FLORES TIMUR, Desapenari.id – Ruas jalan Pandai-Demondei-Danibao di Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata mengalami kerusakan yang sangat parah, lho! Bagaimana tidak, sebuah longsor dahsyat yang menerjang pada Selasa (17/10/2023) nyaris memutus akses transportasi warga secara total. Jadi, bencana alam ini benar-benar menguji ketangguhan infrastruktur terbaru di wilayah tersebut.
Nah, perlu kamu ketahui, longsor mengerikan ini bukan terjadi tanpa sebab. Hujan deras yang mengguyur wilayah Flores Timur tanpa henti selama beberapa hari akhirnya memicu tanah dan bebatuan bergerak turun. Akibatnya, material tanah, batu, serta patahan badan jalan pun menumpuk dan memblokir ruas jalan tersebut. Tragisnya, kondisi ini langsung menghambat segala aktivitas masyarakat setempat yang sangat bergantung pada jalur tersebut.
Yang bikin miris, dampaknya langsung terasa! “Kendaraan roda dua harus super hati-hati kalau mau nekat melintas, tapi untuk mobil atau roda empat sama sekali tidak bisa lewat,” ungkap Felix (32), seorang warga yang langsung terdampak, dengan nada prihatin. Felix kemudian menegaskan harapannya agar pemerintah segera bertindak cepat melakukan perbaikan. Pasalnya, jalur ini merupakan satu-satunya urat nadi penghubung bagi ratusan warga di beberapa desa terpencil.
Menanggapi keadaan darurat ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Flores Timur, Saul Hekin, langsung memberikan penjelasan mendetail. Menurutnya, ruas jalan Pandai-Demondei yang rusak tersebut sebenarnya baru dibangun pada tahun 2023 menggunakan dana Inpres (APBN) dengan panjang 7 kilometer. Lebih lanjut, proyek besar ini dikerjakan sejak September 2023 dan resmi selesai tepat pada 31 Desember 2023, dengan total anggaran yang mencapai fantastis, yakni Rp 28,4 miliar!
Namun, di tengah kabar mengejutkan ini, ada sinyal positif dari pihak berwenang. Saul Hekin berjanji akan segera turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi kerusakan dan melakukan perbaikan sementara. “Ini adalah kondisi bencana, jadi Bupati Flores Timur sudah memerintahkan tim gabungan PUPR bersama BPBD untuk langsung menuju lokasi. Mereka akan segera melakukan identifikasi menyeluruh,” tegas Saul dengan penuh keyakinan.
Selain itu, Saul juga memastikan bahwa langkah darurat akan segera diambil untuk kepentingan masyarakat. “Setelah identifikasi, penanganan secara darurat akan kami laksanakan tanpa menunda waktu. Tujuannya jelas, agar arus transportasi warga bisa kembali berjalan normal secepat mungkin,” tandasnya. Komitmen ini tentu menjadi angin segar bagi warga yang sehari-hari menggantungkan hidup pada jalan tersebut.
Sebagai informasi, kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan dan mitigasi bencana pada infrastruktur baru, terutama di daerah rawan longsor. Jalan seharga miliaran rupiah itu kini harus diuji ketahanannya oleh alam hanya dalam hitungan bulan setelah peresmian. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam melaporkan kerusakan dini dan koordinasi yang solid antar instansi menjadi kunci utama.
Pada akhirnya, semua mata kini tertuju pada realisasi janji perbaikan dari Dinas PUPR dan BPBD. Warga seperti Felix dan tetangga-tetangganya hanya bisa berharap bahwa proses perbaikan berjalan lancar dan cepat, agar isolasi yang mereka rasakan segera berakhir. Kita semua tentu berharap, kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

