CIANJUR, Desapenari.id – Sebuah insiden mengerikan baru saja meneror warga di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat! Seekor gerombolan anjing liar secara brutal menyerang seorang anak perempuan hingga tubuhnya penuh luka. Korban berinisial CS (8) berhasil diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian tragis itu. Kemudian, mereka segera mengevakuasinya ke puskesmas terdekat. Akan tetapi, karena lukanya begitu parah, petugas medis terpaksa merujuk gadis kecil itu ke rumah sakit untuk penanganan intensif.
Berdasarkan investigasi, ternyata peristiwa sadis ini terjadi di Kampung Babakansirna, Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka. Sungguh ironis, karena korban sebenarnya baru saja pulang sekolah dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dengan perasaan riang.
Kepala Desa Mekarjaya, Ahmad Saepudin, akhirnya angkat bicara via telepon pada Sabtu (31/1/2026) untuk memberikan penjelasan. “Alhamdulillah, korban sempat dirawat di rumah sakit selama sehari dan kini sudah bisa dipulangkan,” ujarnya. Meski begitu, Ahmad menegaskan bahwa CS masih membutuhkan perawatan lanjutan dan masa pemulihan yang panjang di rumah.
Lalu, bagaimana cerita lengkapnya? Ahmad Saepudin dengan detail membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya, semua berawal saat korban berjalan sendirian sambil membawa kantong kresek berisi makanan. Tiba-tiba, di tengah perjalanan, mata CS menangkap pemandangan mengerikan: delapan ekor anjing sedang berkerumun! Karena dilanda ketakutan yang amat sangat, CS pun memutuskan untuk berlari. Sayangnya, aksi lari tersebut justru memancing naluri berburu kawanan anjing itu untuk mengejarnya tanpa ampun.
“Namun, nasib malang menghampiri, korban terjatuh dan langsung diserang secara bergerombol oleh anjing-anjing galak itu,” tutur Ahmad dengan suara berat. Akibatnya, bisa ditebak, CS mengalami luka robek dan cabikan yang sangat serius. Luka-luka mengerikan itu menghiasi bagian kaki, paha, badan, tangan, hingga wajahnya yang masih polos.
“Untungnya, ada warga yang melihat kejadian tersebut dan langsung bertindak heroik mengusir anjing-anjing itu,” sambungnya. Akan tetapi, kondisi CS saat ditemukan benar-benar memilukan. Sekujur tubuhnya dipenuhi luka yang membuat siapa pun yang melihatnya pasti merasa trenyuh.
Di sisi lain, Ahmad mengaku bahwa pihak desa masih aktif menelusuri asal-usul dan kepemilikan anjing-anjing tersebut. Ia pun menyampaikan dugaan sementara. “Kami menduga, kawanan anjing liar itu menyerang karena kelaparan saat melihat korban membawa kantong kresek,” jelasnya. Selain itu, respon warga pasca-kejadian juga sangat cepat dan tegas. “Setelah kejadian, warga secara serentak memburu dan berhasil membasmi anjing-anjing tersebut sebagai bentuk perlindungan,” tambah Ahmad.
Tidak hanya sampai di situ, Ahmad juga memastikan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak kepolisian dan tenaga medis dari Dinas Peternakan. “Sampel dari anjingnya sudah dibawa petugas untuk diperiksa, kami semua berharap ini bukan kasus anjing gila atau rabies,” pungkasnya. Kabar baiknya, kondisi korban, CS, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai membaik.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

