SUKOHARJO, Desapenari.id – Sebuah peristiwa tragis terjadi di petak jalan Purwosari-Gawok, Sukoharjo pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Seorang Orang Tidak Dikenal (OTK) meregang nyawa usai tertemper KRL Commuter Line jurusan Palur-Yogyakarta di kilometer 113+4, tepatnya antara Stasiun Purwosari dan Gawok. Kejadian ini sontak menggegerkan warga sekitar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta melalui Manajer Humasnya, Feni Novida Saragih, langsung membenarkan kabar duka tersebut. Menurut penjelasan Feni, proses evakuasi korban telah dilakukan dengan sigap oleh jajaran Polsek Kartasura, Sukoharjo. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangani kejadian ini,” ujar Feni saat dikonfirmasi.
Yang patut disyukuri, seluruh awak dan penumpang KRL dilaporkan dalam kondisi selamat dan aman. Perjalanan kereta pun tetap berlanjut tanpa hambatan berarti usai insiden nahas ini. Meski demikian, KAI Daop 6 Yogyakarta mengaku sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang merenggut nyawa ini.
“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Feni melalui keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (27/6/2026). Pihaknya pun mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi rambu-rambu yang berlaku, berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman, dan tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar jalur kereta api.
JALUR KERETA BUKAN TEMPAT BERMAIN, INI KAWASAN STERIL!
Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta dengan tegas mengingatkan bahwa jalur kereta api merupakan kawasan yang wajib steril. “Jalur KA memiliki potensi risiko yang sangat tinggi, sehingga bukanlah area yang tepat untuk beraktivitas warga,” jelas Feni. Pernyataan ini sekaligus menjadi cambuk bagi masyarakat yang masih sering mengabaikan keselamatan di sekitar perlintasan kereta.
Tidak hanya itu, KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengimbau para pengguna jalan untuk tidak membuat perlintasan liar yang justru membahayakan keselamatan bersama. “Kami mengingatkan masyarakat untuk wajib berhenti sejenak dan memastikan jalur kereta api benar-benar aman sebelum melintasi perlintasan sebidang,” tambah Feni.
“Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab kolektif kita semua,” pungkas Feni. “Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh masyarakat agar hanya melintas di perlintasan resmi, berhenti sejenak, dan memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Semoga kejadian tragis ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dan tidak terulang lagi di kemudian hari.”
POLISI BUKTIKAN FAKTA, KORBAN BUKAN SANTRI!
Saat dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, turut membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. Menurut pengakuan Tugiyo, korban ternyata merupakan warga Desa Makam Haji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
“(Betul ada laka) nggih (ya),” ujar Tugiyo dengan nada prihatin saat dihubungi pada Sabtu (27/6/2026). “Laporannya sudah kami terima, korban merupakan warga sekitar situ,” tambahnya.
Kapolsek menjelaskan kronologi kejadian secara singkat. Saat peristiwa nahas itu terjadi, korban berjalan menuju arah rel dan langsung tertemper kereta api yang kebetulan melintas. Kejadian ini terjadi di luar perlintasan resmi, yang membuat situasi semakin memprihatinkan.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial yang cukup menghebohkan. Akun Instagram @beritas*** mengunggah narasi yang menyebutkan: “Laka kereta di trowongan Makam Haji, seorang remaja tertemper. Infonya liburan dari pondok, dugaan korban ada teman lain dan saat isya masih sholat dengan pak RT setempat. Kemungkinan ingin ngisis dan tidak sadar ada KA lewat.” Narasi ini sontak membuat publik bertanya-tanya dan memicu berbagai spekulasi.
FAKTA MENGEJUTKAN! KORBAN PUNYA BEASISWA KE LUAR NEGERI
Namun, Tugiyo dengan tegas membantah informasi yang menyebut korban sebagai seorang santri. “Bukan, ya bukan (santri),” jelasnya dengan mantap. “Dia justru punya beasiswa ke luar negeri, mungkin ke Turki atau ke negara lain. Bukan santri, memang benar dia pinter agamanya, tapi itu karena dia memiliki pemahaman agama yang baik,” terang Tugiyo.
Kanit Reskrim Polsek Kartasura, Ipda Lasno, juga ikut mengonfirmasi fakta penting lainnya. Menurut Lasno, korban tertemper usai menghadiri acara pengajian di lingkungan sekitar. “Benar, korban tertemper kereta. Dia habis pulang dari pengajian, kemudian keluar, lalu duduk nongkrong-nongkrong di area turunan situ,” ujar Lasno saat dimintai keterangan pada Sabtu (27/6/2026).
Lasno juga meluruskan informasi yang menyebutkan lokasi kejadian berada di terowongan Makam Haji. “Bukan terowongan dan bukan perlintasan kereta api. Jadi dia memang sedang main-main di situ,” terangnya. Hal ini sekaligus mengklarifikasi bahwa lokasi kejadian bukanlah area perlintasan resmi, melainkan area terbuka di sekitar jalur kereta.
LUKA PARAH DI KEPALA, KORBAN MENINGGAL DI TEMPAT
Akibat benturan keras dengan kereta api, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. “Kayanya kemarin langsung dibawa ke rumah duka,” kata Lasno. “Ya di daerah situ, tetangganya sendiri di Makam Haji,” imbuhnya.
Peristiwa memilukan ini telah masuk dalam laporan resmi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum dapat mengungkapkan detail mengenai inisial, usia, maupun identitas lengkap korban. Hal ini diduga karena masih dalam proses pendalaman dan penanganan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api. Tragedi yang menimpa pemuda berprestasi dengan beasiswa ke luar negeri ini sungguh sangat disayangkan. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan keikhlasan, dan peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.
Kejadian tragis ini harus menjadi pelajaran berharga. Jangan biarkan nyawa melayang sia-sia hanya karena kelengahan di sekitar rel kereta!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

