BEKASI, Desapenari.id – Suasana fajar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.17604 yang terletak di RT 001/002, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi mimpi buruk pada Selasa (10/3/2026) dini hari. Sekelompok perampok dengan berani melancarkan aksi biadab mereka sekitar pukul 03.00 WIB, tidak hanya menggasak uang ratusan juta rupiah, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi para pegawai.
Komplotan ini tidak main-main. Target mereka jelas: brankas kokoh penyimpanan uang hasil penjualan. Namun, untuk mencapai目标 itu, mereka tak segan melumpuhkan para penjaga malam dengan aksi pemukulan dan penyekapan yang membuat bulu kuduk merinding.
Kronologi Sadis: Dari Pembobolan Pintu hingga Teror Senjata Tajam
Kisah mencekam ini terungkap setelah Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menerima laporan. “Kami mendapat kabar dari masyarakat melalui layanan Call Center Polri 110 pada pukul 03.20 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa siang. Mendapat laporan tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi.
Lalu, bagaimana para pelaku memulai aksi nakalnya? Ternyata, mereka masuk ke area mess karyawan SPBU dengan cara yang sangat brutal. “Mereka merusak pintu mess menggunakan alat, lalu mengancam korban dengan senjata tajam dan besi panjang. Ini aksi yang sangat terencana,” jelas Kombes Sumarni. Ancaman senjata tajam itu langsung membuat para karyawan yang sedang beristirahat lelap tersentak dalam ketakutan.
Setelah berhasil menerobos masuk, para perampok itu langsung menuju ruangan istirahat karyawan. Tanpa basa-basi, mereka mengamati situasi dan langsung bergerak cepat.
Lima Pegawai Jadi Korban Keganasan Komplotan Perampok
Dalam hitungan menit, area mess yang biasanya menjadi tempat peristirahatan aman berubah menjadi lokasi penyiksaan. Lima orang pegawai SPBU menjadi sasaran kekerasan saat para pelaku berusaha membuka brankas yang terkunci rapat.
Salah satu korban, seorang pria berinisial M (62), menunjukkan nyalinya. Ia nekat mencoba melawan para perampok yang jumlahnya lebih banyak. Namun, keberaniannya harus dibayar mahal. “M sempat melawan, tapi ia langsung diserang. Akibatnya, ia mengalami luka cukup serius pada tangan kirinya,” terang Kapolres. Tak berhenti di situ, para pelaku yang tidak mengenal ampun kemudian mengikat korban M menggunakan lakban hingga tak bisa bergerak.
Nasib serupa dialami korban lainnya, B (49). Tanpa perlawanan berarti, ia menjadi bulan-bulanan amukan para perampok. “Korban B ditendang dan dipukuli oleh para pelaku,” tambah Sumarni. Sementara itu, tiga korban lain, yakni A (24), M (44), dan H (53), mengalami teror psikis yang mengerikan. Mereka dipaksa membeku dalam kegelapan. “Kepala mereka ditutup rapat dengan selimut, kemudian tangan dan kaki mereka diikat menggunakan kabel, lakban, dan tali rafia. Mereka tak berdaya,” ujarnya dengan nada prihatin.
Dengan para penjaga sudah tidak berkutik, para pelaku leluasa beraksi. Mereka bergegas menuju brankas penyimpanan uang dan mulai merusaknya dengan linggis dan alat lainnya.
Ratusan Juta Rupiah Raib, Polisi Temukan Barang Bukti Mengerikan
Tak butuh waktu lama bagi tim kepolisian yang tiba di lokasi untuk langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sana, mereka disuguhkan pemandangan yang mengenaskan: kondisi ruangan berantakan dan para korban masih dalam keadaan terikat. Namun, dari TKP inilah petugas menemukan sejumlah barang bukti penting.
“Kami menemukan satu brankas besi yang telah rusak parah, lalu ada pistol mainan, lakban hitam, kabel, dan sebuah tangga. Tangga ini diduga kuat digunakan pelaku untuk masuk melalui bagian belakang area SPBU,” beber Kombes Sumarni. Pistol mainan itu kemungkinan besar digunakan untuk menambah efek teror kepada korban.
Lantas, berapa total kerugian yang diderita? Kapolsek Babelan, Kompol Wito, memberikan angka pastinya. “Berdasarkan estimasi, uang hasil penjualan yang ada di dalam brankas itu sekitar Rp 100 juta hingga Rp 130 juta yang mereka ambil. Hanya uang tunai itu target mereka, tidak ada barang lain yang digasak,” ungkap Kompol Wito. Jumlah yang sangat fantastis untuk sekali gasak.
Polisi Buru Empat Pelaku: CCTV Rusak, Mereka Bawa “Mainan” Berbahaya
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa aksi nekat ini dilakukan oleh komplotan yang berjumlah empat orang. Mereka sudah merencanakan aksinya dengan cukup matang, termasuk dengan melumpuhkan “mata-mata” keamanan.
“Jadi, sebelum beraksi, mereka lebih dulu merusak perangkat kamera pengawas atau DVR di lokasi. Makanya rekaman tidak ada,” jelas Kompol Wito. Tindakan ini menunjukkan bahwa para pelaku cukup paham dengan situasi SPBU.
Untuk perlengkapan “kerja”, mereka datang dengan persenjataan yang variatif. “Mereka bawa pistol mainan yang mungkin mirip asli untuk menakuti korban, ada pedang, dan linggis untuk mencongkel brankas,” imbuhnya. Dengan tangga yang ditemukan, polisi menduga mereka memanjat pagar belakang SPBU untuk masuk. “Mereka masuk dengan cara melompat dan memanjat pagar menggunakan tangga tersebut,” kata Wito.
Hingga saat ini, tim gabungan dari Polsek Babelan dan Polres Metro Bekasi masih terus bekerja keras. “Kami sudah kantongi laporan, sudah cek TKP, dan sekarang kami lakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas para pelaku dan menelusuri keberadaan mereka. Mereka tidak akan bisa kabur,” tegas Kompol Wito di akhir pernyataannya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

