Desapenari.id – Heboh! Polda Jambi baru saja berhasil menggagalkan aksi besar-besaran yang bisa merugikan negara miliaran rupiah. Bayangkan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi dengan sigap menyetop pengiriman bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang jumlahnya fantastis, mencapai 11 ton! Aksi cerdas ini terjadi tepat pada Kamis (5/2/2026) lalu, di mana polisi berhasil mencegat kiriman solar bersubsidi yang diam-diam mengalir dari Tapan, Sumatera Barat (Sumbar).
Tak main-main, BBM haram ini ternyata punya tujuan yang sangat serius: yaitu untuk “menyuapi” operasi penambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak di Merangin, Jambi. Sebagai informasi, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, dengan tegas membeberkan fakta mengejutkan. Solar subsidi yang seharusnya untuk kepentingan rakyat kecil, justru mereka alihfungsikan secara ilegal dengan cara “melangsir” atau memindah-tangankan dari SPBU resmi di Sumbar. “Total barang bukti ada 10 ton BBM jenis solar bersubsidi, serta ada tujuh orang yang kita tangkap,” tegas Erlan saat konferensi pers di Polda Jambi, Senin (9/2/2026). Bayangkan, uang subsidi rakyat akhirnya mengalir untuk membiayai kegiatan merusak lingkungan!
Lantas, siapa saja pelaku di balik praktek nakal ini? Polisi berhasil mengamankan tujuh orang yang terlibat langsung. Mereka adalah S, RW, SA, dan S yang berperan sebagai sopir, sementara MF dan SS bertugas sebagai kernet. Yang lebih mencengangkan lagi, untuk mengangkut 11 ton solar ilegal tersebut, pelaku menggunakan armada yang terhitung lengkap: tiga unit truk dan satu mobil pickup! Erlan kemudian memaparkan, keempat kendaraan berat itu akhirnya berhasil mereka amankan di Jalan Bangko-Kerinci, tepatnya di Desa Birun, Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin. Waktu penangkapan pun sangat tepat, yaitu pada pukul 03.00 WIB dini hari, saat suasana sepi dan mereka lengah.
Lalu, bagaimana cara mereka memuat barang haram tersebut? Ternyata, modusnya cukup rapi. Solar bersubsidi itu mereka kemas dalam jerigen, drum, hingga tedmon (tangki portable) agar mudah dipindahkan. “Benar ini hasil langsiran dari SPBU yang ada di wilayah Padang,” tukas Erlan mempertegas asal-usul BBM ilegal tersebut. Artinya, ada permainan curang di hulu, di mana oknum memanfaatkan fasilitas resmi untuk kepentingan pribadi yang merugikan negara.
Di sisi lain, pihak kepolisian sama sekali tidak bermain-main dalam memberantas praktek mafia BBM ini. Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, dengan lantang menyuarakan komitmennya. “Kita tak pandang bulu, kalau ada pelangsir dari SPBU di Jambi akan kita tindak,” tegas Hadi. Pernyataan ini sekaligus menjadi warning keras bagi semua pihak, baik di Jambi maupun di provinsi tetangga, bahwa polisi akan terus memburu siapa pun yang nekat menjual BBM bersubsidi secara ilegal.
Nah, kenapa sih kasus ini begitu penting? Pertama, dari segi ekonomi, penyalahgunaan solar subsidi dalam skala ton seperti ini jelas merampok hak rakyat dan mendistorsi pasar. Uang pajak kita terbuang untuk membiayai kegiatan kriminal. Kedua, dampak lingkungannya jauh lebih mengerikan. Tambang emas liar (PETI) terkenal menggunakan merkuri dan merusak ekosistem. Dengan tersedianya pasokan solar murah dan ilegal, operasi PETI akan semakin menjadi-jadi, meracuni sungai, dan menghancurkan hutan.
Operasi ini sebenarnya baru membongkar ujung dari mata rantai yang panjang. Pertanyaan besarnya: siapa mastermind di balik pengumpulan solar dari berbagai SPBU itu? Bagaimana mekanisme “pelangsiran” dari SPBU bisa terjadi? Apakah ada kolusi dengan oknum tertentu? Penangkapan sopir dan kernet adalah langkah awal, tetapi polisi tentu harus mengejar bandar dan pemodal yang sesungguhnya. Rantai pasok ilegal dari Padang ke Merangin ini menunjukkan adanya jaringan terorganisir.
Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Jika melihat aktivitas mencurigakan seperti pengisian solar dalam drum atau jerigen dalam jumlah besar di SPBU, atau konvoi kendaraan pengangkut BBM pada jam-jam tidak wajar, masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib. Bersama-sama, kita bisa melindungi aset negara dan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang lebih parah.
Akhir kata, keberhasilan Polda Jambi ini patut diapresiasi sebagai tamparan keras bagi para pelaku kejahatan terstruktur. Meski begitu, perang melawan mafia BBM dan PETI masih panjang. Operasi seperti ini harus menjadi langkah berkelanjutan, bukan sekadar seremonial. Mari kita dukung penuh upaya penegakan hukum, karena melindungi subsidi dan lingkungan sama dengan melindungi masa depan anak cucu kita sendiri. Jangan sampai kekayaan alam kita habis dikeruk, sementara rakyat hanya mendapat kerusakan dan limbah beracun!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

