SUBANG, Desapenari.id – Dalam upaya melumpuhkan ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kerap menyerang hewan ternak, pemerintah melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI langsung mengambil langkah heroik. Bahkan, mereka dengan percaya diri menyiapkan ‘senjata’ ampuh berupa 4 juta dosis vaksin yang siap disebar pada tahun 2026 ini. Tak berhenti di situ, strategi besar ini secara resmi diumumkan oleh sang Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, dalam sebuah acara kolaborasi yang gegap gempita.
Lebih detail lagi, acara bertajuk Kolaborasi Akselerasi Vaksinasi PMK Serentak 29 Provinsi itu sengaja dipusatkan di UPTD Pusat Kesehatan Hewan Jalancagak, Subang, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026). Pada kesempatan inilah, Hendra membeberkan peta penanggulangan wabah. Menurutnya, seluruh dosis vaksin itu merupakan hasil alokasi anggaran APBN 2026. “Kami benar-benar berharap ‘pasukan’ vaksin ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk menekan laju penyebaran PMK di semua penjuru Indonesia,” tegasnya penuh keyakinan.
Namun demikian, pemerintah pusat menyadari bahwa pertempuran melawan PMK tidak bisa dimenangkan sendirian. Oleh karena itu, Hendra secara khusus meminta dukungan tambahan dari pemerintah daerah. Dia pun mengajak para pemda untuk mengucurkan anggaran dari APBD I maupun APBD II guna menambah stok vaksin. Bahkan, partisipasi aktif dari peternak dan dunia usaha juga sangat dinantikan. “Untuk memperkuat barisan vaksin, kami sangat mengharapkan tambahan dana dari APBD Pemerintah Daerah. Selain itu, vaksinasi mandiri oleh peternak dan dukungan CSR dari pelaku usaha akan menjadi kekuatan tambahan yang luar biasa,” serunya. Dengan strategi multi-sumber dana ini, cakupan vaksinasi pun ditargetkan bisa melonjak drastis, mencapai 70 hingga 80 persen dari total populasi ternak rentan di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Hendra juga membeberkan peta wilayah rawan yang menjadi prioritas utama serbuan vaksinasi. Ternyata, daerah dengan tingkat kerentanan tinggi atau zona merah penyebaran PMK masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa. Wilayah-wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY mendapat sorotan khusus karena statusnya sebagai sentra peternakan. “Ketiga provinsi ini akan menjadi arena utama pelaksanaan vaksinasi massal,” jelas Hendra. Tak hanya itu, fokus vaksinasi juga akan diarahkan ke beberapa provinsi lain yang dianggap kritis, seperti Lampung, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, NTB, dan Bali.
Di sisi lain, kabar menggembirakan justru datang dari wilayah timur Indonesia. Faktanya, saat ini Indonesia sudah berhasil mendeklarasikan status bebas PMK di sembilan provinsi. Wilayah-wilayah yang sudah ‘bersih’ itu adalah Papua, NTT, dan Maluku Utara. Pencapaian ini tentu menjadi angin segar dan bukti bahwa upaya pengendalian PMK bisa membuahkan hasil. “Kami sangat optimistis pengendalian PMK dapat terus kita tingkatkan. Lihat saja, saat ini 9 provinsi sudah berhasil kita bebaskan dari ancaman PMK. Insya Allah, dengan gencarnya serbuan vaksinasi yang akan kita lakukan, daftar daerah yang bebas PMK pasti akan semakin panjang,” tutup Hendra dengan senyum penuh harap. Dengan kata lain, perang melawan PMK telah memasuki babak baru yang lebih ofensif, di mana vaksinasi massal menjadi senjata utama untuk memenangkannya.
Secara keseluruhan, langkah agresif ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah dalam melindungi sektor peternakan nasional. Bagaimanapun juga, sektor peternakan merupakan tulang punggung ketahanan pangan dan sumber ekonomi bagi jutaan keluarga. Pada akhirnya, kesuksesan program vaksinasi masif ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, peternak, dan swasta. Bayangkan saja, jika target 70-80% tercapai, maka rantai penyebaran PMK bisa diputus dan peternakan Indonesia bisa bernapas lega. Mari kita dukung bersama langkah strategis ini agar wabah PMK segera menjadi sejarah, dan Indonesia bisa menjadi contoh sukses pengendalian penyakit hewan di kancah global. Siap-siap, 4 juta ‘pasukan’ vaksin akan segera bergerak!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


Real nice style and design and wonderful subject material, hardly anything else we need : D.