mendadak tertuju pada catatan riwayat perawatan KMP Batumandi sebelum musibah ini terjadi. Umar secara terbuka membeberkan fakta bahwa kapal angkutan feri tersebut sebenarnya baru saja selesai menjalani proses perawatan berkala atau docking pada bulan Maret lalu. Akan tetapi, fokus pekerjaan teknis yang tim galangan lakukan kala itu memang terhitung sangat terbatas, yaitu hanya menyasar perbaikan pada bagian pintu rampa atau ramp door kapal. Setelah seluruh perbaikan komponen pintu penutup tersebut rampung secara sempurna, kapal feri ini langsung kembali berlayar melayani rute penyeberangan antarpulau secara normal.
Meski sempat memicu perdebatan mengenai tingkat kelaikannya, Umar secara tegas menyampaikan bahwa seluruh jajaran teknis selalu memantau performa KMP Batumandi selama beroperasi di jalur pelayaran. Menurut pengamatannya, kondisi umum armada kapal feri ini sebenarnya tergolong sangat baik, tangguh, dan sangat layak laut ketika melayani para penumpang. Bahkan, seluruh sistem navigasi serta mesin utama kapal juga selalu menunjukkan performa yang optimal sebelum insiden tidak terduga ini melanda. Oleh sebab itu, ASDP meyakinkan publik bahwa musibah kandasnya kapal ini tidak berkaitan dengan kelalaian perawatan rutin yang selalu mereka jalankan secara berkala.
Akhirnya, Umar menegaskan kembali bahwa fokus utama seluruh tim penyelamat saat ini adalah mencurahkan segala daya dan upaya untuk menyukseskan persiapan proses pengapungan badan kapal terlebih dahulu. Setelah tahap evakuasi awal di perairan ini berhasil dengan sempurna, barulah tim gabungan melanjutkan pergerakan dengan menarik kapal menuju lokasi docking resmi yang disepakati bersama pihak berwenang. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak serta kondisi cuaca yang bersahabat sangat mereka harapkan demi kelancaran seluruh proses pemulihan kapal penyeberangan ini. Semuanya kini bergerak cepat demi memastikan alur pelayaran dan operasional angkutan feri di Selat Sunda dapat segera kembali berjalan dengan aman, lancar, dan normal seperti sedia kala.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

