PASURUAN, Desapenari.id — Musim kemarau tahun ini benar-benar terasa menyengat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bayangkan, tidak kurang dari 12 desa kini harus berjuang melawan ancaman kekeringan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Namun, kabar baiknya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan langsung bertindak cepat dengan menggelontorkan bantuan air bersih setiap hari bagi warga yang sangat membutuhkan.
Darurat Kekeringan Resmi Ditetapkan, Distribusi Air Pun Digencarkan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, dengan tegas menyampaikan bahwa belasan desa ini menjadi prioritas utama dalam penanganan kekeringan. Oleh karena itu, distribusi air bersih pun digelontorkan setiap hari tanpa henti.
“Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati tentang status tanggap darurat kekeringan di Kabupaten Pasuruan, maka saat ini distribusi pada desa-desa tersebut terus kami laksanakan,” ujar Sugeng dengan nada penuh tanggung jawab saat ditemui pada Rabu (25/8/2026).
Keputusan ini diambil setelah pihaknya melakukan asesmen mendalam di lapangan. Dengan demikian, warga di 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan itu akhirnya bisa bernapas lega. Adapun tiga kecamatan yang terdampak adalah Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
Rincian Desa Penerima Bantuan Air Bersih
Di Kecamatan Lumbang, bantuan ini menyasar Desa Karangjati, Bulukandang, Watulumbung, Pancur, dan Banjarimbo. Sementara itu, di Kecamatan Pasrepan, giliran Desa Klakah, Ngantungan, Pasrepan, Galih, Sibon, dan Petung yang menerima jatah air bersih. Tak ketinggalan, di Kecamatan Winongan, distribusi difokuskan di Desa Kedungrejo.
Sugeng menjelaskan bahwa setiap desa tidak hanya mendapat sedikit air, melainkan pasokan yang cukup besar. Pasalnya, masing-masing desa mendapatkan dua armada tangki air bersih setiap harinya. Dengan kapasitas 5.000 liter per tangki, total bantuan yang diterima setiap desa mencapai 10.000 liter air bersih per hari.
“Jadi, satu desa kami kirimi dua tangki air bersih. Per tangki isinya ada lima ribu liter, sehingga satu hari kita dropping sepuluh ribu liter air bersih,” jelas Sugeng dengan rinci.
Titik Kumpul Mudah Diakses, Warga Antusias Mengambil Air
Agar distribusi berjalan efektif, BPBD menempatkan sejumlah titik kumpul yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Dengan cara ini, warga tidak perlu berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih. Mereka pun berbondong-bondong datang dengan membawa wadah penampung masing-masing, seperti ember dan jeriken dari rumah.
Tak hanya itu, Sugeng juga memastikan bahwa pasokan air bersih yang disalurkan benar-benar diupayakan mencukupi kebutuhan warga di setiap desa terdampak. Ia pun optimistis bahwa bantuan ini mampu meringankan beban warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
“Insya Allah selalu tercukupi untuk kebutuhan air bersih warga di masing-masing desa terdampak,” ungkapnya penuh keyakinan.
Imbauan Bijak Menggunakan Air untuk Kebutuhan Esensial
Di tengah kondisi darurat ini, Sugeng tidak lupa mengimbau seluruh warga agar menggunakan bantuan air bersih secara bijaksana. Menurutnya, air yang didistribusikan ini harus diprioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari yang bersifat esensial, bukan untuk keperluan yang kurang mendesak.
“Kalau bisa diprioritaskan untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan warga lainnya,” tutur Sugeng dengan nada mengingatkan.
Imbauan ini sangat penting mengingat keterbatasan pasokan air di musim kemarau. Oleh karena itu, warga diharapkan bisa saling mengingatkan dan menjaga agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin.
Kerja Cepat BPBD Patut Diapresiasi
Langkah cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Pasuruan ini patut mendapat apresiasi tinggi. Di tengah ancaman kekeringan yang melanda, kehadiran air bersih tentu menjadi berkah tersendiri bagi warga. Dengan demikian, aktivitas sehari-hari seperti memasak, minum, dan mandi tetap bisa berjalan normal.
Selain itu, koordinasi yang baik antara BPBD dan pemerintah desa juga menjadi kunci suksesnya distribusi air bersih ini. Berkat sinergi yang solid, bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tantangan ke Depan: Cuaca Ekstrem dan Kebutuhan Air
Meski bantuan terus mengalir, tantangan ke depan tentu tidak mudah. Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini memaksa semua pihak untuk terus waspada dan sigap. Karena itu, BPBD pun terus memonitor kondisi di lapangan dan siap menambah pasokan jika dibutuhkan.
Dengan segala upaya yang dilakukan, diharapkan tidak ada lagi warga yang kesulitan air bersih. Pasalnya, air adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tanpa air, segala aktivitas pun menjadi terhambat.
Ajakan untuk Berhemat Air dan Saling Peduli
Di sisi lain, masyarakat juga diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mulai berhemat air sejak dini. Dengan cara ini, dampak kekeringan pun bisa diminimalisir. Jangan sampai air yang sudah didapatkan terbuang percuma hanya karena kelalaian kecil.
Oleh karena itu, mari kita saling mengingatkan untuk menggunakan air seperlunya. Dengan begitu, bantuan dari BPBD pun bisa bertahan lebih lama dan dinikmati oleh lebih banyak orang.
Solidaritas di Tengah Kekeringan
Secara keseluruhan, penanganan kekeringan di 12 desa Kabupaten Pasuruan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Melalui BPBD, distribusi air bersih 10.000 liter per desa per hari pun terus digalakkan. Warga pun diimbau untuk menggunakan air dengan bijak dan memprioritaskan kebutuhan esensial.
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan musim kemarau kali ini bisa dilalui dengan lebih ringan. Sebab, di tengah keterbatasan, kepedulian dan solidaritaslah yang justru menjadi kekuatan terbesar kita.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

