SUMENEP, Desapenari.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep langsung diuji tanggap daruratnya! Pasalnya, bencana tumpahan puluhan ton minyak mentah kelapa sawit dari kapal tongkang Indo Ocean Marine di pesisir utara Pulau Gili Iyang ternyata menunjukkan dampak yang jauh lebih mengerikan. Tumpahan itu tidak lagi berdiam di lokasi kejadian, melainkan sudah menyebar luas dan mengancam wilayah lain!
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, dengan sigap memaparkan fakta mengerikan ini. “Dari data yang kami kumpulkan dan verifikasi,” tegas Syahroni pada Kamis (29/1/2026), “tumpahan minyak mentah ini sudah sampai ke Pulau Sepudi dan Pulau Raas.” Artinya, polusi hitam pekat itu sudah berhasil menyeberangi laut dan kini mengancam gugusan kepulauan yang jaraknya cukup jauh dari titik awal bencana.
Menyikapi hal ini, DLH Sumenep langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif. Oleh karena itu, seluruh temuan dan data awal tersebut sudah mereka sampaikan kepada pihak berwenang di tingkat yang lebih tinggi. “Seluruh informasi awal, termasuk peta sebaran minyak ini, sudah kami laporkan ke DLH Jawa Timur dan juga ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” tambah Syahroni. Langkah ini sengaja mereka ambil agar proses penanganan pencemaran yang masif ini bisa berjalan terkoordinasi, mengingat skala bencananya yang terus meluas setiap jam.
Namun demikian, DLH Sumenep juga bersikap terbuka tentang keterbatasan informasi di lapangan. Anwar mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan kapan tepatnya gelombang hitam itu mencemari Sepudi dan Raas. Selain itu, mereka juga belum bisa mengonfirmasi apakah ada pulau lain yang menjadi korban berikutnya. Faktanya, untuk aksi teknis penanganan di lapangan, DLH Kabupaten akan mengikuti komando dari pemerintah pusat dan provinsi. “Kami di daerah fokus melakukan pendataan dan pemantauan terus-menerus. Sementara itu, untuk aksi teknis di lapangan, kami akan mengikuti langkah dari kementerian dan DLH Provinsi,” jelasnya.
Sementara itu, di lokasi kejadian, pemandangan mencemaskan masih sangat jelas terlihat. Pantauan di lapangan menunjukkan kapal tongkang Indo Ocean Marine masih teronggok tak berdaya dan sama sekali belum berpindah dari lokasi awal kandasnya. Hingga detik ini, kapal itu masih terlihat menempel dengan tragis di atas karang, dengan kondisi lambung yang bocor dan rentan menyebabkan kebocoran baru. Meski genangan minyak di sekitar kapal mulai menyusut, ancaman justru bergerak ke tempat lain. Minyak itu diduga kuat terbawa arus laut yang mengalir deras ke arah timur, sehingga berpotensi sangat besar mencemari wilayah perairan yang masih bersih.
Sebagai informasi, bencana lingkungan ini berawal dari malam kelam Rabu (21/1/2026). Saat itu, kapal tongkang Indo Ocean Marine yang sarat dengan 3.000 kiloliter CPO harus menghadapi amukan alam yang luar biasa. Kapal tersebut dihantam oleh tiga musuh sekaligus: angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan deras yang mengguyur tanpa ampun. Akibatnya, tongkang besar itu pun terombang-ambing dan akhirnya menabrak karang tajam di perairan utara Pulau Gili Iyang. Tabrakan keras itu langsung merobek lambung kapal, sehingga puluhan ton minyak mentah pun tumpah dan mulai menginvasi ekosistem laut yang asri.
Perlu dicatat, penyebaran minyak hingga ke Sepudi dan Raas ini adalah tanda bahaya tingkat tinggi. Kedua pulau tersebut dikenal memiliki kehidupan laut yang kaya dan menjadi tumpuan nelayan. Kontaminasi minyak sawit dapat membunuh terumbu karang secara perlahan, meracuni biota laut, dan menghancurkan garis pantai—sumber penghidupan utama warga. Belum lagi, proses pembersihan di area yang luas dan terpencil seperti ini pasti memakan biaya dan waktu yang sangat besar. Maka dari itu, koordinasi super cepat antara semua pihak mutlak diperlukan sebelum kerusakan lingkungan menjadi permanen dan tidak bisa dipulihkan.
Lalu, apa langkah konkret yang dinantikan? Pertama, kapal yang masih menjadi sumber kebocoran itu harus segera diamankan. Kedua, pemantauan sebaran minyak harus dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi perluasan area. Ketiga, strategi pembersihan yang tepat dan ramah lingkungan harus segera diterapkan di wilayah yang sudah tercemar. Akhirnya, evaluasi menyeluruh dan penegakan hukum harus ditegakkan agar tragedi serupa tidak terulang lagi. Nasib laut Sumenep sedang dipertaruhkan, dan waktu terus berjalan sembari meninggalkan noda hitam yang mengancam masa depan ekologi dan ekonomi wilayah itu.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


**aquasculpt**
aquasculpt is a premium metabolism-support supplement thoughtfully developed to help promote efficient fat utilization and steadier daily energy.
**mounja boost official**
MounjaBoost is a next-generation, plant-based supplement created to support metabolic activity, encourage natural fat utilization, and elevate daily energywithout extreme dieting or exhausting workout routines.
**men balance pro**
MEN Balance Pro is a high-quality dietary supplement developed with research-informed support to help men maintain healthy prostate function.
**prodentim**
ProDentim is a distinctive oral-care formula that pairs targeted probiotics with plant-based ingredients to encourage strong teeth, comfortable gums, and reliably fresh breath
**prostafense reviews**
ProstAfense is a premium, doctor-crafted supplement formulated to maintain optimal prostate function, enhance urinary performance, and support overall male wellness.
**boostaro reviews**
Boostaro is a purpose-built wellness formula created for men who want to strengthen vitality, confidence, and everyday performance.
**backbiome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.