BATAM, Desapenari.id – Wah, sektor perikanan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, lagi on fire banget, guys! Bayangkan saja, baru-baru ini para nelayan dan eksportir di sana berhasil mengirimkan 11.735 ekor ikan hidup ke Hong Kong. Hebatnya lagi, nilai transaksinya mencapai angka fantastis, yaitu Rp 1,2 miliar! Pengiriman spektakuler ini resmi dilakukan pada Minggu (17/5/2026) lalu.
Nah, yang bikin makin keren, pengiriman ribuan ikan hidup tersebut didominasi oleh berbagai jenis kerapu super premium. Tentu saja, sebelum ikan-ikan ini terbang ke luar negeri, semuanya harus menjalani pemeriksaan super ketat. Lembaga yang bertanggung jawab menyehatkan ikan-ikan ini adalah Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui Satuan Pelayanan Natuna. Mereka benar-benar bekerja maksimal, deh!
Kepala Karantina Kepri, Hasim, dengan penuh semangat menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor ini mendorong signifikan perekonomian masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah perbatasan. Menurutnya, ini bukan sekadar bisnis biasa, tapi ini tentang napas hidup para nelayan.
“Ekspor ikan hidup ini secara langsung meningkatkan kesejahteraan nelayan di sekitar Natuna. Potensi ikan bernilai tinggi ini ikut mendongkrak perputaran ekonomi daerah sehingga mata pencaharian nelayan terus menggeliat,” tegasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Minggu (17/5/2026).
Ratusan Juta Rupiah Melayang? Cek Daftar Ikan yang Diekspor!
Penasaran gak sih, ikan apa aja yang bikin pasar Hong Kong rela merogoh kocek dalam-dalam? Berdasarkan data dari aplikasi digital Best Trust, komposisi ikannya bikin melongo! Para eksportir mengirimkan 2.222 ekor kerapu cantang, disusul 1.568 ekor kerapu cantik, lalu 1.050 ekor kerapu macan yang garang, dan 1.010 ekor kerapu bakau. Jangan ketinggalan 980 ekor kerapu gepeng, kemudian 2.311 ekor kerapu sunu yang eksotis, diselingi 965 ekor kerapu pasir, 208 ekor kerapu ringau, dan yang tak kalah menarik, 1.421 ekor ikan kakatua. Komplit banget, kan?
Prosedur Mencekam Sebelum Terbang ke Hong Kong
Hasim menjelaskan lebih detail bahwa sebelum ikan-ikan ini benar-benar terbang, setiap proses ekspor selalu diawali dengan pemeriksaan administratif yang sangat rinci. Tim karantina dengan teliti mengecek invoice hingga packing list yang diajukan oleh eksportir.
“Nanti kami sandingkan dengan teliti antara packing list dan invoice dengan permohonan yang diajukan. Untuk ekspor ikan hidup, memang harus ekstra teliti dan hati-hati. Kami tidak mau ambil risiko atas kesalahan dalam setiap prosedurnya,” ujarnya dengan nada penuh tanggung jawab.
Bebas Penyakit! Tes PCR Pastikan Ikan Natuna Layak Ekspor
Tapi bukan cuma dokumen, guys. Kesehatan ikan juga menjadi prioritas nomor wahid! Karantina Kepri secara aktif melakukan pemeriksaan kesehatan ikan melalui pengujian laboratorium yang canggih. Para petugas mengambil sampel ikan dan mengujinya menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang terkenal akurat. Tes ini khusus dilakukan untuk mendeteksi penyakit berbahaya bernama Red Seabream Iridovirus Disease.
Hasilnya? Semua ikan dinyatakan sehat dan bebas dari Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Kabar gembira ini tentu menjadi nilai tambah yang luar biasa.
“Hasil pengujian menunjukkan negatif, sehingga dapat dipastikan semua ikan yang dikirim dalam keadaan sehat. Setelah itu, barulah diterbitkan Health Certificate for Fish and Fish Product atau yang dikenal dengan sebutan KI-1,” jelas Hasim lebih lanjut.
Sudah Tiga Kali di 2026, Sertifikat Karantina Natuna Gak Pernah Ditolak!
Yang lebih membanggakan lagi, sepanjang tahun 2026, Natuna tercatat telah tiga kali sukses melakukan ekspor ikan hidup ke Hong Kong. Menurut Hasim, seluruh sertifikat kesehatan yang diterbitkan oleh Karantina Kepri sejauh ini selalu diterima oleh negara tujuan tanpa adanya penolakan sedikit pun. Ini bukti nyata, lho!
Ia pun menilai bahwa capaian gemilang tersebut menjadi bukti otentik bahwa prosedur karantina yang diterapkan oleh timnya telah berjalan sesuai dengan standar internasional yang paling ketat sekalipun.
“Ini menjadi kekuatan dan harapan besar bagi kita semua agar seluruh potensi perikanan Natuna yang melimpah dapat terus menembus pasar internasional dan makin dikenal dunia,” pungkas Hasim dengan optimisme tinggi. Keren banget, kan?
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

