PEKANBARU, Desapenari.id — Kecelakaán maut kembali menggores duka di jalur lintas Sumatera. Minggu pagi yang cerah (1/3/2026) berubah menjadi tragedi nahas ketika Bus PMH bernomor polisi BK 7552 LD terlibat tabrakan fatal dengan truk colt diesel di Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Riau. Nahas, empat penumpang bus harus meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi, mengonfirmasi kabar duka ini melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu sore. Ia menyebutkan, selain empat korban tewas, petugas juga mengevakuasi dua orang luka berat dan satu orang luka ringan. Suasana mencekam sempat menyelimuti lokasi kejadian saat tim gabungan melakukan evakuasi.
Kronologi Kejadian: Nyalip di Tikungan, Apes Tak Terhindarkan
Begini kronologi mengerikannya menurut penjelasan AKP Tatit. Sekitar pukul 09.10 WIB, Bus PMH yang membawa 13 penumpang dengan rute Medan-Jambi itu melaju dari arah Pangkalan Kuras menuju Ukui. Sopir bus menggeber kendaraannya di KM 122. Kondisi jalan saat itu aspal menurun dengan marka utuh berwarna kuning—sebuah garis tegas yang sejatinya melarang keras untuk mendahului.
Namun, sopir bus nekat melebar ke kanan. Ia mencoba menyalip kendaraan di depannya. Dari arah berlawanan, Truk Colt Diesel BM 9142 GU yang dikemudikan Aprianto (47) melaju dengan kecepatan normal. Melihat bus tiba-tiba masuk ke jalurnya, Aprianto panik. Ia spontan membanting setir ke kiri mencoba menghindar.
Malang tak dapat ditolak. Jarak yang sudah terlampau dekat membuat tabrakan tak terelakkan. “Truk sempat menghindar, tapi jaraknya sudah terlalu dekat. Bagian samping truk pun menghantam keras bagian samping bus,” ungkap Tatit. Hantaman itu membuat Aprianto kehilangan kendali atas truknya. Kolosal! Truk tersebut oleng dan akhirnya masuk ke jurang di sisi kiri jalan. Sementara itu, Bus PMH terhenti dengan posisi miring di badan jalan sebelah kiri setelah terhempas benturan.
4 Tewas di Tempat, Sopir Truk Jadi Korban Luka
Akibat benturan keras tersebut, empat penumpang bus meninggal dunia di lokasi. Korban meninggal dunia langsung dilarikan tim medis ke Puskesmas Pangkalan Lesung. Mereka adalah:
- Yantono (43), wiraswasta asal Boyolali, Jawa Tengah.
- Mila Rani Pangaribuan (22), mahasiswi asal Peranap, Kabupaten Inhu, Riau.
- Pardomuan Banjar Nahor (56), petani asal Humbang Hasundutan, Sumut.
- Martinus Sitohang (46), wiraswasta asal Samosir, Sumut.
Sementara itu, dua penumpang bus lainnya menderita luka berat. Mereka adalah Jekson Marlitua Sianipar (48) asal Pangkalan Kerinci dan Zefanya Siahaan (25) asal Langkat. Satu-satunya korban luka ringan justru dialami sopir truk, Aprianto. Ia mengalami luka di kepala dan kening kanan. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Lesung, kondisinya mengharuskan dirinya dirujuk ke RSUD Selasih, Pelalawan.
Kerugian materi pun tidak bisa dihindari. Bus PMH diperkirakan mengalami kerusakan mencapai Rp30 juta, sementara truk colt diesel yang masuk jurang itu merugi hingga Rp20 juta.
Sopir Bus Kabur! Polisi: Human Error Penyebabnya
Usai kejadian, sebuah fakta mengejutkan terungkap. AKP Tatit menegaskan bahwa penyebab kecelakaan ini murni akibat kelalaian manusia atau human error. Hasil olah TKP oleh tim Unit Laka Lantas Satlantas Polres Pelalawan menunjukkan bus mendahului di marka utuh dengan kecepatan tinggi. “Kecelakaan akibat human error pengemudi bus. Marka utuh, seharusnya tidak boleh menyalip,” tegas Tatit.
Ironisnya, usai kecelakaan nahas itu, sopir bus justru diamankan polisi untuk diperiksa. Namun, sopir truk kabur dari lokasi kejadian. Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap sopir truk tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Imbauan Kasatlantas: Jangan Ugal-ugalan di Jalan!
Menyikapi tragedi ini, AKP Tatit mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya bus dan angkutan umum, agar senantiasa berhati-hati. Ia mengingatkan bahwa nyawa manusia adalah taruhan tertinggi di jalan raya. “Patuhi peraturan berlalu lintas dan jangan ugal-ugalan di jalanan,” pintanya. Peristiwa ini menjadi pelajaran pahit bahwa sekejap mata, sebuah pelanggaran bisa berujung petaka yang membawa duka mendalam bagi banyak keluarga.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

