Desapenari.id – Sebuah tragedi mencekam kembali menyapa jalanan di Sumatera. Pada Sabtu (6/12/2025) petang sekitar pukul 17.30 WIB, suasana mencekam langsung menyelimuti Jalan Lintas Sungai Penuh–Tapan KM 30, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Secara mengejutkan, sebuah mobil angkutan umum bernama odong-odong tiba-tiba terjun bebas ke sebuah jurang yang sangat dalam! Insiden ini langsung dikonfirmasi oleh pihak berwajib. Kepala Seksi Humas Polres Kerinci, Iptu DS Sitinjak, dengan tegas menyatakan bahwa peristiwa nahas ini telah merenggut dua nyawa. “Kami telah mengidentifikasi para korban jiwa, yaitu sopir bernama Bujang dan seorang penumpang bernama Erni Juliarti,” papar Sitinjak melalui pesan singkat pada Minggu (7/12/2025). Beliau juga menambahkan, mobil itu sebelumnya mengangkut 18 penumpang yang sedang dalam perjalanan.
Lantas, bagaimana kronologi terperinci dari kecelakaan tragis ini? Menurut penelusuran awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian, mobil odong-odong itu sebenarnya sedang melaju dengan tenang dari arah Sungai Penuh menuju Tapan. Akan tetapi, situasi berubah drastis saat kendaraan mulai mendekati sebuah tikungan. Secara tiba-tiba dan di luar kendali sopir, mobil itu diduga kuat mengalami rem blong! Akibatnya, kendaraan langsung kehilangan kendali secara total. Mobil yang sudah tak bisa dikendalikan itu kemudian dengan keras menabrak pembatas jalan, lalu terbalik beberapa kali, sebelum akhirnya terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter! “Faktor kecepatan bukanlah penyebab utama,” jelas Sitinjak lebih lanjut. “Kendaraan memang melaju dengan kecepatan sedang, namun musibah rem blong-lah yang kemudian membuat mobil lepas kendali dan akhirnya terlempar ke jurang,” tambahnya dengan nada prihatin.
Tentu saja, akibat dari insiden mengerikan ini sangatlah parah. Selain kedua korban jiwa yang telah disebutkan, sebanyak 17 penumpang lainnya juga mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan. Segera setelah kejadian, proses evakuasi korban langsung dilaksanakan dengan cepat oleh tim gabungan. Seluruh korban luka kemudian segera dilarikan ke RSUD Tapan untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan medis intensif. Sementara itu, kondisi mobil odong-odong yang sudah hancur dan ringsek masih teronggok di dasar jurang. Hingga berita ini diturunkan, proses pengangkatan atau evakuasi kendaraan tersebut masih terus berlangsung dengan penuh kesulitan karena medan yang berbahaya. Proses ini membutuhkan kehati-hatian ekstra dari petugas di lapangan.
Peristiwa pilu ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya, khususnya di wilayah dengan kontur berliku dan berjurang seperti Kerinci. Faktor rem blong yang diduga menjadi pemicu utama mengharuskan setiap pengemudi dan pemilik kendaraan untuk selalu melakukan pengecekan dan perawatan berkala terhadap sistem pengereman. Selain itu, kita semua juga harus mempertanyakan kesiapan dan kelayakan kendaraan angkutan umum yang beroperasi. Oleh karena itu, mari kita jadikan musibah ini sebagai pengingat yang sangat berharga. Selalu utamakan keselamatan, baik dengan memastikan kondisi kendaraan prima maupun dengan selalu berhati-hati saat melalui jalanan yang berbahaya. Dengan demikian, korban jiwa di jalan raya semoga dapat semakin ditekan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

