UNGARAN, Desapenari.id – Bayangkan, Anda tidak hanya sekadar melintas di atas aspal mulus, tetapi juga memulai petualangan seru menuju candi megah, pegunungan mistis, hingga kota bersejarah. Mimpi ini segera menjadi kenyataan! PT Jasa Marga saat ini serius mengkaji sebuah konsep revolusioner, yaitu menyulap ruas Tol Yogyakarta-Bawen menjadi ikon Wisata Nusantara yang prestisius.
Direktur Pengembangan Usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Ari Respati, dengan penuh antusias membeberkan visi besarnya. Jalan tol ini, tegasnya, tidak boleh bermental “penonton” yang hanya pasrah menerima limpahan kendaraan dari ruas tol lain, terutama Tol Trans Jawa. Lebih dari itu, ruas ini harus tampil beda sebagai lokomotif yang secara aktif “menciptakan” perjalanan wisata baru.
“Jadi, jangan bayangkan tol ini hanya jalur cepat biasa. Kami ingin tol ini menjadi creating travel,” ujar Ari dengan semangat saat meninjau langsung kesiapan tol fungsional Seksi 6 ruas tol Yogyakarta-Bawen di Exit Tol Ambarawa, Rabu (11/3/2026) sore.
Ari kemudian menjelaskan alasan di balik optimisme besarnya. Setiap gerbang keluar di sepanjang ruas tol ini, menurutnya, bagaikan sebuah gerbang menuju dunia lain yang penuh pesona. Setiap exit yang tersambung, sambungnya, langsung terhubung dengan pusat-pusat destinasi wisata kelas dunia. Sebut saja Candi Borobudur yang megah dan penuh nilai sejarah, Dataran Tinggi Dieng dengan pesona alam mistisnya, hingga Ambarawa yang kian memesona dengan deretan destinasi wisata modern dan heritage-nya.
“Hampir di seluruh pembukaan exit di ruas tol ini, kita akan menemukan pusat destinasi wisata unggulan. Ada Borobudur, ada Dieng, dan Ambarawa. Tempat-tempat ini sudah sangat lama dikenal dan banyak diminati oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkapnya meyakinkan.
Ari juga tidak lupa menyoroti peran krusial Seksi 6 yang menghubungkan Bawen-Ambarawa. Meskipun secara fisik terbilang pendek, namun ia menyebut seksi ini memiliki nilai strategis yang sangat besar. Ruas pendek ini, jelasnya, menjadi kunci utama kelancaran arus lalu lintas, terutama saat musim mudik tiba.
“Data menunjukkan, total pemudik di tahun ini diproyeksikan mencapai angka fantastis, yaitu 3,5 juta jiwa. Yang lebih mencengangkan, lebih dari 60 persen dari mereka akan memilih melintas melalui Tol Trans Jawa,” papar Ari.
Oleh karena itulah, kehadiran tol fungsional Bawen-Ambarawa menjadi sebuah solusi yang sangat dinanti-nantikan. Ari menegaskan, dengan adanya ruas ini, beban kepadatan kendaraan yang selama ini selalu menumpuk di simpang Bawen dapat dikurangi secara signifikan. Simpang Bawen sendiri, diakuinya, sudah lama dikenal sebagai simpul kemacetan kronis yang kerap membuat perjalanan tersendat.
“Coba bayangkan jika ruas tol fungsional ini tidak ada. Saya bisa pastikan simpang Bawen akan menjadi titik yang selamanya mengalami stuck atau kemacetan parah setiap kali musim liburan tiba. Tol ini adalah penyelamat kelancaran,” kata Ari.
Sementara itu, anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), R Sony Sulaksono Wibowo, menambahkan perspektifnya. Dalam kunjungannya, Sony menyatakan bahwa fokus utama BPJT menjelang arus mudik dan balik 2026 ini ada pada tiga pilar penting. Ketiga pilar itu, jelasnya, meliputi kualitas infrastruktur yang prima, pelayanan terbaik di gerbang dan rest area, serta penyediaan informasi yang akurat dan mudah diakses para pemudik.
Sony juga tidak menutup mata terhadap adanya temuan di lapangan. Hingga H-10 Lebaran, BPJT masih mencatat adanya beberapa titik jalan berlubang yang perlu segera mendapatkan perhatian. Namun, ia segera melegakan publik dengan menyampaikan komitmen tegas dari PT Jasa Marga. Pihak pengelola tol, kata Sony, telah berjanji akan menuntaskan perbaikan seluruh jalan berlubang tersebut maksimal pada tanggal 13 Maret 2026.
“Kami dari BPJT terus melakukan pengecekan ketat. Meski masih ada temuan, kami apresiasi respons cepat PT Jasa Marga yang memastikan semua lubang akan tertutup rata sebelum puncak arus mudik,” terang Sony.
Pendapat serupa juga datang dari pengamat transportasi, Djoko Setijowarno. Ia dengan tegas mengamini bahwa keberadaan tol fungsional Seksi 6 Bawen-Ambarawa merupakan angin segar bagi kelancaran lalu lintas. Djoko menjelaskan, kawasan Ambarawa saat ini memang sedang mengalami lonjakan popularitas sebagai destinasi wisata. Ia menyebutkan, pesona baru seperti kawasan wisata sejarah Fort Willem I yang megah dan Museum Kereta Api Ambarawa yang ikonik, berhasil menarik gelombang besar kunjungan wisatawan.
“Oleh karena itu, potensi kemacetan di simpang Bawen sebenarnya sudah bisa diprediksi akan sangat tinggi. Namun, dengan hadirnya tol fungsional ini, potensi kemacetan parah itu bisa dikurangi secara drastis,” papar Djoko.
Dengan berbagai persiapan matang dan dukungan dari berbagai pihak, publik pun semakin tidak sabar menyambut hadirnya Tol Yogyakarta-Bawen. Bukan hanya sebagai jalan bebas hambatan, tetapi sebagai pintu gerbang baru untuk menjelajahi kekayaan budaya dan alam Nusantara. Perjalanan mudik Lebaran tahun ini pun dijanjikan akan terasa lebih berbeda, lebih lancar, dan lebih kaya akan pengalaman wisata.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

