INDRAMAYU, Desapenari.id – Kisah pilu kembali menyelimuti tradisi berbahaya yang sudah turun-temurun terjadi di Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu-Subang. Di tengah hiruk-pikuk arus mudik Lebaran 2026, seorang pria yang nekat mengais rezeki dengan menyapu koin dari para pemudik harus berakhir di rumah sakit. Nasib nahas menimpanya setelah sebuah mobil Isuzu yang oleng tiba-tiba menghantam tubuhnya tepat di Jalur Pantura yang padat merayap.
Yang bikin miris, sebenarnya aktivitas mengemis koin di jembatan ini sudah berulang kali mendapat sorotan tajam. Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Dengan penuh kepedulian, beliau memberikan insentif dan secara gamblang mengimbau seluruh warga untuk menghentikan tradisi mematikan ini. Alasan utamanya jelas: aktivitas ini tidak hanya membahayakan nyawa para penyapu itu sendiri, tapi juga sangat mengganggu kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas yang padat.
Namun, sungguh disayangkan, imbauan keras dari pemimpin tertinggi di Jawa Barat itu nyatanya tak mampu menghentikan para pencari nafkah nekat ini. Mereka seolah menutup mata terhadap risiko maut yang mengintai. Dengan dalih mencari rezeki di momen mudik, mereka tetap bersikukuh berjibaku di tengah lajur kendaraan. Akibatnya, kini salah satu dari mereka harus merasakan getirnya konsekuensi.
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, langsung membenarkan peristiwa nahas tersebut. Menurutnya, kejadian memilukan itu berlangsung pada Selasa (24/3/2026) sore, tepat sekitar pukul 17.40 WIB, saat suasana mulai remang dan volume kendaraan sedang puncak-puncaknya.
“Iya benar kejadiannya. Seorang penyapu koin tertabrak kendaraan yang kebetulan sedang mengalami kecelakaan oleng di depannya,” ujar Andi dengan nada tegas saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Awal Mula Kecelakaan: Senggolan Kecil Berujung Tragedi
Lantas, bagaimana kronologi kejadian yang membuat satu keluarga kembali berduka ini? Andi kemudian merinci kejadian bermula saat sebuah mobil Isuzu dengan nomor polisi B 7764 BDA melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Kusnaedi (32), seorang warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, yang tengah asyik menjalani perjalanan mudik.
Saat melintas di Jalan Raya Pantura, tepatnya di wilayah Desa Sukra, tiba-tiba situasi berubah mencekam. Mobil Isuzu yang dikemudikan Kusnaedi tersenggol oleh kendaraan tak dikenal yang melintas dari sisi kirinya. Senggolan yang terjadi secara mendadak itu langsung membuat laju mobil Isuzu kehilangan kendali.
“Akibat dari senggolan tersebut, mobil yang dikemudikan Kusnaedi langsung oleng dengan keras ke kanan,” terang Andi menjelaskan situasi yang terjadi dalam hitungan detik.
Dalam kondisi oleng dan tidak terkendali itulah, nahas menimpa Said (42), seorang penyapu koin yang sedang berjalan di atas trotoar Jalur Pantura. Mobil yang limbung itu menghantam tubuh Said dengan keras, membuatnya terpental dan mengalami luka serius.
Yang menarik untuk disimak, ternyata Said bukanlah sosok yang biasa beraktivitas di kawasan Jembatan Sewo. Menurut Andi, Said bukan merupakan warga asli Kecamatan Sukra, Indramayu, maupun Kecamatan Pusakanegara, Subang, yang memang dikenal sebagai basis para penyapu koin musiman. Said tercatat sebagai warga Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Indramayu.
Dia hanyalah seorang penyapu koin musiman. Seperti ribuan lainnya, Said hanya memanfaatkan momen puncak arus mudik Lebaran untuk mengais rezeki. Dia nekat datang jauh-jauh dari Losarang hanya demi koin-koin receh yang biasa dilempar pengendara di Jembatan Sewo, baik saat mudik maupun arus balik. Ironisnya, rezeki yang dia cari justru harus ditebus dengan tubuh yang babak belur.
Akibat benturan keras tersebut, Said mengalami luka-luka cukup parah di bagian pelipis dan kakinya. Darah pun mengucur deras di lokasi kejadian, membuat para pengendara lain bergidik ngeri. Namun, beruntung nyawanya masih bisa diselamatkan. Pihak kepolisian yang tiba di lokasi tak membuang waktu. Mereka langsung bergerak cepat mengevakuasi Said ke Rumah Sakit Mitra Plumbon Patrol untuk mendapatkan pertolongan medis intensif.
Sementara itu, mobil Isuzu yang menjadi korban sekaligus penyebab kecelakaan itu kini mengalami ringsek di bagian depan. Unit kendaraan tersebut langsung diamankan di Polsek Sukra sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Sudah Bertindak, Tapi Para Penyapu Lebih Pintar
Di sisi lain, pihak kepolisian mengaku tak tinggal diam melihat ulah nekat ini. Sejak awal jelang Lebaran, jajaran kepolisian sudah rutin melakukan penertiban. Mereka berusaha membubarkan para penyapu koin yang berkeliaran di badan jalan. Namun, fakta di lapangan berkata lain. Para penyapu koin ini kerap bermain kucing-kucingan dengan petugas. Begitu polisi pergi, mereka muncul lagi bagaikan jamur di musim hujan.
“Kami sudah sering mengingatkan, bahkan terus melakukan penertiban. Tapi memang mereka susah diatur,” keluh Andi.
Menutup pernyataannya, Iptu Andi Supriyatna kembali menegaskan imbauan yang tak pernah lelah ia sampaikan. Dia meminta masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas berbahaya ini.
“Kami ingatkan kembali dengan sangat serius. Aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo ini sangat membahayakan, baik untuk pelakunya sendiri yang berisiko tertabrak, maupun untuk pengendara yang melintas yang bisa saja kehilangan konsentrasi dan menyebabkan kecelakaan beruntun,” tegas Andi dengan nada memperingatkan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

