SURABAYA, Desapenari.id – Dua warga kota pahlawan itu akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian oleh para korbannya. Bak plot film, keduanya dengan licin diduga menggasak uang para korban lewat sebuah modus yang terlihat sangat meyakinkan: bisnis impor buah! Yang bikin merinding, para korban yang sudah melapor ini mengaku total uang mereka yang raib mencapai belasan miliar rupiah! Bayangkan, uang sebesar itu hilang begitu saja.
Nah, cerita pilu ini berawal dari seorang korban, sebut saja HE asal Palu, Sulawesi Tengah. Dia mengungkapkan awal mula petaka ini dimulai. Rupanya, HE sudah lebih dulu kenal dengan salah satu terlapor, Dimas Helmi Achmad Sulthan yang berasal dari Tambaksari. Pertemuan pertama mereka terjadi dalam sebuah proyek jalan tol. Namun, siapa sangka, pertemuan itu justru jadi pintu malapetaka. Kemudian, di bulan Februari 2024, Dimas tiba-tiba menghubunginya lagi. Kali ini, dengan buaian manis sebuah tawaran bisnis impor buah yang menggiurkan. Tanpa pikir panjang, HE pun langsung tertarik dan berniat memberi modal.
Lalu, untuk membahas bisnis ini lebih detail, HE akhirnya mengadakan pertemuan langsung di Surabaya pada Maret 2024. Di sinilah akhirnya Dimas dengan santainya memperkenalkan HE kepada seorang rekan barunya, Virta Restia Pangestu yang juga orang Surabaya. Dalam pertemuan itu, Virta lah yang dengan detail dan sangat meyakinkan menjelaskan alur bisnis impor buah ini dari hulu ke hilir. Akibat penjelasan yang mulus seperti air itu, hati HE pun semakin yakin. Akhirnya, dia memutuskan untuk terjun dan menyuntikkan modal pertamanya.
“Awalnya sih coba-coba, cuman puluh juta rupiah saja kok,” kenang HE. Dia menambahkan, janji manisnya sangat menggiurkan: profit keuntungan bisa mencapai 8 persen sampai 10 persen dari modal yang dia berikan, dengan jatuh tempo pencairan yang super cepat, hanya 21 hari! Kemudian, untuk memperkuat komitmen dan membuat segalanya terlihat legal, sebuah pertemuan lagi diadakan pada Rabu, 21 Agustus 2024 di Surabaya. Pertemuan kali ini bertujuan khusus untuk menandatangani surat perjanjian kerja sama yang bahkan dilegalisasi oleh notaris! Surat itulah yang akhirnya membuat HE merasa sangat aman.
Setelah kontrak ditandatangani, roda investasi pun berputar. HE dengan percaya diri terus mengirimkan uang modal secara berkala kepada Dimas dan Virta. Namun, siapa yang menyangka, semua itu ternyata adalah jebakan sempurna. Total, tanpa disadarinya, HE sudah menghabiskan uang fantastis sebesar Rp13,3 miliar untuk “mengembangkan” bisnis fatamorgana tersebut! Kemudian, badai benar-benar datang. Dia tiba-tiba menerima pemberitahuan dadakan dari terlapor pada 8 Desember 2025. Isinya singkat tapi menghancurkan: hingga 15 Januari 2026 tidak akan ada pembayaran margin dan tidak ada PO (pre order) baru sama sekali.
Sejak saat itu, semua komunikasinya terputus. Pesan singkat dan teleponnya tidak pernah lagi mendapat respons dari Dimas dan Virta. Bahkan, informasi pahit akhirnya dia terima: gudang usaha impor buah yang selama ini dia danai ternyata sudah tidak beroperasi! Sementara itu, di tempat terpisah, korban lain dengan nasib serupa juga ikut bersuara. Dia adalah MU, seorang warga Bogor, Jawa Barat. Dengan wajah getir, dia mengaku mengalami kejadian persis sama dan kehilangan uang tidak sedikit, yakni Rp 3,6 miliar!
Hebatnya lagi, MU mengungkapkan bahwa proses penipuan yang menimpanya ternyata berjalan beriringan dengan yang dialami HE. Namun, yang lebih mencengangkan, setelah dia selidiki, ternyata korban tidak cuma mereka berdua! “Orang yang tertipu usaha itu kurang lebih ada 300 orang lebih!” serunya. Bahkan, nilai kerugian totalnya sungguh di luar dugaan: sekitar Rp 300 miliar lebih! Rupanya, jaringannya luas, karena korban investasi ini tersebar dari Malang hingga Surabaya.
Karena merasa sudah tidak ada jalan lain, kedua korban utama ini akhirnya memutuskan untuk melaporkan kasus besar ini ke Polrestabes Surabaya. Harapan mereka jelas: polisi mau dan mampu mengusut tuntas perkara rumit ini. “Saya berharapnya, masalah bisa diselesaikan secara mediasi dulu, asetnya dia (terlapor) berapa tinggal lunasi saja ke kami,” harap salah satu korban. Tapi dia juga tegas, “Tapi kalau enggak mau ya, sudah pasti harus dihukum seberat-beratnya!”
Lantas, apa tanggapan aparat? Menanggapi gelombang laporan ini, Plt Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto langsung membenarkannya. Saat ini, pihaknya dikabarkan tengah melakukan proses pendalaman yang intensif terhadap kasus yang diduga penipuan berjamaah ini. “Benar ada korban yang sudah membuat laporan. Sekarang masih proses penyelidikan,” tutup Hadi singkat. Sekarang, semua mata tertuju pada Polrestabes Surabaya. Mampukah mereka mengungkap tabir kelam investasi buah yang ternyata pahit ini? Kita tunggu kelanjutannya!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com


**herpafend**
Herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus. It is designed to help reduce the intensity and frequency of flare-ups while supporting the bodys immune defenses.
**men balance**
MEN Balance Pro is a high-quality dietary supplement developed with research-informed support to help men maintain healthy prostate function.
**neurosharp**
Neuro Sharp is an advanced cognitive support formula designed to help you stay mentally sharp, focused, and confident throughout your day.
**boostaro official**
Boostaro is a purpose-built wellness formula created for men who want to strengthen vitality, confidence, and everyday performance.
**backbiome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.