SENTANI, Desapenari.id – Musibah besar melanda Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, pada Rabu (25/3/2026) malam. Dalam waktu singkat, si jago merah melahap habis dua rumah warga dan satu bengkel motor tanpa sisa. Yang lebih memilukan, puluhan kendaraan milik pelanggan yang sedang terparkir di dalam bengkel pun ikut hangus terbakar, meninggalkan duka mendalam bagi para pemiliknya.
Kapolsek Sentani Timur, Iptu Zeth Paundanan, langsung mengonfirmasi peristiwa nahas tersebut kepada awak media pada Kamis (26/3/2026) pagi. Menurutnya, tragedi itu bermula sekitar pukul 21.30 WIT, saat suasana malam mulai hening.
Saat itu, seorang warga bernama NO (42), yang merupakan pemilik rumah, tiba-tiba terkejut bukan kepalang. Dari sudut matanya, ia melihat lidah api mulai menyembur dari bagian samping rumahnya. Tanpa membuang waktu, ia langsung berteriak sekencang-kencangnya meminta tolong kepada warga sekitar. “Api pertama kali terlihat dari samping rumah,” ujar Kapolsek menirukan keterangan korban. Namun, kepanikan tak terhindarkan. Alih-alih menyelamatkan harta benda, NO hanya sempat membopong keluar cucu kesayangannya dari dalam rumah yang mulai dipenuhi kepulan asap. Semua barang berharga lainnya terpaksa ia tinggalkan.
Api Cepat Membesar, Warga Tak Berdaya
Karena bahan bangunan rumah didominasi kayu kering, api seolah mendapat lahan basah. Dalam hitungan menit, kobaran api yang awalnya kecil berubah menjadi beringas, cepat membesar, dan dengan ganasnya merembet ke bangunan di sebelahnya. Warga yang sempat berhamburan keluar hanya bisa terdiam, melihat kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi. Upaya pemadaman manual dengan peralatan seadanya pun tak mampu menandingi ganasnya si jago merah yang terus melahap apa pun yang ada di depannya.
Mendapat laporan kejadian ini, pihak Pemerintah Kabupaten Jayapuna bergerak cepat. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, dibantu dengan mobil tangki air untuk memastikan pasokan air tidak terputus. Proses pemadaman yang melelahkan itu akhirnya memakan waktu sekitar dua jam sebelum api benar-benar bisa dikuasai. Meski cukup lama, setidaknya petugas berhasil mencegah api meluas ke permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Duka di Balik Puing-Puing Hangus
Setelah api padam, pemandangan memilukan langsung terlihat. Dua rumah warga rata dengan tanah. Namun, kerugian terbesar justru datang dari bengkel yang ikut tersapu api. “Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, alhamdulillah. Namun, dua rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar. Selain itu, satu unit mobil dan beberapa unit motor milik pelanggan yang sedang berada di dalam bengkel juga ikut menjadi korban,” ungkap Kapolsek dengan nada prihatin.
Bayangkan, sejumlah kendaraan yang dititipkan untuk diperbaiki oleh pemiliknya kini berubah menjadi tumpukan besi tua. Para pelanggan yang sehari-hari menggantungkan hidup pada kendaraan tersebut pun kini harus gigit jari menahan kehilangan.
Polisi Pasang Garis Polisi, Usut Tuntas Penyebab Kebakaran
Pascakejadian, pihak kepolisian langsung bertindak cepat. Area lokasi kebakaran kini dipasangi police line alias garis polisi yang melingkar tegang. Petugas juga sudah mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara intensif. “Kita sudah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut serta olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran,” tegas Kapolsek.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api dari samping rumah masih menjadi misteri. Diduga kuat ada korsleting listrik atau sumber api lain yang tidak disengaja. Namun, semua itu masih menunggu hasil investigasi mendalam dari tim identifikasi. Warga sekitar pun berharap, semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di pemukiman dengan bangunan berbahan kayu.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

