JAYAPURA, Desapenari.id – Peristiwa nahas kembali mengguncang Kota Jayapura! Api dengan ganasnya melalap habis kompleks perumahan prajurit Kodam Cenderawasih yang terletak di Kelurahan Numbai, Distrik Jayapura Selatan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (11/3/2026) sore, dan membuat puluhan keluarga kehilangan tempat berlindung dalam hitungan jam.
Kejadian bermula ketika sejumlah saksi mata tiba-tiba melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi dari salah satu hunian di tengah pemukiman padat. Warga sekitar langsung berteriak histeris memberi peringatan, lalu secara spontan mereka berhamburan keluar rumah. Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu berusaha menjinakkan si jago merah sebelum api semakin meluas. Sayangnya, upaya heroik mereka belum membuahkan hasil.
Lantaran struktur bangunan yang sebagian besar semi permanen dan terbuat dari material kayu, api dengan cepat merambat tanpa ampun. Tiupan angin kencang semakin memperburuk situasi, membuat bara api beterbangan dan menyulut rumah-rumah di sekitarnya. Dalam waktu singkat, kobaran api sudah meninggikan langit Jayapura dengan warna merah membara, sementara warga hanya bisa pasrah menyaksikan harta benda mereka musnah.
Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Jayapura langsung bergerak cepat. Mereka mengerahkan sedikitnya lima unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Tak hanya itu, aparat keamanan juga turun tangan dengan mengerahkan mobil water cannon milik Polresta Jayapura Kota serta Brimob Polda Papua untuk membantu proses pendinginan. Kurang lebih tiga jam lamanya para petugas berjibaku melawan panasnya api, hingga akhirnya mereka berhasil menguasai situasi dan memadamkan seluruh titik api.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, dengan nada prihatin mengonfirmasi langsung kabar duka ini. Ia menyatakan bahwa peristiwa tersebut menghanguskan total 22 unit rumah dinas prajurit. “Api memang berhasil kita padamkan, namun dampaknya cukup berat. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, Alhamdulillah. Tapi kita mencatat sebanyak 22 rumah prajurit ludes terbakar, dan dampaknya langsung dirasakan oleh 64 jiwa yang kini harus kehilangan tempat tinggal,” ungkapnya dengan nada tegas namun penuh empati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para korban tidak dibiarkan terlantar. Pihak satuan masing-masing langsung sigap mengevakuasi dan menampung mereka di tempat-tempat yang lebih aman. Komando atas juga sudah menginstruksikan untuk segera mendirikan posko-posko pengungsian darurat guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Kapendam menyampaikan bahwa dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. “Tim kita di lapangan menduga kuat api berasal dari hubungan pendek arus listrik di salah satu rumah prajurit. Tapi kita tidak serta-merta menyimpulkan begitu saja,” tegasnya. Untuk memastikan penyebab pastinya, Kodam XVII/Cenderawasih langsung bergerak cepat membentuk tim investigasi khusus. Tim ini akan menyelidiki secara mendalam titik awal api dan faktor-faktor teknis lainnya yang memicu kebakaran.
Ironisnya, peristiwa mengerikan ini bukanlah yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Masyarakat setempat masih ingat betul bagaimana tragedi serupa pernah melanda lokasi yang sama pada Oktober 2025 lalu. Kini, trauma lama seolah kembali terulang, dan warga berharap agar pihak berwenang segera melakukan evaluasi total terhadap instalasi listrik di lingkungan padat penduduk tersebut. Mereka mendambakan langkah preventif yang lebih serius agar sejarah kelam ini tak lagi terulang di masa depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

