TANGERANG, Desapenari.id — Perjalanan pulang kantor yang biasa berubah jadi mimpi buruk bagi seorang pria berinisial F. Di tengah kemacetan Tol Jakarta–Tangerang, tepatnya di ruas menuju Karang Tengah, Senin (16/2/2026) sore, ia harus merasakan dinginnya pisau menoreh lehernya. Lebih sadis lagi, pelaku penusukan bukanlah perampok jalanan, melainkan suami dari mantan pacarnya sendiri.
Kapolsek Ciledug Kompol Dalby mengungkapkan kronologi mengerikan ini saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/2/2026). Peristiwa berdarah itu ternyata sudah dirancang sejak korban dan mantan pacarnya bertemu di sebuah SPBU kawasan Kalideres, Jakarta Barat.
Kejadian bermula sekitar pukul 14.25 WIB, saat F dengan baik hati menjemput mantan kekasihnya berinisial AS. Ia mengendarai mobil Toyota Ayla bernomor polisi B 1803 HKR menuju Pom Bensin Cendrawasih. Tak ada firasat buruk sedikitpun dalam benaknya saat itu.
“Korban datang menjemput mantan pacarnya. Mereka bertemu dan langsung masuk ke dalam mobil,” ujar Dalby memulai penjelasannya.
Di dalam kabin mobil yang sempit itulah, F dan AS larut dalam obrolan. Namun, percakapan mereka baru berlangsung sekitar 10 menit ketika tiba-tiba seorang pria berinisial D membuka paksa pintu mobil. Pria tersebut dengan tegas mengaku sebagai suami sah dari AS.
Suasana hangat langsung berubah tegang. Tanpa basa-basi, D ikut masuk ke dalam mobil. Mulut mereka mulai melontarkan kata-kata pedas, adu mulut tak terhindarkan di ruang terbatas itu. Namun, pertengkaran verbal ternyata hanya pembuka.
Dalam situasi kacau itu, D mengambil alih kendali. Ia memerintahkan F untuk pindah ke jok depan sebelah kiri. Sementara AS, mantan pacar korban, diminta pindah ke kursi belakang. D sendiri dengan santainya duduk di kursi pengemudi, seolah mobil itu miliknya.
“Dengan paksa, korban disuruh pindah duduk ke depan kiri. Wanitanya pindah ke belakang, dan suaminya yang kini duduk di jok pengemudi,” jelas Dalby merinci perubahan posisi mencurigakan itu.
Begitu D memegang setir, ia langsung tancap gas membawa mobil korban masuk ke Tol Daan Mogot. Korban hanya bisa pasrah ketika kendaraannya melaju kencang mengarah ke luar Karang Tengah. Jantung F pasti berdebar kencang menebak apa yang akan terjadi.
Ketika mobil mencapai kilometer 9.800, teror sesungguhnya dimulai. Dari kursi belakang, AS yang tak lain adalah mantan pacar F, tiba-tiba menarik keras tali rafia dan melilitkannya ke leher korban. Ia menjerat F dari belakang dengan keji, membuat korban sulit bergerak.
Di saat yang sama, D yang sedang fokus mengemudi, mendadak menginjak rem. Mobil berhenti di tengah jalan tol. Dengan cepat, ia mengeluarkan pisau tajam dan langsung menghujamkannya ke arah leher F.
Refleks, F berusaha menangkis serangan maut itu. Namun, pisau tetap menggores lehernya dan melukai jari tengahnya hingga tersayat cukup dalam. Darah segar langsung membanjiri jok mobil.
“D di Gerbang Tol Karang Tengah menusuk korban. Untungnya korban refleks, jadi pisaunya hanya menyayat leher dan jari tengahnya,” terang Kapolsek menggambarkan upaya penyelamatan diri korban.
Dengan sisa tenaga dan dalam keadaan berlumuran darah, F berhasil membuka pintu mobil. Ia melompat keluar dan berlari tunggang langgang meninggalkan kendaraannya sendiri. Teriakan minta tolong pecah di tengah kebisingan jalan tol, menarik perhatian pengendara lain.
Sementara itu, di dalam mobil, D dan AS tak peduli dengan kondisi korban. Mereka justru tancap gas kabur membawa mobil Toyota Ayla milik F. Aset berharga korban melenggang pergi bersama pelaku yang masih merupakan suami-istri tersebut.
Seorang pengendara yang melihat korban tergeletak dengan luka bersimbah darah langsung menghentikan kendaraannya. Ia sigap menolong dan menghubungi pihak kepolisian sebelum petugas tiba di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Dalby memastikan pihaknya langsung bergerak cepat. Tim Inafis diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara di ruas tol. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi mata yang melihat kejadian dramatis itu.
“Kami sudah mengumpulkan keterangan dari korban secara mendalam. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan intensif,” tegas Dalby kepada wartawan.
Korban F sendiri kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Luka sayatan di leher dan jari tangannya masih membekas, baik secara fisik maupun psikis. Ia trauma berat atas pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan oleh mantan kekasih dan suaminya.
Polisi hingga saat ini masih memburu keberadaan D dan AS yang kabur membawa mobil korban. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika melihat atau mengetahui keberadaan terduga pelaku maupun kendaraan Toyota Ayla bernomor polisi B 1803 HKR.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa pertemuan dengan masa lalu bisa berubah menjadi petaka. Apa yang dimulai dengan niat baik menjemput mantan, justru berakhir dengan tusukan pisau dan perampasan mobil di tengah jalan tol.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

