Desapenari.id – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara bersama aparat Polda Sumut baru saja membongkar keberadaan ladang ganja raksasa seluas 5 hektare yang tumbuh begitu subur di balik keheningan perbukitan Gunung Tor Sihite, Desa Roa-roa, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penggerebekan dramatis yang berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) dini hari tersebut langsung mengguncang publik karena lokasinya yang sangat terisolasi dari peradaban.
Tanpa membuang waktu sedikit pun, para petugas lapangan langsung mengambil tindakan sangat tegas di tengah lokasi yang amat terpencil tersebut. Alhasil, tim gabungan bergotong-royong meratakan dan merusak seluruh tanaman terlarang itu dengan cara mencabut puluhan ribu batang ganja hingga ke akar-akarnya. Setelah itu, aparat segera menyulut api raksasa untuk membakar habis tanaman seberat 30 ton tersebut hingga berubah menjadi abu tak tersisa.
Menariknya, lokasi ladang haram yang berada di ketinggian ekstrem 1.170 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tidak ditemukan begitu saja secara kebetulan. Sebaliknya, penemuan spektakuler ini bermula dari keberanian warga lokal yang memberikan laporan rahasia kepada pihak berwajib. Selain itu, aparat kepolisian juga berhasil mengumpulkan serangkaian informasi intelijen berharga setelah mendalami pengungkapan kasus jaringan peredaran narkotika yang sebelumnya telah membendung jalur distribusi ganja di wilayah Sumatera Utara.
Mengonfirmasi kejadian luar biasa ini, Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut, Kombes Pol Josua Tampubolon, membeberkan perjuangan berat yang harus dilalui oleh pasukannya. Beliau menceritakan bahwa tim gabungan harus menguras stamina secara luar biasa dengan melakukan penjelajahan kaki sejauh jam-jam melelahkan. Bahkan, seluruh personel terpaksa menerobos lebatnya rimbunan hutan belantara dan medan curam selama 7 jam penuh sebelum akhirnya berhasil menginjakkan kaki di titik persis ladang terlarang tersebut.
Lebih lanjut, Kombes Pol Josua Tampubolon mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai tata letak area perkebunan haram yang sangat luas tersebut. “Kami secara mengejutkan menemukan dua titik lokasi perkebunan ganja di kawasan ini. Pada lokasi utama, kami mengamankan area yang sangat luas mencapai 4,5 hektare, sementara lokasi kedua ternyata terletak persis tak jauh dari titik pertama,” ujar Josua dengan penuh kewaspadaan.
Tak berhenti di situ, perwira polisi tersebut menambahkan rincian mengejutkan mengenai jarak antar kedua area berbahaya itu. “Bahkan, posisi kedua hamparan ladang ini hanya terpisah jarak sekitar 10 meter saja oleh rimbunan semak belukar yang sengaja dipakai sebagai penyekat alami. Di lokasi pendukung tersebut, kami kembali menemukan ladang tambahan seluas setengah hektare yang penuh dengan tanaman hijau mematikan,” sambung Josua menegaskan temuan pasukannya.
30 ton ganja dibakar di tempat
Kembali membeberkan hasil temuan di lapangan, Josua menjelaskan bahwa pada kedua hamparan tanah tersebut, pelaku telah menanam ribuan batang pohon ganja yang tumbuh sangat subur dan siap panen. Berdasarkan perhitungan cermat ahli intelijen di lokasi, setiap satu pohon ganja segar memiliki bobot yang cukup fantastis, yakni rata-rata menyentuh angka hampir 2 ons per batangnya.
Oleh karena itu, mengingat jumlahnya yang sangat berlimpah dan lokasi yang menyulitkan pengangkutan massal, petugas penyidik memilih langkah taktis. Aparat hanya mencabut serta mengamankan sekitar 150 batang pohon ganja saja untuk dibawa pulang sebagai sampel barang bukti sah di pengadilan. Sementara itu, pasukan lapangan langsung menyapu bersih ribuan sisa pohon ganja lainnya untuk dimusnahkan seketika di atas perbukitan.
Menjelaskan proses eksekusi akhir barang haram bernilai fantastis tersebut, Kombes Josua kembali menegaskan tindakan tegas yang diambil timnya di puncak gunung. “Secara keseluruhan, kami mengalkulasikan ada sekitar 30 ton tanaman ganja segar yang kemudian dibakar habis oleh seluruh petugas di tempat kejadian perkara hingga tidak ada lagi yang bisa diselamatkan,” jelas beliau memberikan kepastian.
Di sisi lain, beliau tidak menampik bahwa jarak tempuh yang sangat ekstrem serta topografi medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan terberat bagi seluruh personel selama proses pemusnahan berlangsung. Oleh sebab itu, demi mencegah terulang kembali aksi kejahatan serupa di masa depan, pihak BNNP Sumut sangat berharap warga desa di sekitar pegunungan mau memperketat pengawasan lingkungan mereka. Petugas juga meminta masyarakat tanpa ragu untuk segera memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda atau indikasi aktivitas penanaman tanaman terlarang di sekitar permukiman mereka.
Awal mula temuan ladang 5 hektare
Menariknya lagi, pembongkaran ladang raksasa di Mandailing Natal ini ternyata melengkapi rentetan keberhasilan gemilang jajaran aparat kepolisian di Sumatera Utara dalam memberantas sindikat peredaran narkotika. Pasalnya, beberapa hari sebelum penemuan di gunung tersebut, Satresnarkoba Polrestabes Medan lebih dahulu membongkar gudang rahasia berisi 17 kilogram ganja kering. Para pelaku dengan sangat cerdik menyembunyikan barang haram itu di dalam sebuah bangunan kandang ayam terpencil di Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (28/10/2026) malam.
Saat mengonfirmasi kronologi penggerebekan di Deli Serdang, Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, menuturkan bahwa keberhasilan ini bermula dari penangkapan dua pemuda yang menjalin persahabatan kelam. Awalnya, polisi membekuk pemuda berinisial MF (28) di kawasan Medan Polonia beserta barang bukti berupa 2 ons ganja. Selanjutnya, dari hasil interogasi mendalam, petugas bergerak cepat menyergap rekannya berinisial DS (19) di Jalan Brigjen Katamso dengan menyita barang bukti tambahan seberat 1 kilogram ganja.
Usut punya usut, nyanyian tersangka DS di hadapan penyidik justru membuka tabir kejahatan yang jauh lebih besar. Berdasarkan pengakuan jujur tersangka tersebut, tim opsnal langsung meluncur ke sebuah lokasi bangunan kandang ayam terselubung. Di tempat kumuh itu, pelaku sengaja memanfaatkan area tersebut sebagai gudang penyimpanan rahasia yang menyembunyikan brankas besi (safety box) berisi 17 kilogram ganja kering siap edar yang didatangkan langsung dari Provinsi Aceh.
Membongkar trik licik para pelaku, AKBP Rafli menjelaskan modus operandi rapi yang digunakan sindikat tersebut untuk mengelabui warga setempat. “Jika masyarakat melihatnya secara kasatmata, dari luar bangunan kandang ayam ini justru tampak seperti tempat tinggal atau rumah warga biasa. Langkah cerdik ini sengaja dirancang oleh para pelaku sebagai trik kamuflase canggih untuk menyembunyikan bisnis haram mereka dari kecurigaan tetangga,” tegas AKBP Rafli saat membeberkan fakta tersebut.
Sebagai langkah penutup dari pengungkapan berantai ini, jajaran Polrestabes Medan terus mengerahkan personilnya untuk memburu seorang pria misterius berinisial FS. Aparat kepolisian meyakini kuat bahwa sosok FS bertindak sebagai otak pelaku sekaligus pengendali utama jaringan peredaran ganja lintas wilayah di Kota Medan dan area sekitarnya. Polisi berjanji akan terus mengejar pelaku hingga ke mana pun ia bersembunyi demi menuntaskan rantai kejahatan narkotika ini sampai ke akar-akarnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

