BEKASI, Desapenari.id – Sebuah aksi begal yang mengusik rasa aman warga kembali terjadi. Kali ini, seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Ayu Dwi Setyoningsih (41) harus merasakan trauma mendalam. Pasalnya, ia justru menjadi korban pembegalan kejam tepat di saat ia hendak memulai aktivitasnya. Lebih mengenaskan, kejadian ini berlangsung di Jalan Patria Jaya IV, RT 002/RW 013, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa (20/1/2026) dini hari. Bayangkan, saat sebagian besar orang masih terlelap, Ayu sudah harus berjuang menghadapi ancaman di jalanan.
Selanjutnya, otoritas kepolisian pun langsung bergerak cepat menyikapi laporan ini. Menurut penjelasan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, Polsek Pondok Gede segera mengambil alih penanganan kasus ini. “Kami menerima laporan peristiwa ini pada Selasa, 20 Januari 2026 sekitar pukul 05.15 WIB. Tanpa menunggu lama, petugas piket reskrim bersama piket fungsi dan perwira pengendali langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian,” tegas Braiel saat dikonfirmasi pada Rabu (21/1/2026). Dari sini kita bisa lihat respons yang cukup sigap dari aparat.
Mengutip penuturan Braiel lebih detail, drama penuh ketegangan itu sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu sekitar pukul 03.30 WIB. Pada waktu itu, korban, Pegawai SPPG, memutuskan untuk berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam bernomor polisi B 5178 KII. Tujuannya jelas, yaitu menuju tempat kerjanya untuk menjalankan tugas. Namun, perjalanan rutinnya itu malah berubah menjadi mimpi buruk.
Kemudian, tibalah momen yang paling mencekam. “Setibanya di lokasi kejadian, korban secara tiba-tiba dihadang oleh dua orang pelaku yang sebelumnya berboncengan menggunakan sepeda motor mereka sendiri,” papar Braiel. Alih-alih dibiarkan lewat, Pegawai SPPG itu justru dipaksa secara kasar oleh para pelaku untuk menepikan kendaraannya. Setelah itu, dengan lancar dan penuh arogansi, para pembegal itu merampas paksa sepeda motor korban dan langsung membawanya kabur menghilang dalam gelapnya dini hari. Akibatnya, kerugian materiil tidak terelakkan. “Sungguh disayangkan, akibat kejadian ini, korban harus menanggung kerugian berupa satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2025,” tutur Braiel. Bisa dibayangkan, selain rasa trauma, beban ekonomi juga ikut menghantui korban.
Di sisi lain, upaya penyelidikan dari kepolisian terus digenjot. Tidak hanya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengecekan awal, pihak kepolisian juga langsung melancarkan pencarian terhadap saksi-saksi yang mungkin melihat atau mengetahui runtutan peristiwa tersebut. Mereka berharap, setiap informasi kecil dari masyarakat dapat menjadi kunci penting untuk mengungkap kasus ini. Bahkan, kini kasus ini sudah ditangani dengan serius sebagai dugaan tindak pidana pemerasan. Lebih spesifik lagi, pasal yang dikenakan adalah Pasal 482 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Artinya, hukuman yang menanti para pelaku pun tidak akan ringan.
Nah, sebagai kesimpulan, insiden ini seharusnya menjadi alarm peringatan keras bagi kita semua, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar rumah pada dini hari. Pertama, selalu tingkatkan kewaspadaan saat berkendara di jam-jam sepi. Kedua, perhatikan lingkungan sekitar dan hindari rute yang terlalu sunyi jika memungkinkan. Ketiga, manfaatkan fitur keselamatan dan pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi pelacak atau berbagi lokasi live dengan keluarga. Ingat, kejahatan seringkali datang di waktu dan tempat yang tidak terduga. Oleh karena itu, proteksi diri adalah hal yang mutlak.
Terakhir, masyarakat juga diharapkan dapat aktif bekerja sama dengan kepolisian. Jika Anda melihat hal mencurigakan atau memiliki informasi terkait kasus ini, segera laporkan. Percayalah, kontribusi Anda sangat berarti untuk menciptakan keamanan dan ketertiban bersama. Mari kita jaga lingkungan kita agar kejadian memilikan seperti yang dialami Ibu Ayu tidak terulang lagi di kemudian hari. Semoga pelaku cepat tertangkap dan korban bisa segera bangkit dari trauma ini. Jangan lupa, keamanan adalah tanggung jawab kita bersama!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

