DEMAK, Desapenari.id – AMA, bocah 8 tahun asal Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen, harus meregang nyawa akibat sengatan listrik yang mematikan. Lebih mengerikan lagi, insiden ini terjadi justru saat ia sedang asyik bersembunyi di garasi truk milik tetangganya, pada Jumat (30/1/2026) lalu. Alhasil, petak umpet yang seharusnya penuh tawa itu berbalik menjadi petaka yang menyedot nyawa seorang anak.
Awalnya, suasana bermain tampak begitu cerah dan normal. Korban bersama teman-temannya memulai permainan petak umpet di lingkungan rumah, tepat setelah mereka pulang sekolah. Namun, siapa sangka momen riang tersebut akan berakhir begitu kelam dan tragis? Menurut keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, permainan itu sendiri sudah berlangsung sejak pukul 10.30 WIB. Kemudian, hanya dalam selang waktu setengah jam, keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat. Bocah malang itu akhirnya ditemukan dalam kondisi mengerikan, yaitu mengalami kejang-kejang di pojok garasi tetangga, persis pada pukul 11.00 WIB.
Selanjutnya, Said Nu’man Murod memberikan penjelasan lebih rinci melalui pesan tertulisnya pada Sabtu (31/1/2026). “Korban sebelumnya memang bermain petak umpet bersama teman-temannya dan area garasi truk milik tetangga itu dijadikan lokasi bermain,” paparnya dengan jelas. Kemudian, ia melanjutkan kronologi tersebut, “Dan pada pukul 11, ia ditemukan sudah kejang di pojok garasi.” Penjelasan ini sekaligus menegaskan betapa cepatnya insiden tragis itu menyergap, menghantam korban di puncak kegembiraannya mencari tempat persembunyian.
Lalu, apa sebenarnya biang keladi sengatan listrik yang mematikan itu? Ternyata, pihak kepolisian bersama para saksi berhasil mengungkap sumber bahaya yang nyaris tak terlihat. Diduga kuat, sengatan listrik hebat itu bersumber dari kabel listrik yang kondisinya sudah terkelupas parah. Lebih mengkhawatirkan lagi, kabel “siluman” itu ternyata menempel langsung pada tiang galvalum di dalam garasi. Alhasil, saat korban tanpa sengaja menyentuh atau mendekati tiang tersebut, tubuhnya langsung menjadi penghantar arus listrik yang mematikan.
Menyaksikan kejadian mengerikan itu, para saksi yang ada langsung bertindak cepat tanpa menunggu lama. Pertama-tama, mereka segera memutuskan aliran listrik ke garasi untuk mencegah bahaya yang lebih luas. Setelah lingkungan dinyatakan aman, korban kemudian secepatnya dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis pertama. “Saksi kemudian memutuskan aliran listrik dan langsung membawa korban ke RSUD Sultan Fatah,” tegas Said Nu’man Murod dalam laporannya. Upaya penyelamatan ini jelas menunjukkan kesigapan warga meski dihantui kepanikan yang mencekam.
Akan tetapi, sayangnya semua usaha heroik itu ternyata tidak berhasil menyelamatkan nyawa bocah malang tersebut. Begitu tiba di rumah sakit, tim dokter jaga yang memeriksa langsung harus menghadapi kenyataan pahit. Korban dinyatakan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda bernapas sama sekali. Akhirnya, dokter pun harus mengeluarkan keputusan yang paling menyedihkan: AMA dinyatakan meninggal dunia di tempat. “Di rumah sakit dokter jaga menyatakan korban sudah tidak bernapas dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Said dengan nada prihatin. Pernyataan ini sekaligus menutup semua harapan untuk keselamatan korban.
Di sisi lain, terkait penyelesaian kasus ini, Polres Demak menyampaikan bahwa prosesnya telah dilakukan secara kekeluargaan. Artinya, kedua belah pihak yang terdampak, yaitu keluarga korban dan pemilik garasi truk, telah berhasil berunding dan menemukan titik kesepakatan. Said Nu’man Murod menambahkan, “Insiden tragis ini akhirnya telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pemilik garasi truk dan orangtua AMA.” Penyelesaian seperti ini tentu diharapkan dapat meredakan duka sekaligus mencegah konflik yang berlarut-larut di tengah masyarakat.
Terakhir, melalui peristiwa pilu ini, pihak kepolisian tidak lupa menyampaikan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Said Nu’man Murod secara khusus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan instalasi listrik di sekitar kita. Selain itu, ia juga mendorong para orangtua untuk selalu ekstra waspada dan aktif memastikan bahwa lingkungan bermain anak-anak mereka benar-benar aman dari segala macam bahaya tersembunyi. “Kami mengajak masyarakat untuk mulai peduli terhadap keamanan lingkungan agar kejadian serupa ini tidak terulang lagi di masa depan,” tutupnya dengan harapan. Imbauan ini jelas merupakan langkah preventif yang crucial agar tragedi memilukan serupa tidak lagi memakan korban jiwa yang tak bersalah.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

