BANDUNG, Desapenari.id – Dentuman sepatu lari dan teriakan histeris masih membekas di simpang Pasirkoja, Sukahaji, Babakan Ciparay. Peristiwa nahas yang merenggut nyawa seorang pemuda kini memasuki babak baru. Tim kepolisian berhasil mengamankan satu pelaku pengeroyokan brutal, dan yang mencengangkan, usianya ternyata masih di bawah umur. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (29/1/2026) dini hari lalu, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Korban diketahui berinisial MNA, seorang pemuda berusia 21 tahun yang merupakan warga Sukahaji. Di sisi lain, pelaku yang kini sudah diamankan bernama R. Statusnya kini menjadi anak berkonflik dengan hukum karena terbukti terlibat dalam aksi kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Namun, penyelidikan masih terus berlanjut karena dua orang lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kapolrestabes Bandung, Kombes Polisi Budi Sartono, mengungkapkan secara rinci proses penangkapan tersebut. “Jadi dari keterangan hasil penyelidikan yang kami lakukan secara intensif, akhirnya berhasil kami ungkap dan kami lakukan penangkapan terhadap pelaku. Pelaku tersebut adalah R, seorang anak di bawah umur,” jelasnya dengan nada tegas di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Selasa (17/2/2026).
Kejadian ini bermula dari gesekan antarkelompok yang memanas. Seorang rekan pelaku, yang dikenal dengan inisial AJA, memprovokasi R dan kawan-kawannya. AJA mengajak mereka untuk menyelesaikan masalah lama dengan korban. Tak butuh waktu lama, ajakan itu disambut dengan cepat. Belasan orang pun berkumpul di Jalan Pasir Koja. Mereka tidak datang dengan tangan kosong. Senjata tajam dan balok kayu sudah siap di tangan. Dari titik kumpul itu, mereka bergerak menuju stopan simpang Pasirkoja-Jamika, tempat yang dijanjikan sebagai lokasi pertemuan.
Namun, ternyata bukan hanya kelompok pelaku yang siap. Kelompok korban juga sudah berkumpul di lokasi. Mereka pun membawa persenjataan serupa: golok, celurit, dan balok kayu. Suasana mencekam langsung menyelimuti kawasan tersebut saat kedua kelompok berhadap-hadapan. Dalam situasi kacau dan saling serang itulah, nasib malang menimpa MNA. Ia dikeroyok bertubi-tubi hingga tak berdaya. “Korban tersungkur bersimbah darah,” ujar Budi dengan nada prihatin, menggambarkan betapa brutalnya aksi pengeroyokan tersebut.
Setelah puas meluapkan amarah, para pelaku langsung melarikan diri dan membubarkan diri secepat kilat. Namun, pelarian R tidak berlangsung lama. Kakak korban yang datang ke lokasi berhasil menangkapnya. Warga yang geram pun ikut mengamankan R dan menyerahkannya ke pos linmas RW 04 Kelurahan Sukahaji. Dari sana, pemuda di bawah umur itu langsung digelandang ke Polsek Babakan Ciparay untuk proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, kondisi MNA sangat kritis. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Immanuel Bandung dengan harapan可以得到 pertolongan. Namun, luka bacok di kepala dan punggung yang dideritanya terlalu parah. Tim medis sudah berusaha maksimal, tetapi nyawa MNA tidak tertolong. Ia meninggal dunia beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.
Kombes Budi Sartono menjelaskan secara gamblang motif di balik peristiwa nahas ini. “Motifnya murni mengajak tawuran. Kami menduga sudah ada permasalahan sebelumnya di antara mereka, sehingga ajakan untuk tawuran ini datang dan berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” paparnya.
Meski satu pelaku sudah diamankan, tim khusus masih terus bergerak memburu dua pelaku lainnya yang diduga berperan aktif dalam aksi pengeroyokan. Mereka kini menjadi target utama pengejaran. Untuk tersangka R, proses hukum berjalan cepat. “Tersangka tersebut sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Karena tersangkanya adalah anak berkonflik dengan hukum, kami pastikan hak-haknya terpenuhi selama proses hukum. Pemeriksaan sudah dilaksanakan dengan cepat dan hari ini berkasnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” ucap Budi.
Barang bukti yang berhasil diamankan hingga saat ini masih dalam pencarian intensif. Balok kayu dan senjata tajam yang digunakan dalam aksi brutal itu diduga dibuang atau disembunyikan oleh pelaku lain yang masih buron. Kasus ini terus dalam pengembangan guna memastikan semua yang terlibat mendapatkan hukuman setimpal.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

