Desapenari.id – Kabar gembira datang dari dunia bulu tangkis tanah air! Update ranking BWF paling anyar yang dirilis pada Selasa (5/5/2026) langsung mencuri perhatian. Pasalnya, ada lonjakan luar biasa yang ditorehkan oleh tunggal putri muda belia Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, usai aksi heroiknya membawa tim meraih medali perunggu di Piala Uber 2026.
Selain itu, beberapa wakil Merah Putih lainnya juga mencatatkan pergerakan signifikan, bahkan ada yang berhasil menembus peringkat terbaik sepanjang karier mereka. Namun, sorotan utama tentu tertuju pada Thalita yang performanya sedang panas-panasnya.
Dari Peringkat 63 ke 60, Thalita Bikin Heboh!
Sorotan utama pun tertuju kepada Thalita Ramadhani Wiryawan. Tunggal putri belia yang bersinar terang di Piala Uber 2026 itu berhasil menaikkan tiga anak tangga sekaligus, dari ranking 63 ke posisi 60 dunia. Kenaikan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan berkat performa apiknya selama turnamen beregu tersebut.
Tiga Kemenangan Sempurna di Piala Uber 2026
Peningkatan ini berkaitan erat dengan performa atlet berusia 18 tahun itu di Piala Uber 2026. Thalita selalu meraih kemenangan setiap kali dipercaya bermain. Ia tampil trengginas tanpa mengenal lelah.
Secara keseluruhan, Thalita bermain tiga kali di Piala Uber 2026. Semuanya berbuah kemenangan dua gim langsung. Sungguh sebuah catatan yang impresif untuk pebulu tangkis seusianya!
Laga Pembuka: Taklukkan Kanada dengan Mental Baja
Dimulai dari laga pembuka fase grup menghadapi Kanada. Thalita turun sebagai tunggal kedua di partai ketiga melawan Zhang Wen Yu. Tanpa ragu, ia langsung menunjukkan taringnya.
Hasilnya, atlet berusia 18 tahun ini mendulang kemenangan dengan skor 21-16, 21-19. Berkat kegigihannya, ia berjasa membawa Indonesia menang 3-2 atas Kanada. Kemenangan ini menjadi fondasi awal perjalanan tim di turnamen tersebut.
Giliran Australia Jadi Korban Keganasan Thalita
Berikutnya, Thalita kembali menyumbangkan poin penting dalam pertandingan kontra Australia. Kali ini, ia melibas Faye Huo dengan dua gim langsung yang meyakinkan, 21-11 dan 21-14. Permainan cepat dan akuratnya membuat lawan tak berkutik.
Thalita absen dalam laga terakhir fase grup Piala Uber 2026 menghadapi Taiwan dan perempat final kontra Denmark. Bukan karena cedera, melainkan rotasi pemain tim.
Thalita Bisa Salip Gregoria dalam Waktu Dekat?
Posisinya digantikan oleh Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, yang justru menelan kekalahan setiap kali diturunkan di Piala Uber 2026. Hal ini pun semakin mengukuhkan posisi Thalita sebagai andalan di tunggal putri muda.
Pebulu tangkis kelahiran Surabaya, 21 September 2007, ini baru diberi kepercayaan lagi di laga semifinal melawan Korea Selatan. Momen krusial pun tiba.
Bermain di partai ketiga saat Indonesia sedang tertinggal 0-2, Thalita tampil tanpa beban. Ia sukses menumbangkan Sim Yu-jin dengan skor kembar yang dramatis, 21-19 dan 21-19. Mental juaranya benar-benar teruji.
Meski akhirnya Indonesia harus kalah 1-3 dari Korea Selatan, rekor sempurna Thalita tidak tergoyahkan. Ia pulang dengan kepala tegak. Sebuah pencapaian yang langsung berimbas positif kepada peringkat BWF-nya.
Selisih Tipis, Kejutan Siap Terjadi!
Thalita kini sudah mengumpulkan 28.201 poin, hanya terpaut tipis dari seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, yang berada di peringkat 57 dengan 29.180 poin. Wow, selisihnya kurang dari 1.000 poin!
Posisi Gregoria memang terjun bebas lantaran harus absen panjang dari turnamen BWF World Tour untuk menjalani proses pemulihan cedera. Kondisi ini pun terbuka lebar bagi Thalita untuk melesat.
Thailand Open 2026 Jadi Ajang Pembuktian
Thalita bahkan berpotensi menyalip Gregoria andai bisa melangkah jauh di turnamen terdekat, Thailand Open 2026. Ia memulai perjalanannya dari babak kualifikasi, sehingga setiap poin sangat berharga.
Hasil drawing Thailand Open 2026 mempertemukan Thalita dengan Thet Htar Thuzar asal Myanmar di babak kualifikasi pertama. Jika berhasil melewatinya, peluang mengumpulkan poin tambahan sangat terbuka lebar.
Dua Wakil Indonesia Juga Cetak Rekor Tertinggi
Dua wakil Indonesia lain yang juga menapaki ranking tertingginya pekan ini adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka patut mendapat apresiasi setinggi-tingginya.
Raymond/Joaquin berhasil naik satu peringkat dari 13 menuju 12 besar dunia di sektor ganda putra. Sementara itu, Tiwi/Fadia melesat tiga tingkat dari ranking 35 ke 32 ganda putri. Tren positif ini harus terus dijaga.
Sikat! Ini Dia Jajaran 10 Besar Ranking Dunia BWF
Indonesia masih menempatkan lima wakil di Top 10 ranking dunia BWF yang tersebar di empat sektor berbeda. Berikut daftar lengkapnya yang sayang untuk dilewatkan.
Tunggal Putra: Jojo Masih Bertahan
- Shi Yu Qi (China) – Kokoh di puncak
- Kunlavut Vitidsarn (Thailand) – Terus mengintai
- Anders Antonsen (Denmark) – Konsisten tampil garang
- Christo Popov (Perancis) – Kejutan dari Eropa
- Jonatan Christie (Indonesia) – Satu-satunya wakil Merah Putih
- Chou Tien Chen (Taiwan) – Veteran tangguh
- Li Shi Feng (China) – Perlahan bangkit
- Lin Chun-Yi (Taiwan) – Terus menunjukkan taji
- Kodai Naraoka (Jepang) – Bertahan di 10 besar
- Alex Lanier (Perancis) – Muda tapi berbahaya
Tunggal Putri: Putri Kusuma Masih Perkasa!
- An Se-young (Korea Selatan) – Tak tergoyahkan
- Wang Zhi Yi (China) – Pesaing terdekat
- Akane Yamaguchi (Jepang) – Kembali ke jalur kemenangan
- Chen Yu Fei (China) – Pengalaman berbicara
- Han Yue (China) – Semakin dewasa
- Putri Kusuma Wardani (Indonesia) – Terbaik dari Merah Putih!
- Ratchanok Intanon (Thailand) – Masih berbahaya
- Pornpawee Chochuwong (Thailand) – Konsisten
- Tomoka Miyazaki (Jepang) – Masa depan Jepang
- Michelle Li (Kanada) – Satu-satunya wakil Amerika Utara
Ganda Putra: Fajar/Rian Peringkat 3, Sabar/Reza Nomor 7!
- Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) – Masih raja
- Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) – Terus mengancam
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) – Oke banget!
- Liang Wei Keng/Wang Chang (China) – Cepat naik daun
- Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) – Ganas dari selatan
- Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia) – Pasangan baru yang ngebut
- Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia) – Keren abis!
- Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) – Mulai bangkit
- Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia) – Jangan dianggap remeh
- Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) – Veteran tajam
Ganda Putri: Tiwi/Fadia Masih Berjuang di Luar 10 Besar
- Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) – Dominan
- Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia) – Penantang serius
- Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan) – Padu padan sempurna
- Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China) – Tak kalah garang
- Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan) – Solid
- Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Jepang) – Pengalaman juara
- Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang) – Pasangan masa depan
- Li Yi Jing/Luo Xu Min (China) – Naik daun cepat
- Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu (Taiwan) – Kejutan manis
- Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria) – Eropa punya gigi
Ganda Campuran: Jafar/Felisha Masuk 10 Besar!
- Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China) – Tak tersentuh
- Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China) – Generasi penerus
- Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (Thailand) – Masih nomor satu di ASEAN
- Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) – Terus membaik
- Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis) – Harapan Eropa
- Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China) – Lapis kedua China yang menakutkan
- Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) – Konsisten
- Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) – Selalu merepotkan
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Indonesia) – Selamat datang di 10 besar!
- Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan) – Pasangan baru yang patut diwaspadai
Masa Depan Cerah untuk Tunggal Putri Indonesia
Dengan performa impresif Thalita di Piala Uber 2026 dan ranking yang terus meroket, publik bulu tangkis tanah air dibuat optimis. Meski Gregoria masih tertatih karena cedera, estafet kepemimpinan di tunggal putri perlahan mulai bergeser. Akan kah Thalita benar-benar menyalip sang senior di Thailand Open nanti? Kita tunggu aksi selanjutnya! Satu yang pasti, persaingan sehat ini hanya akan menguntungkan tim Indonesia di masa depan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

