Desapenari.id – Aparat gabungan dari Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama BNNP Bali secara mengejutkan berhasil meringkus dua pelancong asing asal Chili berinisial J dan B. Tim gabungan tersebut mengamankan kedua turis ini setelah mencium aroma kejahatan yang sangat mencurigakan di area penerbangan internasional. Tak pelak, penangkapan heboh ini langsung memicu perhatian publik lantaran keduanya nekat membawa barang haram bernilai fantastis ke kawasan wisata paling populer di Indonesia ini.
Bahkan, kedua WNA tersebut rupanya nekat melancarkan aksi keji mereka tepat di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai tanpa rasa takut sedikit pun. Padahal, sistem penjagaan di terminal internasional tersebut terkenal amat ketat dan nggak pernah meloloskan pemeriksaan barang sekecil apa pun. Namun, dengan penuh percaya diri, mereka tetap nekat melangkah masuk sambil membawa paket haram berbahaya tersebut untuk menembus pengawasan ketat petugas.
Lantas, petugas gabungan langsung bergerak menghentikan langkah kedua turis tersebut pada Sabtu sore, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WITA. Selanjutnya, saat barang bawaan mereka melewati layar pemindai X-Ray, petugas yang sangat jeli langsung menangkap adanya bayangan anomali yang mencurigakan di dalam layar monitor. Alhasil, kecurigaan mendalam tersebut mendorong tim gabungan untuk langsung bertindak cepat mengamankan barang bawaan penumpang tersebut guna proses pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Oleh karena itu, petugas langsung membongkar dua tas ransel milik pasangan pelancong tersebut untuk membuktikan dugaan awal mereka. Tak disangka-sangka, dari hasil penggeledahan mendalam tersebut, tim gabungan justru menemukan tumpukan barang bukti berupa kokain murni dengan total berat fantastis mencapai 4.594,5 gram atau setara 4,59 kilogram. Sontak saja, temuan jumbo ini membuat para petugas terperangah dengan keberanian luar biasa para pelaku yang nekat menyelundupkan barang haram tersebut.
Ternyata, kedua wisatawan ini mendarat mulus di Pulau Bali setelah menumpang pesawat maskapai Jetstar dengan nomor penerbangan JQ43 langsung dari Melbourne, Australia. Selain itu, rute perjalanan udara tersebut memang sengaja mereka pilih dengan rute penerbangan langsung menuju Terminal Kedatangan Internasional Denpasar.
Lebih lanjut, Plt. Kepala BNNP Bali, Kombes Pol Stevy Fritts Pattiasina, dalam konferensi pers pada Kamis, 15 Oktober 2026, membeberkan bahwa kedua pelaku ini sebenarnya sudah menempuh rute penerbangan lintas benua yang sangat jauh dari Santiago, Chili, menggunakan maskapai LATAM Airlines LA805 sebelum akhirnya transit di Australia.
Di samping itu, saat menggeledah tas ransel para pelaku, tim Bea Cukai secara cermat menemukan empat bungkusan plastik tebal berwarna hitam yang berisi serbuk putih misterius. Belakangan, serbuk putih pekat tersebut terkonfirmasi positif sebagai narkotika golongan I jenis kokain berkadar murni tinggi.
Di sisi lain, modus operandi yang mereka pakai pun tergolong sangat rapi dan licik karena para pelaku menyembunyikan serbuk haram tersebut di balik lapisan dinding belakang tas ransel dengan menggunakan teknik false compartment atau kompartemen rahasia. Makanya, kalau petugas nggak bertindak jeli dan cermat saat mengamati layar pemindai, barang haram senilai miliaran rupiah ini pasti bakal lolos gitu aja ke tengah masyarakat.
Tak hanya itu, jika dirinci lebih detail, petugas menemukan dua bungkus plastik seberat 2.284,5 gram bruto tersimpan rapat di dalam ransel milik turis wanita berinisial J. Sementara itu, di dalam tas ransel milik turis pria berinisial B, petugas juga mendapati dua bungkusan serupa dengan berat kotor mencapai 2.310 gram.
Selanjutnya, Kombes Stevy secara tegas menjelaskan bahwa total barang bukti yang berhasil disita petugas dari tangan kedua turis Chili tersebut mencapai 4,59 kilogram bruto. Lagipula, dari hasil pemeriksaan awal, kedua WNA ini ngaku sengaja terbang jauh-jauh berkunjung ke Bali cuma buat menikmati liburan dan jalan-jalan santai.
Akan tetapi, aksi penindakan nggak berhenti sampai di situ aja, lantaran tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengembangan kasus hingga berhasil mengamankan dua orang sopir travel yang lagi menunggu di sekitar area luar kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai. Kendati demikian, saat diinterogasi petugas, kedua pengemudi travel tersebut mengaku bahwa mereka cuma menjalankan tugas dari pihak penginapan untuk menjemput tamu asing yang baru mendarat.
Bahkan, Kombes Stevy memaparkan hasil profiling awal yang menunjukkan bahwa kedua pelaku J dan B memang sudah mengamankan pemesanan kamar hotel di kawasan Kuta serta meminta fasilitas penjemputan resmi dari pihak tempat menginap. Alhasil, kedua sopir travel mitra hotel yang datang menjemput tersebut murni nggak terlibat dalam sindikat kejahatan ini dan status mereka resmi ditetapkan sebagai saksi kunci semata.
Nggak cuma itu, gerak cepat tim gabungan dalam memburu jaringan kejahatan ini akhirnya membuahkan hasil manis ketika mereka sukses menciduk seorang pria warga negara Indonesia berinisial HU di sebuah hotel tempat para pelaku tinggal. Rupanya, pria lokal berinisial HU tersebut bertugas khusus sebagai pihak penerima pasokan kokain jumbo dari tangan kedua turis Chili tersebut.
Namun demikian, saat dicecar berbagai pertanyaan oleh penyidik BNNP Bali, HU secara jujur mengaku bahwa dirinya cuma bertindak sebagai penerima paket di lapangan. Pasalnya, ada seorang pria misterius berkewarganegaraan asing yang mengendalikan seluruh aksinya dari balik layar melalui instruksi jarak jauh.
Oleh sebab itu, Kombes Stevy menegaskan bahwa tim penyidik hingga detik ini masih terus memburu sosok WNA misterius yang diduga kuat menjadi bos utama pengedaran narkoba tersebut. Lebih lanjut, pihak kepolisian meyakini bahwa seluruh pelaku yang terlibat dalam skandal ini merupakan bagian dari sindikat mafia narkotika internasional yang sangat terorganisir.
Akhirnya, Kombes Stevy kembali mengingatkan publik bahwa reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia emang sering banget dimanfaatkan oleh jaringan narkotika internasional sebagai target empuk penyelundupan barang haram dengan berbagai modus licik. Oleh karena itu, aparat penegak hukum berjanji bakal terus memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk Bandara demi menjaga keamanan Pulau Dewata dari ancaman jaringan kejahatan narkoba.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

