Desapenari.id – Sekelompok pria tak dikenal mendatangi kawasan Pasar Induk Caringin yang berlokasi di Kecamatan Babakan Ciparay, Jawa Barat, pada Sabtu (24/10/2026) sore hari. Selanjutnya, kelompok misterius tersebut mendadak mengamuk luar biasa hingga melukai tiga orang petugas parkir yang sedang menjaga lokasi pasar. Ngeri banget, serangan brutal secara tiba-tiba ini mengakhiri nyawa satu petugas parkir di tempat kejadian. Sementara itu, dua kawan korban lainnya terpaksa menanggung luka fisik yang amat parah akibat amukan massa tersebut.
Aksi mencekam yang berlangsung sekitar pukul 17.50 WIB tersebut rupanya berhasil terekam oleh kamera warga sekitar. Lantas, rekaman video amatir yang memperlihatkan kebrutalan penyerangan ini langsung tersebar luas dan menjadi viral di berbagai media sosial. Akibatnya, ribuan netizen di seluruh Indonesia mendadak heboh serta membagikan ulang video tragis tersebut sambil menyuarakan keprihatinan mereka. Bahkan, video itu terus memancing kemarahan warganet yang menyaksikan detik-detik peristiwa kelam tersebut.
Berdasarkan bukti rekaman dan pantauan di lapangan, kejadian mengerikan ini mengambil tempat persis di area Ruko Blok B-2. Selain itu, lokasi keributan ini berada sangat dekat dengan kantor cabang Bank Mega di dalam kompleks Pasar Induk Caringin. Oleh karena itu, suasana di sekitar area pertokoan tersebut mendadak berubah menjadi sangat mencekam dan penuh kepanikan warga. Padahal, tempat tersebut biasanya selalu ramai oleh aktivitas para pedagang serta pembeli yang berlalu-lalang.
Ketika sedang menjalankan tugas harian menjaga kendaraan warga, ketiga korban juru parkir tersebut mendadak terkepung oleh rombongan pelaku. Lagipula, saksi mata menuturkan bahwa jumlah rombongan pengeroyok tersebut mencapai sekitar 30 orang lelaki. Maka dari itu, para korban tidak mampu memberikan perlawanan yang seimbang menghadapi jumlah lawan yang sangat membabi buta. Alhasil, aksi pengeroyokan massal ini menghantam para korban tanpa ada ruang untuk melarikan diri sedikit pun.
Mengenai penyebab awal dari tragedi berdarah ini, Kapolsek Babakan Ciparay AKP Kardi membeberkan kronologi awal kepada publik. Menurut beliau, keributan hebat ini bermula dari adanya gesekan sengit antara kubu kuli panggul melawan rombongan petugas parkir pasar. Di samping itu, emosi yang tersulut dari masalah sepele ini justru berkembang menjadi aksi kekerasan massal yang tak terkendali. Oleh sebab itu, polisi mengindikasikan faktor salah paham tersebut menjadi pemantik utama insiden berdarah di sore hari itu.
Selanjutnya, AKP Kardi memberikan konfirmasi resmi secara langsung saat awak media mengontak beliau pada Minggu (25/10/2026). Beliau mengulangi pernyataan bahwa pokok permasalahan sebenarnya murni dipicu oleh perselisihan mendasar antara kelompok kuli panggul dan juru parkir di lapangan. Oleh karena itu, pihak kepolisian terus mendalami latar belakang pemicu bentrokan antarkelompok warga tersebut secara cermat. Dengan demikian, fakta mengenai perselisihan ini menjadi landasan awal penyidik untuk membongkar akar masalah sebenarnya.
Lebih lanjut, AKP Kardi merinci penderitaan parah yang dialami oleh para korban serangan brutal ini. Beliau mengonfirmasi bahwa pemuda malang berinisial FR yang baru berusia 22 tahun harus meregang nyawa akibat luka fatal. Sementara itu, kawan korban yang berinisial T dan berusia 37 tahun kini berada dalam kondisi sangat kritis. Makanya, tim medis bergerak ekstra cepat untuk mempertahankan nyawa korban T yang tak berdaya tersebut di ruang perawatan intensif.
Bukan hanya itu, korban ketiga berinisial AS yang berusia 34 tahun juga mengalami penderitaan luka yang amat memilukan. Pasalnya, senjata para pelaku meremukkan siku bagian kiri korban AS serta membuat satu jarinya putus seketika. Mengingat luka fisik korban AS sangat parah, warga sekitar langsung melarikan beliau menuju Rumah Sakit Bandung Kiwari. Alhasil, dokter di rumah sakit tersebut segera memberikan tindakan medis darurat demi menyelamatkan nyawa serta menangani pendarahan hebat korban.
Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Menanggapi kasus pengeroyokan mengerikan yang menyita perhatian publik ini, AKP Kardi menegaskan komitmen penuh jajarannya. Saat ini, tim penyidik dari Satreskrim Polrestabes Bandung bersama jajaran Polsek Babakan Ciparay secara resmi mengambil alih penanganan perkara ini. Lagipula, kolaborasi dua unit kepolisian ini menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam membongkar tindak pidana sadis tersebut. Maka, seluruh proses penyidikan kini berjalan secara marathon demi mengungkap fakta hukum yang terang benderang.
Di sisi lain, AKP Kardi kembali menjelaskan perkembangan terbaru terkait upaya penanganan kasus pengeroyokan massal tersebut. Beliau menegaskan bahwa gabungan unit Reskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Babakan Ciparay sedang bekerja keras menjalankan proses penyelidikan mendalam. Oleh karena itu, jajaran kepolisian mengumpulkan seluruh barang bukti serta memeriksa saksi-saksi kunci di sekitar lokasi pasar. Berkat langkah terukur ini, aparat yakin proses hukum akan berjalan lancar dan adil bagi seluruh korban.
Menariknya, AKP Kardi menambahkan kabar penting mengenai progres perburuan para anggota kelompok pengeroyok tersebut. Beliau memastikan bahwa tim kepolisian sudah mengantongi secara lengkap identitas para pelaku penyerangan liar itu. Lantas, jajaran petugas di lapangan saat ini sedang bergerak cepat memburu seluruh anggota kelompok pengeroyok tersebut ke berbagai lokasi persembunyian. Karena itu, para pelaku penyerangan dipastikan tidak akan bisa tidur tenang lagi dari kejaran polisi.
Akhirnya, AKP Kardi menutup keterangan resminya dengan menyuarakan optimisme tinggi terkait penangkapan para buronan tersebut. Beliau menyampaikan harapan besar agar seluruh rombongan pengeroyok dapat diringkus oleh tim buser dalam waktu singkat. Apalagi, pihak kepolisian sudah memegang data identitas lengkap dari masing-masing dalang pengeroyokan tersebut. Dengan demikian, publik pun berharap agar keadilan segera tegak dan para pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

