JAKARTA, Desapenari.id – Sampai hari ini, masih banyak banget pengguna jalan di kawasan ibu kota dan sekitarnya yang nekat main kucing-kucingan sama sistem tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Malahan, sebagian pengendara dengan sengaja memutar otak buat ngakal-ngakalin jepretan kamera canggih milik Korlantas Polri dengan berbagai cara unik yang tidak wajar. Padahal aksi mereka ini sangat beragam, mulai dari sengaja menempelkan stiker di atas angka plat, membungkus susunan huruf menggunakan lakban hitam tebal, sampai nekat memasang pelapis mika berwarna super gelap. Alhasil, kecurangan fisik semacam ini langsung membuat pemindai otomatis pada sensor kamera ETLE menjadi sangat kesulitan membaca susunan identitas resmi kendaraan tersebut.
Menanggapi maraknya kelakuan tidak terpuji di arena jalan raya tersebut, Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Korlantas Polri, Kombes Pol Bayu Pratama Gubunagi, langsung angkat bicara menegaskan bahwa praktik manipulasi pelat kendaraan ini memang masih sering dijumpai oleh tim patroli di lapangan. Bahkan, perwira menengah kepolisian yang punya otoritas serta pengalaman panjang di bidang manajemen keselamatan lalu lintas ini mengaku bahwa dirinya pernah menyaksikan secara langsung bagaimana oknum pengendara sengaja menutupi identitas pelat nomor kendaraannya demi menghindari kejaran sistem tilang digital saat dia tengah memantau situasi lalu lintas secara mendadak.
Oleh sebab itu, Kombes Bayu membeberkan secara blak-blakan bahwa salah satu pilar utama dari pelaksanaan Operasi Patuh 2026 sebenarnya diproyeksikan buat melecut kembali kesadaran mandiri masyarakat dalam berkendara. Lagipula, jajaran kepolisian ingin betul-betul memastikan bahwa setiap warga masyarakat punya rasa tanggung jawab moral buat mematuhi seluruh regulasi lalu lintas secara konsisten tanpa harus selalu mengandalkan kehadiran fisik petugas polisi yang berdiri berjaga di setiap sudut perempatan jalan.
“Sebenarnya inilah yang menjadi filosofi serta tujuan paling mendasar dari pengerahan Operasi Patuh 2026, yakni bagaimana caranya agar seluruh lapisan masyarakat memiliki motivasi dan kesadaran internal dalam beraktivitas di jalan raya, sekaligus menumbuhkan kepatuhan alami terhadap seluruh aturan hukum berlalu lintas yang sudah ditetapkan,” tegas Kombes Bayu saat memberikan penjelasan resmi pada hari Selasa, 27 Oktober 2026.
Pelat Nomor Ditutup Stiker hingga Lakban
Lebih lanjut lagi, Kombes Bayu kembali menyoroti bahwasanya aksi nekat para oknum pengendara yang berusaha menyembunyikan identitas asli kendaraannya dari tangkapan lensa kamera ETLE ternyata masih menjadi fenomena berulang di berbagai ruas jalan. Bukannya makin dewasa dalam berlalulintas, sebagian pemilik kendaraan justru malah sengaja mencari-cari celah dengan tidak memasang pelat nomor sama sekali pada bagian bumper kendaraan mereka, atau malah nekat melapisi seluruh bagian pelat dengan mika akrilik bernuansa gelap agar terbebas dari deteksi lampu kilat kamera tilang otomatis.
“Jujur aja, aku sendiri pas lagi turun melakukan pemantauan kondisi jalanan sempat memergoki langsung tindakan beberapa pengendara nakal yang sengaja menutup rapat pelat nomor kendaraannya menggunakan tumpukan stiker atau balutan lakban kain,” ungkap perwira tinggi Korlantas Polri tersebut dengan nada penuh keheranan atas rendahnya kedisiplinan warga.
Di samping itu, beliau juga menambahkan bahwasanya segelintir pengendara di jalanan masih terus memanfaatkan beragam trik konyol lainnya supaya angka dan huruf pada plat nomor mereka tidak terpindai oleh perangkat ETLE. Padahal, kepolisian lewat keahlian teknis dan jaringan kamera pengawas canggih sebenarnya sudah sangat paham mengenai segala bentuk modus operandi penyamaran identitas kendaraan yang sering dimainkan oleh para pelanggar di lapangan.
“Makanya melalui imbauan resmi ini, kami sangat menekankan kepada seluruh warga masyarakat agar engga lagi mencoba-coba melakukan tindakan merugikan seperti itu. Soalnya modus pelanggarannya engga cuma sebatas menempelkan stiker aja, melainkan ada yang sengaja melepas pelat nomor secara utuh, plus ada pula yang melapisi pelat dengan mika tebal yang bikin tampilannya gelap pekat sehingga tidak terbaca oleh sistem pemindai ETLE,” terang Kombes Bayu secara gamblang.
Operasi Patuh 2026 Dorong Kesadaran Pengendara
Tertib Berlalu Lintas Bukan karena Ada Petugas
Nyatanya, perwira Korlantas ini kembali menegaskan bahwa pondasi utama dari kepatuhan berlalu lintas yang ideal semestinya berakar dari kesadaran murni dalam sanubari setiap pengendara, bukan berlandaskan rasa takut semata. Makanya, dorongan untuk bersikap tertib di atas aspal engga boleh cuma muncul karena seseorang takut kena jerat denda tilang materiil, atau sekadar berakting tertib pas mengetahui keberadaan kamera ETLE yang terpasang membidik di atas tiang jalan.
Sebab itulah, jajaran Korlantas Polri tiada hentinya mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak lagi sibuk mencari akal-akalan licik supaya pelanggaran lalu lintas mereka bisa lolos dari pengawasan kamera ETLE. Sebaliknya, setiap pemilik kendaraan justru berkewajiban untuk memastikan bahwa pelat nomor resmi kendaraan mereka selalu terpasang dengan kokoh, rapi, dan sesuai dengan ketentuan undang-undang agar dapat dikenali dengan sangat mudah oleh siapapun.
“Kami sangat mengharapkan agar kesadaran kolektif kita semua terkait dengan kedisiplinan berlalu lintas tidak lahir hanya gara-gara melihat keberadaan petugas di lapangan, melainkan benar-benar tumbuh dari kesadaran personal demi menciptakan ketertiban umum, menjamin keselamatan jiwa, serta mendukung kelancaran lalu lintas bagi sesama pengguna jalan,” pukas Kombes Bayu menyampaikan pesannya.
Pada akhirnya, melalui rangkaian strategi Operasi Patuh 2026 ini, pihak kepolisian memikul optimisme tinggi bahwasanya tingkat kedisiplinan para pengguna jalan akan mengalami peningkatan secara drastis dan berkelanjutan. Dengan demikian, tradisi mematuhi aturan hukum lalu lintas tidak hanya akan dipraktikkan pas ada petugas polisi atau kamera pengawas yang mengintai, melainkan bakal bertransformasi menjadi sebuah budaya positif serta kebiasaan mulia yang membara dalam aktivitas transportasi sehari-hari seluruh masyarakat Indonesia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

