Desapenari.id – Masyarakat Madura mendadak heboh dan gempar setelah muncul pengakuan sangat mengejutkan dari seorang pria bernama Halimi yang menjadi korban aksi penipuan spiritual berskala fantastis. Sosok Halimi ini secara terbuka membongkar skandal penggelapan uang yang menimpa dirinya beserta seluruh anggota keluarga besar hingga mengalami kerugian dana materiil mencapai Rp 1,3 miliar. Ternyata, kedok jahat dari seorang oknum pria warga lokal berinisial F yang berdomisili di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kini mulai tersingkap luas ke hadapan publik setelah dirinya secara berani nekat mengeklaim sosoknya sebagai Sang Imam Mahdi utusan akhir zaman.
Selanjutnya, jajaran kepolisian dari Polres Bangkalan bergerak cepat merespons laporan resmi tersebut dan langsung menggelar serangkaian tindakan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas motif tersembunyi di balik aksi para pelaku. Namun demikian, berdasarkan catatan resmi pihak kepolisian hingga hari Senin (26/10/2026), tim penyidik mengonfirmasi bahwa baru ada satu orang korban saja yang melangkah berani untuk melayangkan laporan pidana secara resmi ke markas kepolisian setempat.
Kemudian, Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyampaikan keterangan resmi bahwa berkas laporan kasus dugaan penipuan bermodus ajaran keagamaan ini sudah dilimpahkan penuh kepada tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan. Malah, tim penyidik Satreskrim langsung mengerahkan jajaran personel terbaik mereka guna mengumpulkan berbagai bukti petunjuk penting serta menggali fakta hukum di lapangan agar proses penanganan perkara dapat berjalan transparan dan profesional.
“Memang benar kasus penipuan bermodus ajaran misterius ini sedang ditangani secara mendalam oleh jajaran penyidik Satreskrim Polres Bangkalan guna mengungkap seluruh tabir rahasia peristiwa ganjil ini sampai tuntas ke akar-akarnya,” tegas Ipda Agung Intama saat memberikan kejelasan mengenai perkembangan pengusutan perkara tersebut pada hari Senin (26/10/2026).
Di samping itu, Ipda Agung Intama juga melayangkan imbauan terbuka kepada warga masyarakat lainnya yang merasa ikut menjadi korban perdayaan oknum Imam Mahdi gadungan ini agar tidak ragu untuk segera membuat laporan resmi ke kantor polisi. Sebab, kehadiran laporan-laporan tambahan dari para korban sangat dibutuhkan oleh tim penyidik demi memetakan total keseluruhan korban tersembunyi serta menghitung estimasi jumlah kerugian materiil secara presisi.
“Walaupun dugaan korbannya terbilang cukup banyak, namun sampai detik ini penyidik mencatat baru ada satu korban yang datang menyerahkan berkas laporan secara resmi,” imbuh Ipda Agung seraya menegaskan komitmen tinggi pihak kepolisian dalam mengawal kasus ini sampai selesai.
Sebelum berita heboh ini menyita perhatian masyarakat secara luas, Halimi bersama tim kuasa hukumnya telah melangkahkan kaki mendatangi kantor Polres Bangkalan pada hari Rabu (21/10/2026) lalu. Pada saat itulah, Halimi menceritakan penderitaan panjang yang dialami keluarganya yang harus kehilangan dana tabungan keluarga senilai Rp 1,3 miliar akibat teperdaya oleh bujuk rayu serta bentuk manipulasi psikologis yang dilancarkan secara sistematis oleh F.
Bahkan, Halimi mengungkapkan bahwa pelaku F sengaja memoles citra dirinya sebagai sosok guru spiritual yang sangat karismatik demi memengaruhi jalan pikiran Halimi beserta seluruh anggota keluarga besarnya. Alhasil, doktrin gaib buatan F sukses mencengkeram pola pikir para korban sehingga mereka menuruti segala perintah sang pelaku tanpa ada rasa curiga sedikit pun selama kurun waktu yang lama.
Tak hanya sampai di situ, F secara bertahap menanamkan ajaran sangat menyimpang yang menuntut para pengikutnya untuk lebih mengagungkan sosok F dibandingkan menunaikan kewajiban shalat wajib lima waktu. Sebaliknya, apabila ada pengikut yang berani melanggar aturan sang master, F mewajibkan pembayaran denda kafarat bernominal besar sekaligus melontarkan ancaman bahwa korban akan berumur pendek jika menolak menyerahkan sejumlah uang tunai kepada F.
“Lalu, pelaku terus-menerus menakut-nakuti kami dengan ancaman akan berumur pendek, dan alih-alih memberikan solusi yang masuk akal, pelaku malah mewajibkan kami membayar biaya top up nyawa sebesar Rp 3 juta setiap kali transaksi. Akhirnya, kami terpaksa menyetor uang nominal tersebut secara berulang-ulang semata-mata agar kami bisa memperoleh jaminan panjang umur,” beber Halimi saat mengungkapkan kepasrahannya kala masih berada dalam cengkeraman ajaran F.
Lebih fantastis lagi, pelaku F ternyata juga menjanjikan jaminan tiket masuk surga secara instan kepada para pengikut lamanya dengan syarat menyerahkan imbalan uang tunai dalam jumlah tertentu. Padahal, F bahkan berani mengeklaim secara sepihak bahwa dirinya sanggup menjamin Halimi beserta seluruh anggota keluarganya terbebas sepenuhnya dari ancaman siksa kubur yang mengerikan, asalkan aliran uang terus mengalir lancar ke rekening pribadinya.
“Oleh karena itu, semua modus operandi berbau mistis serta ancaman gaib tersebut sengaja dirancang oleh pelaku hanya untuk menanamkan rasa takut yang mendalam pada diri kami agar kami dengan pasrah memberikan uang sesuai permintaannya,” terang Halimi membeberkan trik licik sang oknum.
Meskipun demikian, tabir kebohongan tersebut akhirnya mulai tersingkap setelah ayah kandung dari F, yakni seorang pria berinisial AS yang kerap disapa Ratu Adil, meninggal dunia pada tahun 2025 lalu. Momen duka meninggalnya sang ayah rupanya menjadi pemicu awal yang meretakkan fondasi doktrin ghaib buatan F di mata para pengikut setianya.
Sebab, tak lama pasca kematian sosok AS, Halimi beserta para pengikut F lainnya mulai menggunakan nalar sehat mereka untuk mempertanyakan keabsahan ajaran menyimpang yang disebarkan oleh F. Malah, mereka mulai menyadari betapa tidak masuk akalnya klaim F yang menyatakan sanggup memperpanjang usia hidup seseorang hanya dengan imbalan setoran uang tunai secara berkala.
“Oleh sebab itu, kami perlahan-lahan merasakan bahwa kekuatan doktrin mistis tersebut mulai luntur sepenuhnya sehingga akal sehat kami akhirnya tersadar kembali,” pungkas Halimi memungut hikmah berharga setelah terbebas dari lingkaran penipuan sang Imam Mahdi gadungan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

