JAKARTA, Desapenari.id – Presiden Prabowo Subianto baru saja menggebrak dunia kesehatan Tanah Air. Ia secara resmi menunjuk Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K), sebagai nahkoda baru BPJS Kesehatan. Sosok militer dengan segudang pengalaman medis ini langsung menggantikan Ali Ghufron Mukti yang kursinya kini resmi berakhir.
Penunjukan ini bukan main-main. Presiden menetapkan Prihati memimpin badan penyelenggara jaminan sosial terbesar di Indonesia hingga tahun 2031 mendatang. Masa jabatan Ali Ghufron Mukti sendiri habis pada Februari ini, dan pria dengan latar belakang dokter spesialis jantung itulah yang dipilih sebagai penerus.
Dasar hukum penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026. Keputusan itu mengatur tentang pemberhentian dan pengangkatan Dewan Pengawas serta anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, langsung angkat bicara Kamis (19/2/2026).
“Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program JKN,” ungkap Rizzky. Ia menegaskan langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan nasional terus berjalan optimal di bawah komando pemimpin baru.
Kiprah Militer dan Kesehatan: Bukan Wajah Baru di Dunia Medis
Jangan bayangkan Prihati sebagai militer biasa yang tiba-tiba nyemplung ke dunia sipil. Pria bernama lengkap Mayjen TNI Dr. dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP (K)., FIHA., M.M.R.S ini justru sudah lama berkecimpung di dua dunia: militer dan kesehatan. Ia bahkan seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah!
Karier medisnya mulai menanjak sejak 1994. Saat itu, ia baru saja menyandang gelar dokter setelah menuntaskan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Namun sebelum menjadi dokter, ia lebih dulu mengenyam pendidikan militer. Ia tercatat sebagai lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela atau SEPA Milsuk ABRI pada 1990, yang kini dikenal sebagai SIPSS.
Setelah lulus dari UNS, semangat belajarnya tak pernah padam. Ia melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Di sana, ia mengambil spesialisasi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, dan berhasil meraih gelar spesialis pada 2007.
Berdasarkan penelusuran di PDDikti, gelar Magister Manajemen juga ia raih dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gotong Royong. Tak berhenti di situ, gelar Doktor Ilmu Hukum pun ia tamatkan pada 2022 di Universitas Borobudur. Pendidikan panjang itu membuktikan kapasitas intelektualnya tak diragukan.
Perjalanan kariernya terbilang mentereng. Ia pernah bertugas sebagai Dokter Komando Pasukan Khusus dari 1990 hingga 2000. Tentu pengalaman di unit elit ini membentuk mental bajanya. Selanjutnya, ia mengabdi sebagai dokter spesialis jantung di lingkungan TNI AD.
Puncak karier medisnya di RSPAD Gatot Soebroto dimulai saat ia menjabat sebagai Kepala Departemen Jantung pada 2018–2021. Kemudian, ia dipercaya sebagai Direktur Pengawasan Medik di rumah sakit kebanggaan TNI AD itu pada 2021–2022.
Sejak 2023 hingga 2025, ia mengemban amanah sebagai Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Kini, dengan penetapan baru dari Presiden Prabowo, Prihati memasuki babak baru: memimpin lembaga yang mengelola dana jaminan sosial milik ratusan juta rakyat Indonesia.
Penetapan Jajaran Pengawas: DPR Ikut Ambil Bagian
Tak hanya Direksi, jajaran Dewan Pengawas pun ikut ditetapkan secara matang. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) melalui Komisi IX DPR RI. Proses ini kemudian mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna, sesuai mekanisme yang diatur perundang-undangan.
Rizzky menjelaskan, sesuai UU 24/2011 tentang BPJS, Dewan Pengawas memiliki fungsi krusial. Mereka bertugas mengawasi pelaksanaan tugas BPJS, mulai dari kebijakan hingga kinerja Direksi. Pengawasan pengelolaan dan pengembangan Dana Jaminan Sosial juga menjadi tanggung jawab mereka.
Tugas lainnya mencakup pemberian saran dan pertimbangan kepada Direksi. Mereka juga wajib menyampaikan laporan pengawasan kepada Presiden dengan tembusan kepada DJSN. Dengan kata lain, mereka menjadi gardu pengawas agar BPJS berjalan di rel yang benar.
Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Pengawas memiliki wewenang strategis. Mereka berwenang menetapkan rencana kerja dan anggaran tahunan. Mereka juga bisa meminta laporan Direksi, mengakses dan menelaah data penyelenggaraan, hingga memberikan rekomendasi kepada Presiden terkait kinerja Direksi.
Sementara itu, Direksi yang kini dipimpin Prihati bertugas mengelola operasional BPJS. Mereka harus memastikan setiap peserta memperoleh manfaat sesuai haknya. Tugasnya meliputi perencanaan hingga evaluasi, mewakili BPJS di dalam dan luar pengadilan, serta memastikan Dewan Pengawas bisa menjalankan fungsinya dengan lancar.
Kewenangan Direksi juga luas. Mereka berhak menetapkan struktur organisasi, sistem kepegawaian, hingga manajemen SDM. Tata kelola pengadaan barang dan jasa pun ada di tangan mereka. Tak hanya itu, pengelolaan dan pemindahtanganan aset juga menjadi domain mereka, tentu dengan batas nilai dan mekanisme yang diatur undang-undang.
Susunan Lengkap Direksi dan Dewan Pengawas 2026–2031
Direksi 2026–2031:
- Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
- Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
- Akmal Budi Yulianto (Direktur)
- Bayu Teja Muliawan (Direktur)
- Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
- Setiaji (Direktur)
- Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
- Sutopo Patria Jati (Direktur)
Dewan Pengawas 2026–2031:
- Stevanus Adrianto Passat (Ketua Dewan Pengawas – unsur pekerja)
- Murti Utami Adyanto (Anggota – unsur pemerintah)
- Rukijo (Anggota – unsur pemerintah)
- Afif Johan (Anggota – unsur pekerja)
- Paulus Agung Pambudhi (Anggota – unsur pemberi kerja)
- Sunarto (Anggota – unsur pemberi kerja)
- Lula Kamal (Anggota – unsur tokoh masyarakat)
Dengan komposisi ini, publik berharap BPJS Kesehatan di bawah kepemimpinan mantan dokter pasukan khusus ini bisa semakin prima. Apalagi tantangan ke depan tak ringan, mengingat JKN harus melayani hampir seluruh rakyat Indonesia. Ra
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

